
Flasback On.
Malam sebelum kecelakaan itu terjadi, tampak Isyhar sedang menelpon seseorang.
"Lex, besok pagi kita akan menggagalkan rencana pimpinan Rajawali. Aku tidak ingin mereka semakin bertindak lebih jauh." ucap Isyhar setelah sambungan telpon terhubung.
"Baik tuan."
Setelah mendapat persetujuan dari orang kepercayaannya, Isyhar mengakhiri telpon dengan tersenyum sinis. "Hero, tamatlah riwayatmu."
...
Pagi itu juga Isyhar sudah siap dengan seragam, topi dan kacamata serba hitam yang melekat di seluruh tubuhnya kemudian berjalan keluar apartemen hingga masuk ke sebuah mobil hitam berlogokan kelajengking.
"Apakah pasukan kelajengking sudah siap?" tanya Isyhar yang dijawab anggukan oleh pria yang sedang mengemudikan mobil itu.
"Iya tuan, semua perintahmu sudah saya lakukan." Isyhar mengangguk dengan wajah penuh keseriusan.
Hari ini mungkin adalah hari yang akan membuat Isyhar lelah, sekaligus hari yang bisa saja merengguk nyawanya namun itu tidak penting bagi seorang Isyhar Putera Abraham karena tugasnya selalu berbahaya.
Setelah tiba ditempat yang menurutnya menjadi titik lokasi keberadaan pimpinan Rajawali, Isyhar meraih senjata yang selalu menemaninya. Sebuah pistol hitam berukuran kecil yang juga berlogokan kelajengking.
Perlahan Isyhar turun dari mobil dan mulai berjalan menelusuri tempat tersebut, disusul Alex yang mengikutinya dari belakang.
Tempat itu tampak menyeramkan namun Isyhar yakin didalam sana jauh lebih menyeramkan.
Dari jarak aman, Isyhar bisa melihat pimpinan Rajawali yang sedang memperhatikan seorang dokter yang melakukan tindak kriminal.
__ADS_1
Mereka sedang mengambil organ dari tubuh anak jalanan, itulah yang selalu pimpinan Rajawali lakukan. Mereka selalu mengambil organ tubuh orang yang lemah lalu menjualnya keluar negeri.
Rasa bersalah menyelimuti tubuh Isyhar, menatap perbuatan keji tersebut bahkan Isyhar sudah mengepal erat tangannya. "Hero, kau sudah berubah!"
Dor!
Suara peluru mulai terdengar membuat pimpinan Rajawali berlari mencari tempat aman. Begitu pun dengan yang lainnya yang sudah berlarian.
Dor!
Dor!
Dor!
Suara tembakan mulai menggema diberbagai tempat, bahkan pasukan Rajawali mulai membalas pasukan kelajengking.
"Isyhar, kau selalu saja mengganggu kesananganku." Hero meluncurkan tembakan kearah Isyhar namun Isyhar selalu menghindar.
Hingga kejadian tersebut berlangsung cukup lama, bahkan sudah banyak dari anggota pasukan mereka jatuh terluka.
Hero yang sejak tadi mengkeker Isyhar dengan pistolnya tersenyum lebar kala melihat Isyhar keluar dari persembunyian.
Dor!
Dor!
Dor!
__ADS_1
Tiga tembakan berhasil mengenai tubuh Isyhar membuat Isyhar jatuh tersungkur dengan darah yang terus mengalir keluar.
Sedang Alex yang gagal mempertahankan pertahanannya mengawal Isyhar lalu mengejar Hero yang langsung melarikan diri usai menembak Isyhar.
Sialnya Hero berhasil lolos setelah membuat Isyhar tidak berdaya. Dengan segera Alex membopong tubuh Isyhar dan membawanya masuk ke mobil.
"Tuan, misi kita belum selesai jadi bertahanlah." Alex menatap Isyhar yang tidak sadarkan diri.
Flasback Off.
Isyhar menghela napas, usai ingatan di masa lalunya kembali muncul namun Isyhar tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah akan keadaannya yang sekarang.
Menurutnya tidak ada lagi yang dapat dipertahankan selain kematian, melihat kondisinya yang tidak lagi kuat seperti dulu.
Setelah kejadian tersebut kondisi Isyhar semakin menurun. Bagaimana tidak? Isyhar selalu menolak perawatan dokter bahkan Isyhar menolak menemui orang lain kecuali Asyhar, Alex dan dokter Ramdan.
Masih menatap langit-langit, entah sudah berapa kali Isyhar menghela napas kasar.
"Asyhar, apakah kau sudah tahu aku begini karena apa?" Isyhar melayangkan pertanyaan yang membuat Asyhar selalu kesal.
"Kau lupa atau pura-pura lupa? Bukankah selama 3 bulan belakangan ini kau belum pernah mengatakan apa pun mengenai keadaanmu yang sekarang. Kau bahkan tidak ingin kak Abdar mengusut kasus ini jadi bagaimana aku bisa tahu, bodoh!"
Isyhar tertawa kecil mendengar Asyhar mengatainya bodoh. Sejak kejadian itu Isyhar memang menutup diri dari segalanya.
"Mana mungkin aku lupa, aku bahkan bersyukur jika kau belum tahu kejadian itu." Isyhar menatap Asyhar yang kembali berbaring dengan mata terpejam.
"Tidurlah atau aku yang akan membunuhmu."
__ADS_1