
semua berkumpul untuk makan siang di rumah Rayian.Ririn menyiapkan semua makanan yang telah di masak.
" Rin sebentar lagi papi ulang tahun lho" kata mami di sela sela makan
" kapan Mi??
" minggu depan,gimana pi kita buat acara kecil di rumah,tapi mami mau Rin yang bertanggung jawab semua makanan"Ririn kaget denga permintaan mertuannya.
" Mami,ririn nggak pandai masak"
" nggak gimana nyatanya makanan ini enak"
" tapi ??
" jangan takut masakannya masakan indonesia,jangan yang aneh aneh,mami percaya kamu bisa"
" terima aja sayang" Rayian menimpali
" ia mi tapi kalau nggak enak mami jangan kecewa lho??"
" tidak nyatanya sekarang mami makan sampai nambah,tuh lihat papi makan karena nikmat tak bersuara,makannya saja sudah tambah"
__ADS_1
" papi itu nggak mau bicara nanti cita rasa makanannya hilang" Papi tertawa." Rin papi percaya kamu bisa buat masakan yang enak"
" ia papi Ririn akan mencoba"
" nah gitu dong?"mami tersenyum gembira.setelah selesai makan Ririn membereskan semua piring kotor.mami ingin membantu
" mami biar Ririn saja,duduk temani papi"
" kasian kamu nggak punya assiten rumah tangga repot"
" nggak apa apa mami,Rayian sudah berulang kali meminta Ririn punya assiten tapi aku yang tidak mau"
"kasian kamu sendirian di rumah"
" Papi,mami Ray silakan dicicipi"
" Ririn kalau tiap hari kayak gini,papi rasa badan papi bisa naik_ia kan Mi"
" betul papi" kata mami sambil mengunyah kacang telur
" ini yang biasa aja mami"
__ADS_1
" kamu itu terlalu merendah,kakak mami rasa sebentar lagi badan kamu sudah melar,karena istrimu selalu membuat makanan enak"
" betul Mami Rayian rasa juga begitu" Rayian mengusap kepala Ririn
" Ririn jadi malu" kata Ririn dengan wajah malu malu.mereka mengobrol santai tak terasa hampir jam dua
" sayang kamu tidak balik ke kantor"
" tidak malas,hari ini juga tidak ada pekerjaan mendesak"
"ya baik lah"
" Rin,kakak mami dan papi pamit ya,nanti jangan lupa minggu depan papi ulang tahun,mami nggak suka makanan katering mami suka masakanmu"
" ia mami akan Ririn usahakan".
mereka berbicara santai ,tak lama kemudian mami dan papi pamit pulang.Rayian dan Ririn mengantar sampai kedepan sampai mobil menghilang di luat gerbang.Rayian memeluk pinggang Ririn
" sayang kenapa tidak balik ke kantor?""
" tidak ada yang perlu di kerjakan.lagian aku kangen sama kamu"
__ADS_1
" idih baru berapa jam,mulai gombal"Ririn mencubit hidung Rayian.Rayian menangkap kedua tangan istrinya dan mencium bibir istrinya.Ririn yang kaget dengan perlakuan Rayian hanya mengikuti saja.lidah Rayian mulai beraksi menelusuri lehar Ririn.dengan cepat Ririn menahan
" jangandi sini,ayo kekamar aku takut ada tamu" kata Ririn malu malu.rayian mengendong istrinya.sampai di kamar mereka mulai dengan pergulataan panas.panas mentari di luar tak sepanas ke dua insan mabusia yang lagi memadunkasih.suara erangan begitu indah menambah napsu mereka yang lagi membara.kedua nya mulai melakukan setiap gerakan dengan penuh kenikmatan.sampai akhirnya mereka terjatuh saat Rayian memasukkan cairan benih ke dalam rahim Ririn.karena kecapean Ririn langsung tidur dan Rayian memeluk ikut ririn terbang ke alam mimpi.