
Setelah makan siang Rayian dan Ririn pergi ke lokasi pembangunan Ruko tiga lantai yang berjumlah 30 karena dalam akhir bulan harus selesai sesuai dengan kontrak kerja jadi pekerjaan harus di percepat tapi tidak lupa dengan kualitas dan kuatitas sebuah pekerjaan.Rayian dan Ririn tiba di lokasi pembuataan ruko tersebut karena Rayian yang sebagai penanggung jawabnya makanya ia turun langsung kelokasi kerja.Ririn yang ikut dari belakang di temani oleh Pak Tian sebagai penanggung jawab proyek tersebut.proyek pembuataan ruko sudah 85% mendekati penyelesaian.
" siapa mandor disini Pak Tian?"" tanya Rayian
" kadek pak"jawab pak Tian
" bisa panggilkan untuk saya mandor dan kepala tukangnya.karena ada hal yang perlu saya bicarakan dengan mereka."
Pak tian segera memanggil pak kadek dan pak Agus.Ririn yang tadi lupa dengan hp yang tertinggal di mobil ia kembali untuk mengambil hp nya.Pak kadek dan Pak Agus datang karena di panggil Rayian.
" Pak Rayian ini pak Kadek yang sebagai mandor dan ini pak Agus yang sebagai kepala tukang.mereka selalu ikut dengan proyek proyek kita." Pak Tian memperkenalkan pak Agus dan pak Kadek.Pak kadek dan pak Agus menyalami tangan Rayian.
" aduh pak kadek dan pak Agus jangan begitu seharusnya saya yang muda yang harus sopan sama bapak berdua" kata Rayian risih
" ah tidak pak kan sebagai atasan kami" kata pak Agus.tiba tiba dari belakang Ririn berkata
__ADS_1
" Ayah " panggil Ririn karena melihat ayahnya ada berdiri di depan Rayian.Pak agus yang kaget dengan panggilan Ririn
" Ririn ko kamu di sini" tanya pak agus dengan heran.sedangkan Rayian,pak Tian dan pak kadek bingung.
'oh maaf pak ini ayah saya." kata Ririn sambil mencium tangan ayahnya Jadi ayah kerja di proyek ini,kok Ririn tidak pernah tahu" ucap Ririn dengan lirih.
" Ayah saja kaget waktu kamu panggil.memangnya kamu kerja di kantornya pak Rayian"
" Ia Ayah" jawab Ririn
" kamu yang rajin ya dan harus dengar apa kata atasanmu"
" Ia ayah.pak Rayian barangkali ada perlu dengan Ayah kan?? silakan sori kangen dengan ayah karena sudah tiga minggu ini ayah kerja target jadi tidak pulang rumah"
Rayian kaget dengan perkataan Ririn
__ADS_1
" lho ko gitu si pak??
" ia pak kita kan harus konsekwensi dengan waktu yang di berikan.jadi kita lembur.
" jangan memaksakan diri pak??
" tidak pak itu kan kewajiban,kita selalu meminta hak tapi tak pernah tahu kewajiban kita" kata pak Agus.Ayo pak barangkali mau lihat kedalam??
" ya kita ke sana ya.Rayian berajak dari kursi yang tadi di dudukinya.Ririn yang mengikuti dari belakanh ingin melihat ruko yang tinggal tahap penyelesaiannya.Rayian melihat semua ruko.dan tersenyum puas dengan pekerjaan yang hampir rampung
" semoga rampung yepat waktunya.karena ada lagi proyek besar.pak Agus masih bersedia untuk proyek besar??
" bisa pak tapi lihat dulu kalau terlalu besar saya tidak sanggup maklum sudah tua.kasian istri anak di tinggal trrus.terutama anak perempuanku nanti banyak protesnya"lirik Pak Agus kepada Ririn
" Ih ayah apa sih malu maluin aja.kan Ririn malu" wajah ririn memerah
__ADS_1
Rahian yang sedari tadi melihat keakraban ririnnya dan ayah ia hanya tersenyum saja