Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
Bab 32 Aku ingin melupakan yang lalu (3)


__ADS_3

Hati Rayian semakin sakit ketika mendengar panggilan Alezha kepada bima.Ririn yang menyadari perubahan wajah Rayian.


" maaf ya pak kalau alezha banyak ngomong,memang Alezha orangnnya begitu,dengan sapa saja ia pasti akrab"


" Tidak apa apa Rin??


" om kapan makannya Alezha sudah lapar" alezha memegang perutnya.dengan senyum Rayian mengikuti langkah kaki ke warung yang di tunjukan oleh Alezha


" Hallo cantik kok hari ini sama orang baru,memangnya papinya kemana?? tanya mbak yang ada di warung.


" ini mama Alezha dan ini Om Rayian temannya mama" Alezha memperkenalkan kami kepada pemilik warung.pemilik warung tersenyum


"Maaf bu dan pak Nona sudah jadi langgangku tiap minggu di sini jadi aku hapal betul"


" tidak apa apa bu,maaf ya kalau alezha cerewet "


" ah biasa anak kecil mau banyak tahu,alezha pesan apa?""


"seperti biasa,ma dan om Rayian mau pesan apa??"


" kalau om ikut punya Alezha saja_Rin kamu"


" disamaian punyanya Alezha saja,zha mama ke toilet dulu ya ,pak nitip alezha ya??"

__ADS_1


" ia rin"


" ma alezha temani nggak?""


" mama bisa sendiri"Ririn bangkit dari duduknya.hanya alasan saja Ririn ingin ke toilet.sebenarnya ia menetramkan hatinya.ia tahu kalau Rayian kecewa kalau ia sudah punya anak.Ririn membasuh wajah dengan air dingin.Ririn menarik napas panjangnya.Rayian sudah tahu kalau ia punya anak dan Ririn ingin melupakan rasa yang saat ini ia rasakan.ia takut Rayian tidak bisa menerima ia dengan status anak satu.Ririn memejamkan matanya.Tuhan biarkan aku melupakannya.biar rasa ini aku yang cukup tahu.biarkan dia patah di tengah jalan.dengan tekad yang kuat Ririn menguatkan hatinya.semangat ia memberikan kekuataan kepada dirinya sendiri.


" ma ko lama sekali di toiletnya,apa mama tersesat?" tanya alexha bertubi tubi di lihat Ririn kembali dari Wc.


" sayang mama antri,ayo makan".mereka makan tanpa ada suara.Rayian melirik kearah Ririn yang sedang makan.Ririn menyadari itu ia tidak mau menoleh karena ia takut telah jatuh cinta pada rayian.


"Gimana om enakkkan nasi gorengnya"??? tanya memecahkan kesunyian di antara kami bertiga.


" Enak Zha,kapan kapan kita kesini lagi"


" kenapa tidak?"" alezha tidak mau??"


" enggak om sapa tahu om sibuk??"


" kalau sabtu kan tidak sibuk??"


" Alezha semua tergantung mama saja kalau di ijinkan alezha mau"


" nanti kita minta ijin di mama ya,gimana rin"

__ADS_1


" kalau Alezha mau terserah, saya ikut saja"


" ok deal" Rayian tersenyum melihat Alezha yang begitu bersemangat.


" om sudah punya pacar??"


" Alezha" tegur Ririn demgan nada marah


" Rin" tegur Rayian," om belum punya pacar??memangnya kenapa?""


" Om mau jadi pacar mama?" Rayian dan Ririn terkejut dengan perkataan Alezha


"Alezha,sapa yang ajar bicara begit? dengan wajah penuh marah.Alezha kaget dengan nada bicara mamanya


" ma Zha hanya tanya saja? Alezha kepingin seperti teman teman lain yang punya keluarga utuh." airmata mengalir dipipi putih anaknya.Ririn tidak bisa berkata apa apa


" Rin kenapa kamu marah kepada alezha,aku tidak apa apa??"


" tapi pak??"."


" sudah Rin,jangan marah kepada alezha,ayo zha kita beli balon disana,alezha sudah kenyangkan?"" Rayian membujuk alezha.alezha tersenyum.


" ma,jangan marah alezha ya?""

__ADS_1


__ADS_2