Seukir Tinta

Seukir Tinta
Usai Operasi


__ADS_3

Malam itu juga, Isyhar akan melalukan operasi. Syukurnya dari beberapa pria yang dibawa Alex, satu diantara mereka memiliki kecocokan hati untuk Isyhar.


Dan disinilah Isyhar sekarang, sudah berada diruang operasi bersama Ramdan dan beberapa perawat.


Namun operasi kali ini tidak ada Aisyah karena operasi yang dilakukan Ramdan merupakan operasi rahasia yang didalam operasi itu hanya mereka yang tahu.


Dengan wajah tersenyum, Ramdan menatap Isyhar yang tampak tegang. "Rilex saja, Insya Allah Isyhar akan baik-baik saja." ucap Ramdan yang langsung diangguki Isyhar.


Melihat Isyhar yang mulai tertidur akibat obat bius, Ramdan mulai melakukan operasi.


...


2 Jam sudah, Alex menunggu didepan ruang operasi tanpa adanya orang yang menemani bahkan Asyhar saja tidak tahu akan operasi tersebut.


Tatapan Alex menatap lampu ruang operasi yang kini berganti menjadi warna hijau yang berarti operasi sudah selesai.


"Syukurlah, setelah 2 jam menunggu akhirnya lampu berganti hijau." dengan wajah serius, Alex bangkit dan mendekati pintu hingga Ramdan keluar.


"Jadi bagaimana, Dok? Apakah operasi tuan Isyhar berjalan lancar?" ucap Alex tampak cemas.


Ramdan tersenyum sambil memukul bahu kekar Alex. "Alhamdulillah, operasi tuanmu berjalan lancar dan setelah ini dia pun akan dipindahkan kembali ke ruangannya." jelas Ramdan.

__ADS_1


Hingga beberapa perawat keluar membawa brankar Isyhar menuju ke ruangan Isyhar yang sebelumnya.


"Pergilah! Kau harus menjaga Isyhar dan jangan lupa jika tuanmu sudah siuman cepat kau beritahu aku." Alex menjawabnya dengan anggukan kemudian berlari meninggalkan Ramdan. "Dia itu penurut sekali."


...


Lama Alex menunggu Isyhar sadar bahkan mentari ikut menyambut namun Isyhar belum juga sadar setelah operasi.


"Kenapa tuan Isyhar belum juga sadar? Padahal ini sudah pagi." gumam Alex dengan wajah sendu karena semalaman ini belum pernah tidur.


Namun baru saja Alex mengeluh, jemari Isyhar perlahan bergerak dengan mata yang mulai melebar dan Alex yang melihat itu pun tersenyum.


"Syukurlah, tuan. Sekarang kau sudah sadar." Alex bangkit dari duduknya, ia berniat untuk memanggil Ramdan.


"Ka-kau siapa?" suara samar Isyhar terdengar ditelinga Alex membuat langkah Alex berhenti dan kembali melangkah kearah Isyhar.


"Apa tuan membutuhkan sesuatu?" Alex yang tidak mendengar ucapan Isyhar, kembali bertanya.


"Kau siapa? Kenapa kau ada disini?" walau suara Isyhar masih terdengar lemah namun Alex bisa mendengarnya dengan baik.


Mendadak mata Alex melebar dengan tatapan tidak percaya dengan kenyataan tersebut.

__ADS_1


Dengan wajah terkejut, Alex mendekati Isyhar yang masih bingung menatap keberadaan Alex.


"Apakah tuan sungguh tidak mengenali saya?" Isyhar menjawabnya dengan anggukan.


Tidak tahu harus berbuat apa, Alex memilih memencet tombol untuk memanggil dokter. Sungguh Alex sangat terkejut akan kenyataan tersebut.


Ramdan yang baru memasuki ruangan, menatap Alex yang sudah menatapnya serius seperti sedang terjadi sesuatu. "Apakah mungkin dugaanku benar?" gumam Ramdan dalam hati.


Langkahnya kini berhenti tepat didepan Isyhar yang juga tengah menatapnya. "Isyhar, apakah ada keluhan yang kau rasakan usai operasi?" tanya Ramdan serius.


Namun Isyhar sama sekali tidak menjawab, ia bergeming dengan tatapan kosong hingga membuat Alex yang berada disamping Ramdan menghela napas.


"Percuma dokter bertanya, tuan Isyhar tidak akan menjawab." Ramdan menatap Alex yang sudah mengangguk seolah sepaham dengan isi pikiran Ramdan.


"Jadi benar, Isyhar mengalami amnesia usai operasinya?" Alex mengangguk dengan wajah sedih membuat Ramdan mulai paham.


Pantas saja Isyhar tampak berbeda tidak seperti di hari-hari biasa. Walau Ramdan baru beberapa bulan ini mengenal Isyhar namun ia sudah tahu watak Isyhar.


Kembali menatap Isyhar, Ramdan menghela napas pasrah. "Sebenarnya kejadian seperti ini sudah banyak terjadi, apa lagi usai melakukan operasi besar seperti yang kita lakukan semalam." jelas Ramdan namun Alex tampak berpikir.


"Jadi apa yang harus kita lakukan dok supaya ingatan tuan Isyhar cepat kembali?" tanya Alex.

__ADS_1


Tentu, Alex tidak terima jika ingatan Isyhar menghilang yang artinya Isyhar tidak akan mengingat Hero.


__ADS_2