Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
Bab 34 Perasaan Rayian Kepada Ririn(1)


__ADS_3

" om juna " teriak Alezha mengangetkan kami.


" beli apa sayang"


" beli banyak om oiya om kenalan sama om Rayian ini temannya mama lho ,ganteng nggak cerocos alezha.


" Rayian" Rayian mengulurkan tangan salam perkenalan


" juna kakanya Ririn"juna menyambut uluran tangan Rayian


" kak ini atasan ririn di kantor"Rayian tersenyum ke arah Juna


" Kita jadi pulang kan??


" jadi maaf pak rayian kami duluan ya,tadi Ririn dan Alezha dengan Grab,jadi minta di jemput di sini"


" o silakan".


" om Rayian Alezha pulang ya kapan kapan kita bertemu lagi,da om" Alezha mencium punggung tangan Rayian

__ADS_1


" oke cantik nanti kita bertemu lagi"


"pak kami duluan?"" pamit ririn kepada Rayian.


Ririn bersama Alezha dan juna berjalan keluar dari taman bermain menuju tempat parkir dimana juna memakirkan mobilnya.


Rayian hanya bisa menatap punggung ririn yang telah jauh berjalan


" maaf rin aku akan berusaha untuk mendapatkan hatimu entah dengan cara apa, aku akan berusaha walau engkau mempunyai seorang anak" guman Rayian.Rayian menelpon supirnya unruk menjemputnya di taman.


" Hallo pak didin jemput aku di taman yang tadi pak antar itu" Rayian menutup panggilan teleponnya.ia menuju pintu keluar taman di sana sopirnya telah menunggunya.


Sementara Ririn di jemput Juna sepanjang jalan Juna mengajak Ririn berbicara karena Alezha sudah tertidur.


" Rin bos kamu baik ya??"


" ia baik tidak pernah sakit"


" bukan itu ririn"

__ADS_1


" terus apa kak"


" apakah kamu tidak punya rasa sedikitpun kepadanya,aku lihat bosmu sangat perhatian dengan kamu"


" kak pak Rayian itu bujang sedangkan aku janda anak satu sapa yang mau??


" tapi perasaan kamu kepadanya bagaimana?


" entahlah kak aku bisa merasakan getaran cinta seperti aku merasakana saat jatuh cinta kepada Dean,tapi kak aku takut,aku takut terluka di tambah statusku yang sudah ounya anak"


" Rin cinta itu tak memandang status tapi ini menyangkut perasaan"


" ia kak aku tahu,tapi kak ingat bagaimana kelakuan mama Dean kepada keluarga kita dengan melempar cek bernilai seratus juta agar aku meninggalkan Dean.kak sakit itu masih ada entah kapan sembuhnya aku tidak tahu,dan sampai hari ini Dean tak pernah tahu kalau aku punya anak dengannya,karena di hari aku tahu hamil ia sudah terbang kesingapur,kak tahukan bagaimana penderitaanku,dan kak tahu tidak sekarang perusahaanku kerja sama dengan perusahaannya Dean,aku malas bertemu dengannya.setiap kulihat wajahnya teringat bagaimana ibunya berteriak sampai melemparkan cek itu di muka ku,sakit kak.kemarin ia minta bicara tapi aku tidak mau,kak tolong jangan ungkit lagi yang penting ada kaka juna,kak Bima,Bunda dan Ayah aku sudah kuat.di tamabah Alezha yang sudah tumbuh besar.biar kak aku seperti ini toh Tuhan akan menyiapkan yang terbaik untukku tanpa melihat statusku sebagai janda anak satu dan status keluarga kita.percayalah kaka,kaka juga kenapa belum menikah??


" kalau kaka belum mau terikat dalam sebuah pernikahan."


" kak tidak pingin punya keluarga??


" pingin sih tapi kaka ingin membuat sebuah rumah sehingga kak punya istri dia langsung kaka bawa ke rumah kaka sendiri,sekarang kaka masih mengumpulkan rupiah" Juna mengacak rambut Ririn.

__ADS_1


__ADS_2