
" jadi kalian tiga saudara" tanya Rayian,ia menarik kursi karena sudah capek berdiri.karena lawan bicaranya tidak diam
" ia pak dua saudara laki dan aku sendiri cewek." ririn terkekeh,sori ya pak aku banyak bicara
" nggak apa apa kan aku harus mengenal kamu.karena kamu sekeretaris kamu" ucap Rayian sambil menatap Ririn.Ririn kaget dengan tatapan Rayian.kenapa ia menatapku dan kenapa juga dengan hatiku bergetar tak karuan.
" terus kalau bapak berapa saudara? sori kepo" kata ririn sambil menutup kegugupannya
" kalau aku juga sama dengan kamu tiga saudara hanya beda aku punya dua saudara perempuan mereka sekarang semuanya kuliah di luar negeri.ajuran bokap.entah kenapa harus sampai luar negeri padahal dalam negeri banyak kampus kampus keren.dulu aku saja sampai bersitegang dengan papa untuk kuliah kalah voting suara,mami dan papi lawan aku jadi aku terpaksa ikut saja.ya begitulah kehidupan kami."
" sori pak dari tadi kita bicara jam istirahat lagi setengah jam.apa pak tidak mau makan??
" boleh aku minta punya kamu,maksud aku bekal makan siangmu.aku pingin rasakan masakan bunda kamu"
__ADS_1
" jangan pak nanti tidak enak di lidahnya"
" aku ini bukan pemeilih makanan"
" ok tapi jangan di komentari kalau tidak enak ya"
" enggaklah ayo kita keluar.kamu makan saja di ruanganku nanti aku minta ob untuk antar piring dan sendok keruangan ku
" benaran pak mau makan bekal punya saya"
" cepat rin" panggil Rayian
" ia pakk" sahut Ririn. tunggu ya pak ini bekal makan siangku,sori pak kalau menunnya hanya begini saja,ada tempe,sayur asem dan ikan saus tomat.biasanya bunda jualan untuk anaka anak kost sekitaran kompleks rumah.maklum di lingkungan kami banyak kost kost.jadi bunda tiap hari masak.jadi kami nggak pernah makan di luar." Ririn bicara tapi tangannya dengan sigap membagi nasi dan lauk ke piring Rayian.Rayian yang hanya diam terus memandang Ririn tapi yang di pandang tidak tahu.saat Ririn mengangat wajahnya ia kaget karena Rayian sedang asyik memandangnya.gemuruh dalam hatinya tak menentu.Rayian yang kaget langsung mengambil sendok untuk makan.
__ADS_1
" ayo makan Rin lapar amat sangat" kata Rayian menutup kegugupan.merka makan tak ada yang mengeluarkan kata kata sampai makan habis.
" Rin masakan bunda kamu enak sekali.aku sampai ketagihan" ujar Rayian sambil senyum
" makasih pak atas pujian.nanti aku bilang sama bunda kalau masakan enak itu kata bos ku"Ririn terkekeh melihat wajah Rayian yang penuh dengan keringat karena ikan saus tomatnya pedas.
"Pak tidak biasa ya makan yang pedas".Rayian menggagukan kepalanya.
" sori pak tidak tahu?"" Ririn memasang wajah bersalahnya
"nggak apa apa rin biar aku rasa gimana masakan ibu kamu" Rayian mengambil tisu melap keringatnya.Ririn membereskan meja dari piring kotor." pak aku kepantry dulunya menbersihkan piring kotor.
"silakan.tapi kalau besok masih bisa nggak bekalnya untuk aku kamu yang bawa" Rayian menatap Ririn
__ADS_1
" nggak kapok kalau pedas"
" nggak ada sensasinya ha ha.sudah kamu cepat taruh piring kotor.setelah ini kita ke lokasi pembangunan ruko yang harus di tinjau." Ririn mengangat piring kotor kelur dari ruangan Rayian.