
Hari baru Ririn bersiap dengan pekerjaan baru sebagai sekretarispak.Rayian
tok tok tok
"masuk"
*
" pagi pak ini berkas yang harus bapak tanda tangan dan ini jadwal hari ini
jam 10 kita bertemu dengan pak Rangga dari Perusahaan A dan jam 2 siang kita akan bertemu dengan ibu Sera untuk kelanjutan proyek di kota G.Ririn menjelaskan jadwal bosnya
"oke hari kamu yang temani aku untuk kegiataan hari ini" Rayian memberikan perintah kepada Ririn
"baik pak.saya akan mentiapkan semua berkas yang di butuhkan" sahut Ririn
"silakan" ucap dengan datarnya
Ririn langsung kembali ke tempat duduknya
"u u repot juga jadi sekretaris banyak sekali harus jalan sanasini.bisa patah kaki" guman tirin dalam.Ririn mulai merapiak setiap file yang akan di pakai.dimasukkan permap.supaya mudah untuk diambil
"kalau begini terus aku bisa mati,kalau di acoutingkan enak kerja laoran selesai di periksa kepala acouting setelah sesuai beres,kalau sekretaris aduh ampun belum harus rahu selera bos,sukanya bos,tidak sukanya bos.ribet sekali,"Ririn mengerutu tiada hentakan
__ADS_1
Ririn tidak menyadari kalau Rayian sudah ada di depan mejanya
" Ririn" panggil RayianRirin refleks kaget
" aduh pak kenapa mengangetkan begitu.kalau aku jatungan bagaiaman.bisa mati.no no no aku tidak mau mati muda" Ririn menututpi kekagetannya.
"aku itu sudah berdiri dari tadi di depan meja kamu.tapi omelan kamu tidak ada hentinya
deg deg.aduh pasti bos sudah dengar omelanku
" kamu tidak suka ya bekerja sebagai sekretaris
"bukan pak,tapi kan saya baru belum hapal semua pekerjaan sekretaris" ririn membela dirinya
" sudah kamu bawa semua berkas yang di butuhkan" tanya Rayian
"sudah pak" jawab Ririn dengan
"ayo kita jalan" Rayian sudah melangkah jalan dengan gesit Ririn membawa semua berkas dan mengambil tasnya.
Rayian karena posturnya tinggi pasti langkahnya juga panjang.Ririn yg dari belakang harus bisa menyesuaikan.
untung sepatuku hanya 3 centi, coba kalau lima atau tujuh bisa patah kaki.
__ADS_1
dengan cepat Rayian menekan lif untuk membawa mereka ke lantai paling bawah.
ting pintu lif terbuka.Rayian segera masuk kedalam. di ikuti oleh Ririn
"kamu kenapa Rin" tanya Rayian karena napas Ririn yang ngos ngosan seerti baru habis lari marathon
"pak sih jalannya cepat makanya aku kejar.akhirnya begini sudah.untung sepatu hanya 3 centi coba kalau liam atau tujuj sudah patah kaki ku"
"aduh rin kamu itu sekretaris atau..."
ting pintu lif terbuka.di bawah sudah menanti mobil yang akan membawa kami untuk pergi.
tidak ada yang bicara.diam sepi hanya bunyi mesin monil.Ririn memandang keluar jendela
" pemandangan di luar lebih menarik" Rayian berbicara
" ia pak lebih indah" jawab Ririn tanpa menoleh.Rayian hanya bengong dengan ucapan Ririn.sekretarisnya cuek dengan keadaan sekitar.tidak tahu kalau ia sedang bersama bosnya.
Rayian juga malas bicara samaRirin karena ririn lebih banyak memandang ke luar
"sudah sampai pak" pak agus menghentikan mobilnya.
" ia terima kasih ya pak." tunggu ya pak kita dalam kalau bapak mau merokok silakan tapi jangan di dalam
__ADS_1
Rayian dan Ririn sampai di perusahaan A dengan cepat Ririn keluar dari mobil sambilkan merapikan pakaian dan berkas yang tadi di pegang.