Seukir Tinta

Seukir Tinta
Bekerja


__ADS_3

Setelah melakukan olahraga malam, keduanya sama-sama terkapar lemah dibawah pencahayaan temaram. Hero juga tampak lebih mendingan dari sebelumnya.


Aqila melihat Hero yang sudah beristirahat, tersenyum lemah. Badannya terasa remuk akibat serangan Hero yang bertubi-tubi.


Dipeluknya tubuh Hero usai menyelimuti tubuh kekar suaminya. "Aku tidak akan menyesal telah melakukan ini, bagiku semua ini adalah kewajibanku."


Karena lelah, Aqila mulai memejamkan matanya. Segera menyusul suaminya ke dunia mimpi.


...


Toni menatap jengah Daniel yang tampak santai menonton tv. Sedari tadi Toni bertanya namun Daniel enggan menjawab pertanyaannya.


"Tuan apa kau tuli? Sejak tadi aku bertanya apakah tuan Hero akan baik-baik saja?" tanya Toni untuk kesekian kalinya.


"Kau itu berisik sekali!" Daniel menatap tajam Toni yang sudah tersenyum kaku.


"Maafkan aku tuan tapi aku hanya khawatir bagaimana jika keadaan tuan Hero semakin memburuk."


"Itu tidak akan terjadi, lagi pula sudah ada nona Aqila yang tengah merawat tuan Hero." Daniel kembali menatap benda pipih yang berukuran besar itu.


Namun Toni menghela napas. "Nah maka dari itu tuan kita harus mengeceknya. Aku takut nona Aqila dikata-katai lagi sama tuan Hero."


Netra Daniel seketika membola mendengar ucapan Toni. "Nona Aqila selalu dikata-katai?" Toni mengangguk.

__ADS_1


"Iya tuan, sejak nona Aqila berada disini dia selalu disiksa sama tuan Hero." jawab Toni jujur sedang Daniel masih dengan tatapan yang sama.


"Kasihan sekali nona Aqila, padahal dia wanita yang baik namun tuan Hero selalu memperlakukannya sangat buruk." lanjut Toni lagi.


Daniel mengangguk paham dan tidak lama setelah itu seorang pemuda masuk ke dalam rumah Hero dengan langkah tergesa-gesa.


"KAKAAAAK!"


Dirga berteriak mencari-cari keberadaan kakaknya dan saat melintasi ruang tamu tatapan Dirga menatap Toni.


"Ton, dimana kakakku? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Dirga tampak cemas namun Toni tidak menjawab ia bingung harus menjawab apa.


"Kakakmu baik-baik saja, kau tenanglah." balas Daniel.


"Duduklah!" Daniel menyuruh Dirga untuk duduk dan itu langsung dituruti Dirga. "Kau anak bungsu tuan Adit?" tanya Daniel yang dijawab Dirga dengan anggukan.


"Iya kak, aku adik bungsunya kak Aqil. Aku kemari ingin menemuinya, aku takut jika kak Hero lagi-lagi menyiksanya." jelas Dirga.


"Kakakmu baik-baik saja, nona Aqila dan tuan Hero sudah tidur di kamarnya." jawab Daniel, mencoba menenangkan Dirga.


Dirga menghela napas. "Syukurlah kak, aku senang mendengarnya."


Namun Daniel masih memasang wajah bingung. "Oh iya, ada apa dengan pakaianmu? Kenapa pakaianmu kotor sekali?"

__ADS_1


Dirga menatap kebawah dan melihat pakainya yang memang sangat kotor. "Sebelum kesini, saya habis kerja kak."


Kening Daniel mengerut, ia tidak menyangka Dirga sudah bekerja. "Kau bekerja?" Dirga mengangguk.


Sekali lagi Dirga menunduk dengan tatapan sendu. "Iya kak, saya harus melunasi hutang-hutang papa saya supaya kak Aqil tidak disiksa lagi sama kak Hero."


Sekali lagi, Daniel dibuat terkejut mendengar ucapan Dirga. "Apa papamu tahu kau berkerja?" Dirga menggeleng.


"Tidak, papa sama sekali tidak tahu ini. Kakak Aqil menyuruhku untuk tidak memberitahu papa sama mama mengenai keadaan kak Aqil."


Daniel menghela napas, netranya masih menatap Dirga yang menunduk didepannya.


"Astaga! Tuan Hero benar-benar tidak berperasaan. Bisa-bisanya dia memanfaatkan 2 anak dari Adit untuk balas dendam." dalam hati Daniel berbatin.


"Kau sudah makan?" melihat keadaan Dirga seperti itu, Daniel bisa menebak Dirga belum makan.


"Belum kak, saya juga menabung uang jajan saya untuk melunasi hutang-hutang papa." jawab Dirga, kali ini tatapannya menatap Daniel yang tersenyum.


"Toni, pesanlah makanan untuknya. Aku tidak ingin melihat adik ipar tuan Hero kelaparan seperti ini." Toni mengangguk.


Sementara Dirga sudah tersenyum. "Terima kasih kak, kakak ini sangat baik berbeda sekali dengan kak Hero."


Daniel ikut tersenyum, sebenarnya ia tahu jika Hero juga orang baik namun kondisilah yang merubahnya seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2