
Hari berjalan dengan cepat tak terasa sudah dua minggu pertemuan Dean dan Ririn.Ririn selalu menyembunyikan semua perasaannya.Rayian yang selalu diam diam memperhatikan Ririn tapi Ririn orangnya pintar menyembunyikan semuanya.Ririn selalu memotivasi dirinya untuk tidak peduli dengan apa yang di depannya.walau Dean dan Rangga datang untuk membahasa kerjasama tapi Ririn menunjukan sikap profesional.ia tak pernah menunjukan sikap gugupnya ketika berhadapan dengan Dean.baginya Dean adalah masalah lalu.aku harus bertahan semua demi Alezha.Dean tak pernah tahu kalau ia dan Ririn punya anak.sementara Rayian yang bingung dengan sikap Ririn.semua sikapnya dalam sekejap berubah setelah bekerja samaa antara ketiga perusahaan tersebut.Rayian ingin bertanya tapi ia takut menyinggung perasaan Ririn.sedangkan Ririn ia berusaha bekerja tanpa memperdulikan perasaannya yang terkadang menangis.tapi apa yang mau dikata ia tidak mau memperlihatkannya.
"Rin" panggil Rayian
" ya pak""
" temani aku makan siang ya"
" tapi pak ini pekerjaanku masih banyak.kalau pak mau makan siang silakan.aku punya bekal makan siang.kasian mubazir." tolak ririn.ririn hanya takut berdekatan dengan Rayian jantungnya tak bisa di ajak kompromi.
Rayian menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Ririn.ririn dengan polos bertanya
"pak ngapain disitu,bukannya mau makan malah duduk lagi"
"aku maunya sama kamu" rayian bersikukuh mengajak ririn makan siang.
"pak kan tahu kalau aku tidak suka makan di kantin berisik dan lagipula pak tidak lihat pekerjaanku yangmenumpuk begini sedangkan jam dua kita ada pertemuan dengan Pak Jimmi dari PT Pura."
"mana bekal makan siangmu?" pinta Rayian
" jangan mau bilang kalau pak mau makan"
__ADS_1
"memangnya untuk dimakan,cepatan lapar,dari tadi tidak berhenti bicara,lapar ni"
Ririn memgambil bekalnya dan menyerahkan kepada Rayian.
"tunggu pak saya ambil piringnya"
"sudah suruh ob nya antar kesini"
" ini jam makan siang pasti ob nya juga istirahat." dengus ririn sambil bangkit dari duduknya ke pantry.ririn kembali dengan piring.
"pak yakin mau makan di sini?
" ia lah memangnya mau makan dimana,di toilet "
" kamu tu pikiran jauh.sudah cepat makan karena masih ada banyak pekerjaan."
Ririn mengambil makanannya dan menatanya diambil piring ditaruh nasi serta lauk.
"serasa punya istri dilayani makan" cerocos Rayian.Ririn yang sedang menyiapkan makanan
"pak barusan bilang apa??"
__ADS_1
" serasa punya istri"
"makanya pak nikah supaya dilayani istri"
" saya mau nikah sama kamu"
uhuk uhuk Ririn tersedak ni airnya makannya pelan pelan" Rayian menyodorkan air ke ririn
"pak cepat makannya sebentar lagi jam makan siang selsai.dan cepat kembali keruangan pak."
Rayian tak memperdulikan tatapan Ririn.ririn yang bingung dengan rayian yang sekarang duduk makan tanpa beban di depannya.
"kamu mau makan atau melamun"
" eh ia pak.ririn makan tanpa bersuara.
"aku selesai makan." rayian menaruh piringnya
"Rin boleh pinjam flash kayaknya lagu lagu kamu bagus"
" itu lagu tahuan 80-an dan 90 an pak mau"
__ADS_1
"ia nanti aku kembalikan setelah memindahkanya.Ririn memberikan flashnya kepada Rayian.Rayian pergi tanpa beban dari hadapan Ririn.Ririn hanya bisa menatap Rayian yang jalan tanpa menoleh kebelakangnya.kenapa jantungku tak berhenti berdetak.oh Tuhan jangan buat aku jatuh cinta karena aku takut sakit lagi.Ririn mengusap wajahnya.