Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
Bab 25 Kerja sama (3)


__ADS_3

Rayian hanya memandang mereka berdua


" apakah sudah selesai perdebatannya.apakah kalian tidak ingin minum kopi?? ayo kita minum kopi di cafe depan?? ajak Rayian karena pusing dengan perdebatan mereka.


" ayolah ?? Rangga bangun dari duduknya.Rayian juga bangun dari duduknya di ikuti oleh Dean dan Rangga


Kediaman Agus Hendrik


"papa hari ini aku lihat Ririn pulang kerja masih siang.sepertinya ada masalah" Bunda sari memberitahu Ayah Agus


" mama sudah tanya""


" belum ??


" biar dulu mama sepertinya Ririn lagi ada masalah biarkan dia sendiri,dia butuh ketenangan."


" ia pa tapi mama pikiran soalnya dari tadi Ririn tidak keluar dari kamarnya"

__ADS_1


"biar nanti papa lihat kesana"


Tok tok "rin boleh ayah masuk""


" boleh ayah masuklah??


" anak ayah kenapa ko hari ini tidak mau bergabung di ruangan keluarga?? ada masalah?? Ririn yang melihat ayahnya.langsung tersenyum


"Tidak ayah Ririn kurang enak badan"


" sudah minum obat"


Ririn mengalihkan pembicaraan


" tadi di ajak Juna jalan jalan katanya mau makan bakso??kalau ada masalahjangan pendam nanti sakit.ayah percaya kamu kuat.ada Ayah,Bunda,Bima,Juna dan terlebih Alezha.ingat ada keluarga yang selalu ada untukmu" pak membelai kepala Ririn


"terima kasih ayah,karena selalu ada untuk Ririn,walau Ririn selalu membuat ayah dan bunda kuatir."

__ADS_1


"Rin apapun yang terjadi kami selalu ada,sekarang tidurlah.supaya besok bisa kerja"


" ia ayah"


" Ayah keluar dulu ya??ingat serahkanlah semua pada Tuhan." pak Agus keluar dari kamar anaknya.Ririn mengusap airmata yang sejak tadi ditahan ia tidak mau menangis di depan ayahnya.Ririn tidak mau membuat keluarganya kuatir." aku harus kuat semuanya demi keluargaku.apapun yang terjadi aku harus kuat.bukankah 9 tahun aku begitu kuat menghadapi hidup ini.masa hanya melihat Dean aku langsung luluh.waktu berjalan tidak terasa aku sudah melupakan bagaimana rasanya cinta karena aku tidak mau sakit hati.cukup dukungan keluargaku aku akan kuat.Tuhan berikan aku kekuataan untuk hadapi semuanya.karena aku percaya Tuhan selalu ada untukku.aku tidak tahu apa yang akan terjadi di depan karena aku percaya Tuhan slelau dan senantiasa ada disampingku.Guman Ririn


sementara itu pak agus menghampiri bunda sari yang menanti ia keluar dri kamar anaknya


"bagaimana Ayah?"" Bunda sari menyambut suaminya


" Ririn baik ma.biarkan dia sendiri.ayah percaya ia mampu melewatinya.ia anak yang kuat.kita jangan terlalu ikut dalam urusannya,adasaat kita butuh sendiri,biarkan dia ayah percaya pasti hari esok ia sudah baik."ayah menyakinkan bunda yang terlihat cemas.sudah ma kita harus selalu mendukung apapun keputusan Ririn.Jangan biarkan rasa bersalah didirinya selalu ada.kita orang tua hanya mendukung saja.mama percayakan dengan Ririn dia anak tegar.banyak cobaan yang telah ia lewati.pasti ia mampu lewati semuanya."


" ia pa bunda kuatiir sekali dengan Ririn ia tidak seperti inibunda sangat kuatir.bunda tidak tahan melihat ia terpuruk lagi.


" ia bunda kita dukung dia dalam doa.biarkan Ririn sendiri.ayah yakin itu.Ayo bunda jangan pasang wajah begitu ayah juga ikut sedih.ayah yakin Bima pasti bisa membujuk Ririn karena selamainibima adalah orang terdekat Ririn.


Bunda terdiam.bunda sangat cemas dengan keadaan ririn tadi siang.

__ADS_1


sudahlah bun ayo kita tidur besok ayah mau kerja.bunda juga mau jualaan kan" ajak ayah kepada bunda.bunda mengiyakan dan masuk kekamar.


__ADS_2