
tak terasa hari pengumuman kelulusan sudah di umumkan tapi Ririn tidak kesekolah.ia masih merasa mual dan pusing dengan kehamilannya.ia dikabarkan memperoleh nilai terbaik dari semua siswa.dan di tawarkan untuk melanjutkan kuliah di pergurungan tinggi ternama.tapi Ririn sudah memutuskan untuk kembali ke kota asal bundanya.
hari berlalu dengan cepatnya.Ririn meminta rekomendasi dari dokter karena kehamilannya ia tidak ikut kegiataan ospek untuk mahasiswa baru.ia harus berjuang dengan kehamilannya dan kuliahnya.ririn tidak ingin mengambil cuti.ia hanya meminta ijin pada saat lahiran.beruntung keluarhanya mendukungnya.di tambah nenek dan kakeknya mendukung dia dalam kuliahnya.ia bertekad menyelesaikan kuliahnya tepat pada waktunya.usia kandungannya memasuki sembilan bulan.dimana ia akan melahirkan.
neneknya selalu menemani di saat jalan pagi ataupun sore.biar lahiran lancar.
" nek rasanya ririn mau melahirkan " kata ririn sbil menahan sakit di perutnya,tiba tiba air ketuban pecah
" kakek ririn mau melahirkan ini air ketubannya sudah pecah.cepat panggil taksi.kita ke rumah sakit."teriak nenenk.dengan cepat kakek menelpon taksi langganannya.sepuluh menit taksi datang membawa Ririn ke ruumah sakit yang tidak sampai lima belas sudah sampai.dengan cekatan sopir taksi membantu Ririn untuk turun dari taksi.dan di sambut oleh para perewat.ririn memegang erat tangan neneknya
" ririn takut ne" wajah ririn memerah menahan sakitnya
" jangan takut kamu harus kuat ingat bayi kamu??nenek memberikan semangat kepada Ririn.
" nenek temani di dalam ya" pinta Ririn
" ia sayang nenek akan temani kamu"
" au...au sakit nek,ririn tidak sanggup lagi.dengan cepat para suster mendorong ririn masuk ruang bersalin.
__ADS_1
" Ayo nak kamu kuat nenek ada di samping kamu??
" tarik napas dorong kepalanya anaknya sudah kelihatan." instruksi bidan yang menangani Ririn
dengan kekuataan yang ada Ririn menarik napas dan mendorong.selang beberapa detik terdengar tangisan bayi.
" selamat ya nona anka kamu perempuan?? bidan yang membantu persalinan Ririn
" tunggu ya bayi di bersihkan baru di berikan kepada ibunya".
Ririn menangis,walau keadaan capek tapi ia bersyukur karena semuanya selamat.
" nak kamu itu cucu nenek.sudah lah."kamu istirahat supaya tenaga pulih.nenek ada di luar kasih kabar Ayah,Bunda dan kedua kakakmu.nenek mencium kening Ririn sebelum melangkah keluat
"kakek" panggil nenek
" sudah bilang boby dan sari kalau Ririn melahirkan"' tanya nenek sambil duduk di bangku di depan ruangan bersalin.
" sudah mereka barang kali sudah dalam perjalanan.tenang saja yang penting bayi dan ririn selamat"
__ADS_1
" ia kek"
" bayinya perempuan"
" pasti cantik seperti mamanya""
" ia cantik.ayah pasti akan iri dengan anak ini.kasian ririn ia harus menaggungnya sendiri dalam usia mudanya.semoga ke depan ia menemukan orang yang menyayanginya tanpa memandang statusnya"
" ia nek,kita berdoa saja"kakek menimpali bicara nenek.
3 jam berlalu Ririn sudah istirahat.kakek dan nenek masih setia menjaga.
" Ayah,ibu maaf kami terlambat" kata bunda sari sambil mencium tangan kedua orang tuanya di ikuti oleh suami dan kedua anaknya
" bagaimana keadaan tririn dan bayinya"
" sehat semuanya.ririn lagi istirahat.
" maaf Ayah ibu kami merepotkan ??
__ADS_1
" Ririn anak yang baik ia tidak pernah mengeluh.walau setiap di tanya mengidam apa atau kepingin apa ia hanya bilang tidak ada.ia selau berjuang sendiri.kadang kami berdua memeprhatikannya.tapi ia selalu menututupinya dengan senyumnya.walau ia hamil tapi persetasi akademiknya nilai yg di nilai sempurna." kakek memuji Ririn