Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
BAb 61 Ella


__ADS_3

" Rin apakabar?" sapa Ella,Ririn yang hendak mengambil kue langsung mengangkat wajahnya.di lihat Ella sudah berdiri di depannya


" Baik" Ririn tersenyum ke arahnya


" lama ya kita tak jumpa,sekitar 9 tahun,kamu makin cantik dan tadi suara kamu begitu bagus,aku tidak nyangka kamu memiliki suara yang begitu merdu"


" ah biasa saja"


"Rin apakah kamu marah karena aku menikah dengan Dean?"


" tidak,kamu dan Dean di takdir bersama,kita tidak bisa melawan takdir"


" sudah berapa lama kamu kerja di perusahaan Rayian"


" sudah lima tahun setelah tamat kuliah aku langsung melamar kerja di perusahaan Rayian"

__ADS_1


" o " Ella hanya ber o o saja,Ririn dan Ella saling terdiam.dulu semasa SMA mereka berteman.


" Rin, bagaimana kabar Ayah dan Ibu dan kedua kakamu?" tanya Ella basa basi


" mereka baik.kalau kaka Bima ada bersama dengan istrinya Kak Bima juga ada di acara ini lagi duduk sama orang tua Rayian,kalau kak Juna sibuk maklum asisiten"


" kamu beruntung ya punya keluarga seperti mereka,mereka selalu menyayangimu"


" ia dimana mana keluarga harus saling menyayangi"


" kenapa kamu bilang begitu semua yang terjadi adalah takdir yang sudah di tuliskan oleh yang di atas"


" maaf ya Rin,karena aku dan Dean kamu terluka"


" aku sudah melupakannya,kita tidak bisa melawan takdir yangvtelah di tuliskan oleh Tuhan, aku dan Dean adalah masalalu,selamat berbahagia dengan rumah tangga kalian, maaf aku kembali kepada Rayian" Ririn meninggalakan Ella yang masih berdiri terpaku.memang ia dan Ririn adalah teman yang di bilang akrab tapi mau di bilang apa Dean lebih memilih Ririn,maka Ella memakai cara kekuasaan orang tuannya dalam membantu orang tua Dean.Ririn yang berjalan melewati para karyawan cewek banyak yang menatapnya dengan penuh kemarahan.mereka yang selama ini dekat dengan Rayian tapi tak pernah di pandang oleh bos mereka.saat akan melewati

__ADS_1


" kamu pakai pelet ya sampai Bos melamarmu,atau kamu merangka naik ke ranjang untuk mendapatkan semuanya" kata seoarang karyawan entah dari bagian mana,Ririn menatap mereka sambil tersenyum


" apapun yang kalian katakan dan kalian pikirkan silakan saja aku tak perduli,yang penting aku tak serendah itu,aku masih punya harga diri" kata Ririn melangkah pergi


" Rin" panggil Elsa,kamu berhutang banyak cerita denganku"


" tenang nanti aku ceritakan,aku kesana dulu karena Kak Bima memanggilku"Ririn meninggalkan Elsa.semua karyawan perempuan menatap Ririn dengan perasaan yang tak menentu.Ririn tak perduli toh ia tak pernah berbuat salah.Ririn duduk dengan orang tua Rayian dan kakaknya.


" Ririn tadi kami sudah bicara dengan Kakakmu secepatnya kami akan ke rumahmu dan melamarmu" kata papinya Rayian


" apa tidak terlalu cepat?""


" tidak kami ingin secepatnya,apa kamu tidak lihat tadi Rayian mengejutkan kami,nanti kami lama e tahu tahunya kalian sudah nikah habis'


" kalau tentang pernikahan aku tidak bisa sendiri pasti aku melibatkan papi dan mami,kalau lamaran tadi kan aku sudah minta ijin sama kak Bima" Rayian menambahkan, Ririn menatap kakanya dan meminta penjelasan.Bima hanya mengangkat bahunya.

__ADS_1


__ADS_2