
Hari berjalan begitu cepat tak terasa sudah satu minggu setelah pertemuan Rayian dan Ririn di taman.Rayian memantapkan hatinya.ia ingin menyatakan perasaannya kepada Ririn.ia mengambil hp untuk menghubungi Ririn.
" hallo Rin kamu sibuk tidak?"
" tidak pak"
" boleh aku ajak keluar"
" kemana?"
"jalan jalan,kamu sibuk tidak"
" tidak pak jam berapa?
" jam enam begitu "
" oke pak".setelah Rayian selesai menelpon Ririn ia merasakan detak jantungnya bergetar begitu hebat.aku harus bisa mengutarakan perasaanku.
Ririn yang menerima telepon dari Rayian juga sama merasakan hatinya berdetak dengan cepat.apakah aku menyukainya??Ririn mengigit bibirnya.
karena hari ini adalah malam minggu jadi ririn tidak punya kegiataan jadi ia mengiyakan permintaan Rayian.karena bunda,ayah alesha dan kedua kakanya ada ke rumah tantenya.ririn di ajak tapi ia menolak karena sudah janji dengan Rayian
Ting tong bunyi bel pintunya.Ririn merapikan pakaian.pakaian santai baju kaos dan celana jeans panjang di tambah sepatu berwarna putih.rambutnya di biarkan terurai.menambah kecantiaknnya kelihatan imut banget seperti anak sma saja.Dengan cepat Ririn keluar dari kamar menuju pintu depan.Rayian yang sedang teleoon kaget dengan gaya Ririn yang santai.
__ADS_1
" kenapa pak ada yang salah" tanya ririn
" tidak ada"
" terus kenapa lihatnya seperti itu"
" kamu seperti anak sma tujuh belas tahun"
" jangan muji ntar aku lompat takut turun lho,ayo pak jalan tapi jangan malam malam pulangnya karena besok aku gereja"
" oke,aku mau pamit dengan orang rumah"
" tidak ada orang di rumah lagi pada jalan."
" kita kemana pak"
" kalau kamu maunya kemana?"
" lho tadi yang ngajak kok tidak tahu, pak aku ini tidak tahu tempat yang bagus karena jarang keluar ruamh.paling ketaman saja, itu juga kalauAlezha maksa"
" kita mutar jalan cari tempat yang bagus"
" oke aku ikut saja"Rayian menjlalankan mobil sudah hampir dua puluh menit mereka mencari tempat yang baik.
__ADS_1
" Rin kayaknya cafe itu bagus buat nongkrong anak kuda kita ke sana ya"
" ia pak"
" aduh rin jangan panggil aku pak cukup nama ku saja atau panggil saja kaka seperti adik adikku memanggil ku"
" ia kak"
" na gitukan kedengaran bagus"Rayian memakirkan mobilnya.mereka beriringan masuk ke cafe tersebut.memang cafe tersebut di desain dengan suasana romatisnya.mereka di sambut dengan senyuman manis oleh pelayan cafe.
" mari kaka berdua silakan masuk dan kaka adalah pelanggang kedua kami.cafe kami baru dibuka.tapi sebelum itu mari saya ambil fotonya.karena cafe ini baru dibuka."
" kaka tolong peluk ceweknya,masa sama pacarannya malu malu"Ririn yang wajah langsung memerah dipeluk oleh rayian dari belakang sambil menaruh dagu di bahu Ririn.seakan jantung ingin berlari keluar.
"na begitu kaka senyum satu,dua tiga.klik"
ini kak hasilnya,pelayan itu menyerahkan hasil fotonya.
" terima kasih" ucap Rayian dan Ririn bersama
" silakan kaka berdua cari tempat,dan daftar menu ada disitu.Rayian memegang tangan Ririn sambil mencari tempat duduk.Ririn yang kaget tapi ia tidak menolaj tangan Rayian.mereka memilih agak pojok supaya bisa melihat pemandangan dan mereka bisa melihat pengjung kafe yang datang.
" kita duduk disini saja"
__ADS_1
" ia kak" Ririn mengiyakan