
" sori ya ririn,aku ngajak kamu tapi tidak tahu mau ngajak kemana"
" tidak apa apa kak ini juga bagus"
" o ya rin foto ini kamu atau aku yang pegang"
" kaka saja yang pegang"
" oke,pesan apa rin"
" kalau soal pesanan aku ikut kaka saja, maslaahnya aku tidak tahu apa yang harus makan,maklum jarang makan di luar"
" kalau begitu kita pesan yang biasa aja"
" ia pak"
" kami pesan 2 teh manis , 2 nasi goreng special. Rin bagaimana" Rayian meminta pendapat Ririn
" itu juga baik kak"setelah memesan pelayan itu kembali membawa catatan untuk di siapkan pesanana mereka.Rayian mulai gelisah sedangkan Ririn tidak tahu harus berbuat apa apa.mereka sama sama terdiam.
" Rinrayian menyentuh tangan Ririn_boleh aku bicara dengan kamu tapi ini serius" Rayian memasang wajah seriusnya
" ada apa kak" tapi jauh di hati ririn berdetak dengan cepat.
"Rin kita bukan anak abg lagi,aku terus terang kalau aku menyukaimu sejak pertama kali bertemu" Rayian langsung mengatakan tanpa lama lama.deng Ririn memandang wajah Rayian.
" kak serius"
__ADS_1
" Rin aku orangnya tidak bisa romantis,aku mengatakan apa yang ada di hatiku"
" kak tidak malu kalau status aku sudah punya anak satu"
" buat apa malu toh masing masing kita punya masa lalu"
" bukan begitu kak nanti apa kata orang di laur sana masih banyak gadis gadis yang lajang yang tidak ada anaknya"
" Rin aju tidak peduli aku maunya sama kamu, kita sudah sama sama dewasa jadi kita bisa tahu yang baik dan buruk.aku juga tidak mau pacaran aku maunya langsung menikah"
" kak yakin kalau aku menerima ?"
" aku yakin karena kamu juga punya perasaan sama dengan ku" Rayian menggengam erat tangan ririn.Tak lama pesanan makanan mereka datang
" silakan kaka berdua menikmatinya"pelayan menyilakan mereka
"Rin apakah aku salah ya"
" tidak salah" Ririn menghela napasnya
" apakah keluarga kaka tidak menolak dengan keadaanku seperti ini,sudah punya anak sebelumnya"
"tidak mami dan papi setuju,saya sudah bicara dengan mereka"
" tapi aku" kata Ririn dengan terbata bata tak terasa airmatanya membasahi pipinya
" jangan menagis rin,masing masing kita punya masa lalu,kita sebagai pasangan harus mampu menerima masa lalu dari pasangan kita"
__ADS_1
" kak aku takut"
" ada aku yang akan menghapus rasa sakit itu"rayian semakin memperat genggam tangannya
"kak apakah harus aku jawab"
" aku sudah tahu jawabanmu"Rayian tersenyum lembut kearah Ririn
" Rin kita bukan anak Abg lagi,kita sudah dewasa,jadi tidak perlu kata kata tapi kita perlu perbuatan.sudah hapus airmatanya.nanti tambah jelek"Ririn melap airmatanya.
"Terima kasih kak karena menerimaku apa adanya,terus terang selama ini aku takut bahwa tidak ada orang yang menerimaku kalau keadaanku"
" sudahlah makan dulu nanti makanannya dingin tidak enak,atau mau aku suapin"
"ah tidak aku bukan anak kecil" jawab Ririn dengan malu malu.Rayian dan Ririn makan sekali kali Rayian memandang Ririn
" jangan pandang gitu aku malu"
" apa salah ya kalau pandang pacar sendiri"
" idih mulai keluar gombalnya"
"kalau di depan pacar sendirikan tidak apa apa?"
" ayo kak habiskan makannya" Ririn mengalihkan pembicaraan Rayian hanya tersenyum melihat wajah Ririn yang berwarna merah.
di komen dongπππππ
__ADS_1