
Di detik itu juga ucapan Aisyah berhasil membuat Aqila menunduk, tatapan yang tadinya berseri berubah menjadi tatapan senduh.
Rasanya Aqila tidak bisa berkata apa-apa, selain buliran bening yang mulai turun menghiasi kedua pipinya.
Dan baik Aisyah maupun Anisa sudah berdiri dari duduknya, memeluk Aqila yang sudah terisak dalam tangisan.
Tanpa sadar, mereka bahkan sudah menjadi pusat perhatian para mahasiswa dengan berbagai macam pertanyaan yang ada.
"Kau tidak boleh bersedih. Di dunia ini tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya susah, melainkan mereka ingin anak-anaknya selalu berbahagia." Anisa mencoba menguatkan Aqila.
Anisa sangat tahu bila Aqila terpaksa menerima perjodohan karena tahu orang tua Aqila merasa berutang budi pada keluarga calon suami Aqila membuat Aqila mau tidak mau harus menerima perjodohan tersebut.
Begitu pun dengan Aisyah yang sebenarnya sudah tahu akan semua cerita itu dari Anisa.
Semalam setelah menerima telpon Aqila, Aisyah langsung menghubungi Anisa. Aisyah sangat yakin jika Anisa pasti sudah tahu berita apa yang akan Aqila sampaikan padanya.
Seakan paham akan perasaan Aqila, Aisyah memilih memeluk Aqila. Ia pun berharap, Aqila tidak memiliki pikiran buruk terhadap kedua orang tuanya.
Anisa yang menyadari lebih dulu mereka menjadi pusat perhatian, mendadak melepas pelukannya dan tiba-tiba tertawa layaknya tidak terjadi sesuatu.
Hingga membuat Aisyah dan Aqila ikut tertawa kala melihat ekspresi bingung para mahasiswa yang masih menatapnya.
__ADS_1
Dan lagi-lagi tingkah itu tidak lepas dari penglihatan Asyhar yang sejak tadi memperhatikan Aisyah dari kejauhan.
"Aisyah memang berbeda dari wanita lain. Selain berakhlak baik, dia juga begitu menyayangi kedua sahabatnya layaknya saudara sendiri." gumam Asyhar diiringi senyuman indah.
...
Siang telah menjelma menjadi sore. Aisyah yang baru keluar dari perpustakaan, mendadak dibuat heran oleh kehadiran pria tampan yang sudah tersenyum kepadanya.
"Assalamualaikum, Aisyah." ucap Asyhar ketika berada dihadapan Aisyah.
"Wa-waalaikum salam, Pak." dengan sedikit ragu, Aisyah menjawab salam Asyhar dengan tatapan tidak percaya.
Lain halnya dengan Asyhar yang dapat melihat gelat keraguan yang ada pada Aisyah lalu menatap ditangan Aisyah yang tampak 3 sebuah buku.
Tampak Asyhar ragu dalam berbicara, jujur saja ucapan Aisyah yang kemarin masih terusik didalam pikiran Asyhar.
Seakan ia ingin menolak keras akan kedekatan Aisyah dan Ramdan yang katanya sedang memiliki hubungan lebih.
Sedang Aisyah yang juga sejak awal merasakan keraguan yang sama, menatap Asyhar hingga tatapan keduanya bertemu namun tatapan keduanya terputus karena Aisyah.
"Ma-maaf Pak tapi sepertinya saya harus pulang sekarang." ucap Aisyah yang membuat Asyhar menghela napas.
__ADS_1
"Tidak Aisyah, aku masih ingin disini bersamamu karena ada jawaban yang perlu aku dengar keluar dari mulutmu."
Deg!
Mendadak keduanya bungkam dengan pikiran masing-masing, Aisyah yang memang takut membuat orang lain kecewa langsung mengangguk.
Bahkan kini keduanya sudah duduk bersama di sebuah bangku yang ada dihalaman perpustakaan.
Tampak Asyhar menatap Aisyah yang sedang menatap pemandangan yang ada didepan matanya hingga deheman Asyhar membuyarkan konsentrasi Aisyah.
"Aisyah, aku ingin menanyakan sesuatu yang mungkin pertanyaanku ini akan membuatmu bingung." ucap Asyhar dan itu benar membuat Aisyah tampak bingung.
Penasaran akan jawaban Aisyah, Asyhar memperbaiki posisi duduknya hingga bersejajar dengan Aisyah.
"Memangnya Pak Asyhar ingin bertanya tentang apa?" penasaran, itulah yang dirasakan Aisyah saat ini hingga Aisyah memberanikan diri untuk bertanya.
Sebelum memberitahu pertanyaannya, Asyhar terlebih dulu menghembuskan napas. Ia pun sudah pasrah akan situasi yang pasti akan membuat mereka merasa canggung.
"Aku hanya ingin bertanya mengenai dokter Ramdan. Sebenarnya hubungan seperti apa yang sedang kalian jalani?" tidak ingin membendungnya lebih lama, Asyhar langsung to the point.
Namun Aisyah yang mendengar pertanyaan Asyhar sontak memincingkan matanya dengan wajah menahan tawa.
__ADS_1
Rasanya Aisyah masih belum percaya atas pertanyaan Asyhar yang menurutnya sudah diluar kata pembahasan.