SEPERTI TAK NAMPAK

SEPERTI TAK NAMPAK
BAB 49 I LOVE YOU JOVAN


__ADS_3

Mencintai itu harus berjuang...


Berjuang tanpa harus menyakiti seseorang


Mungkin itu kalimat untuk orang yang sama-sama masih single.


Tapi bagaimana kalau mencintai orang yang sudah memiliki pasangan?


Bukankah salah satu harus ada yang terkalahkan?


Dan kebersamaan yang di bangun dalam keterpaksaan tak akan pernah membawa kebahagiaan.


Oleh karena itu, aku Jovan...akan berjuang untuk melepaskanmu dari jeratan itu...


Sebelum lanjut tekan tombol lovenya, like dan komennya! Nggak apalah promo di lapak sendiri ketimbang di lapak orang. Jangan bosan ya!!!


Lama kami saling bercerita, saling mengungkapkan perasaan. Apa yang selama ini kami pendam satu sama lain bisa kami curahkan hari ini.


Jessy memintaku untuk mengantarnya pulang. Tapi aku menolaknya. Aku memilih mencarikan dia taksi online. Bukan aku tidak ingin mengantar dia begitu saja.


Tapi sekarang, status dia masih menjadi istri orang. Aku meminta Jessy untuk menghormati suaminya. Meski keinginan kami untuk bersatu sudah menggebu-nggebu.


Aku tidak ingin Bagas salah paham denganku dan menganggapku seorang pebinor. Meski kami saling mencintai tapi aku ingin Jessy pisah dengan Bagas secara baik-baik.


"Jo, kamu beneran nggak mau anterin aku pulang?", tanyanya begitu masuk ke dalam taksi.

__ADS_1


"Sorry, Jess. Ada etika yang harus kita jaga. Apa kata orang melihat kamu pulang malam diantar laki-laki yang bukan suamimu".


"Haaaah. Ya sudahlah Jo! Terimakasih sudah menemuiku", ucapnya kemudian menutup pintu.


Pov Jessy.


Awal bertemu dengannya dulu aku sudah langsung care. Dia yang ku kenal apa adanya dan tulus menjadi temanku. Rasa sukaku yang ku sebut cinta monyet ternyata lama-kelamaan tumbuh dan berkembang. Dan itu hanya aku pendam.


Hingga suatu saat aku harus pindah ke London, aku selalu berharap dia suatu saat nanti menanyakan kabarku. Tapi hari demi hari ku nanti hingga jadi bulan kemudian ke tahun tidak pernah satu kalipun dia menghubungiku.


Ya, aku paham saat itu dia belum ada ponsel. Aku masih sabar menunggu. Hingga aku tahu kalau dia sudah memiliki ponsel dari temannya Dodi.


Tapi ternyata dia tidak juga menghubungiku. Sampai-sampai aku seperti orang gila yang meminta Amel menjadi mata-mataku. Menguntit kemanapun dia pergi demi mendapatkan aktivitas kesehariannya.


Aku sering ikut casting, dan dunia modeling menjadi impian dan cita-citaku. Hingga saat ini aku memilih berkecimpung di dunia itu.


Satu tahun di London hubunganku dengan Bagas semakin berantakan saja. Kita yang sering beda pendapat dan dia yang sering mengaturku membuatku semakin membencinya.


Hingga Bagas merasa frustasi. Kerjaannya hanya ke club mabuk-mabukkan. Dia gemar bermain di atas ranjang dengan seorang wanita yang menghasilkan Kessy ada di dunia ini.


Aku merasa lega saat itu. Bahkan malah senang. Dengan begitu Bagas bisa menikahi wanita itu tanpa mengejarku lagi. Namun perkiraanku salah, wanita itu hanya memanfaatkan harta pemberian Bagas. Setelah melahirkan wanita itu pergi begitu saja entah kemana meninggalkan bayinya.


Dan nasib baik kembali tidak berpihak padaku. Papa dan orang tua Bagas malah berniat menikahkan kami berdua agar anak itu punya status orang tua yang lengkap. Sungguh di luar dugaanku sebelumnya.


Mereka memaksaku. Dan Papa memberikan pilihan yang sulit untukku. Aku harus berhenti dari dunia modeling yang membesarkanku hingga aku dikenal orang saat ini.

__ADS_1


Dengan terpaksa, aku menerima permintaan mereka. Tapi dengan mengajukan syarat. Yaitu aku dan Bagas hanya menikah siri.


Kebetulan satu tahun ke depan aku ada tawaran project di Indonesia. Tentu langsung ku ambil begitu saja tawaran ini. Kapan lagi coba kesempatan bertemu dengan dia dan mama.


Pasalnya semenjak aku di London, Papa dan Bagas jarang memberikanku ijin pulang ke Indonesia. Seperti tawaran kali inipun, sebenarnya mereka berat. Tapi, Papa akhirnya menyetujui dengan syarat Bagas dan Kessy ikut denganku. Astaga, baiklah.


Dan seperti halnya takdir yang sudah mempertemukan kembali. Suatu hari Kessy sakit dan dilarikan ke rumah sakit ibu dan anak oleh mama mertua.


Siapa sangka ternyata itu rumah sakit tempatnya ia bekerja. Senangnya bukan main, aku akan segera bertemu dengannya. Untuk membuat Bagas tak menaruh curiga, aku sengaja meluangkan waktu mengambil break untuk menunggu Kessy di kamar.


Dan benar dugaanku, pagi itu dia datang untuk memeriksa Kessy. Mungkin dia terlihat syok melihatku yang ternyata sebagai mama Kessy.


Namun berbeda denganku yang menampilkan kesan biasa saja bisa bertemu dengannya disitu. Karena sebelumnya memang aku sudah tahu dari Amel. Untungnya dia nggak curiga.


Dia ternyata masih Jovan yang dulu. Masih malu-malu dan sedikit minder. Semakin membuatku tambah greget. Nggak gentle banget sih jadi lakik. Huuuh Jovan!!!


Siapa sangka lagi, entah apa yang membuatnya menghubungiku pagi itu bilang ingin bertemu. Dan aku langsung menentukan lokasinya, berharap dia akan datang menemuiku.


Sore itu akhirnya dia datang juga bertemu denganku di cafe Flamboyan jalan Nangka. Kami banyak menghabiskan waktu disana hingga jam sembilan malam.


Tibalah waktu aku meminta dia mengantarku pulang. Tapi dia menolak dengan alasan aku masih status istri orang. Pria itu masih saja merasa tak enak hati pada Bagas. Meskipun Bagas sendiri selalu menganggapnya seperti tak nampak. Baiklah aku tunggu kamu siap saja Jo!


Ku harap, janjimu untuk memperjuangkanku , benar nyata adanya dan aku tak akan pernah kecewa!


I LoVe YoU JOvAn......❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2