Seukir Tinta

Seukir Tinta
Kebencian


__ADS_3

Setelah memberi selamat ke Hero. Asyhar dan Zian memilih turun namun melihat keberadaan seorang wanita membuat Asyhar tersenyum.


"Hey, kau mau kemana?" tanya Zian saat melihat Asyhar pergi begitu saja tanpa memberitahunya mau kemana. "Iya sudahlah lebih baik, aku cari makan dulu."


Sementara Asyhar yang melihat keberadaan Aisyah ingin menghampiri pujaan hatinya itu.


"Assalamualaikum." ucap Asyhar setelah berada disamping Aisyah.


Seketika kedua wanita itu menoleh dan mendapat Asyhar yang sudah menyunggingkan senyuman.


"Waalaikumsalam." keduanya sama-sama menjawab. Bedanya Anisa cepat-cepat merapikan rambutnya sambil menatap Asyhar.


"Oh iya, Aisyah kesini juga?" tanya Asyhar yang dijawab Aisyah dengan anggukan.


"Iya Pak, mempelai wanitanya itu adalah sahabat kami." Aisyah menunjuk Aqila yang masih sibuk dengan para tamu.


Asyhar pun ikut menatap kearah tunjuk Aisyah diiringi anggukan. "Alhamdulillah, terus Ica kapan nyusulnya?"


Pertanyaan itu membuat Aisyah mati kutu, ia tidak tahu harus menjawab apa namun ingatannya tertujuh pada seukir surat yang diterimanya beberapa hari yang lalu.


"Aku masih sedang menunggu, Pak. Jika dia datang cepat, insya Allah Ica siap menyusul."


Seolah diberi kode, Asyhar tersenyum didalam hati. Kabar tersebut seolah mendapatkan mutiara didalam luasnya lautan.

__ADS_1


Sedang Anisa yang sedari tadi menatap kedatangan Asyhar lalu menyenggol Aisyah. "Ica, dia siapa?" tanya Anisa setengah berbisik.


"Dia Pak Asyhar, salah satu dosen kita." Anisa mengangguk paham lalu mengulurkan btangannya ingin berkenalan.


"Oh iya, Pak. Perkenalkan saya Anisa, sahabat Aisyah dan Aqila." ucap Anisa, berharap ulurannya dibalas namun Asyhar hanya menangkup kedua tangannya.


"Saya Asyhar." Anisa menarik tangannya, walau kecewa namun untungnya Asyhar memiliki tampan yang cukup membuat Anisa kembali segar.


"Wah Pak Asyhar benar-benar sangat tampan." gerutu Anisa dalam hati namun tidak lama setelah itu, Zian datang dengan memasang wajah bahagia.


"Wihhh! Dunia memang sempit, ya? Rupanya Aqila menikah dengan sahabat kecilnya Asyhar." ucap Zian setelah berada disamping Asyhar.


Dan ucapan Zian barusan mendapat pelototan mata dari Aisyah juga Anisa.


"Terus kalo saya? Tampan juga kan?" tidak ingin dikalah, Zian ikut bertanya dengan wajah penuh harap namun Anisa menggeleng.


"Tidak Pak, wajah Pak Zian ini hanya seperti wajah bawahan yang tidak memiliki daya ketertarikan sama sekali."


Byar!!


Bagai terkena petir di siang bolong, Zian memegang dadanya yang terasa sesak bahkan tampak wajah Zian mulai memucat karena malu. "Tidaaakkk!"


Semua orang tertawa melihat tingkah kocak Zian.

__ADS_1


...


Aisyah yang baru saja pulang, sudah membuka pintu kamarnya. Hari ini Aisyah sangat lelah karena seharian full berada diluar rumah.


"Alhamdulillah, akhirnya hari pernikahan Aqila selesai juga." ucap Aisyah setelah duduk di depan meja riasnya. Setelah itu tersenyum ketika melihat pantulan wajahnya di cermin.


"Wahhh! Apakah ini aku?" tanya Aisyah pada dirinya sendiri, ia bahkan tidak tahu jika itu adalah dirinya sendiri. "Ternyata, kau sungguh cantik Aisyah."


...


Sementara Aqila yang sudah berada didalam kamarnya, menatap Hero yang tampak melihat-lihat isi kamarnya.


"Jadi ini kamarmu?" tanya Hero yang langsung Aqila jawab dengan anggukan. "Biasa saja." lanjut Hero lalu meraih sebuah foto yang ada di meja belajar Aqila.


"Siapa pria ini?" melihat foto seorang pria berpose bahagia bersama Aqila membuat Hero bertanya-tanya namun Aqila masih enggan menjawab.


"Astaga! Kenapa Mama tidak mengambil foto itu juga?" gumam Aqila saat dirinya tahu masih ada foto yang tersisa.


Mendengar tidak ada sahutan, Hero berjalan menuju tempat dimana Aqila berdiri. "Aku bilang siapa pria ini?" kini suara Hero menggema diruangan itu membuat Aqila tertunduk ketakutan.


Aqila yang baru kali ini dibentak langsung menangis. Ia takut melihat kemarahan Hero yang tampak sangat menyeramkan.


Melihat Aqila hanya diam membuat Hero melempar bingkai itu kesamping. "Sekarang kau ikut aku!"

__ADS_1


Hero membawa paska Aqila hingga menuruni anak tangga bahkan beberapa pelayan yang melihat itu tampak bertanya-tanya.


__ADS_2