Seukir Tinta

Seukir Tinta
Awal Bertemu


__ADS_3

Dan tanpa mereka sadari, seorang pria ikut menyunggingkan senyumannya kala melihat kelakuan dari ketiga wanita itu namun bedanya pria itu tampak fokus menatap Aisyah saja.


"Masya Allah, wanita itu sungguh sangat menarik." tanpa sadar, pria itu bergumam membuat pria yang ada disampingnya ikut menerawang ke tempat dimana mata pria itu menetap.


"Menarik? Siapa yang menarik?" tanya Zian penasaran.


Kini mata Zian ikut tertujuh pada ketiga wanita itu. "Oh, ketiga mahasiswa itu memang sangat menarik." tambah Zian seolah sudah tahu akan ketiganya.


Dan mendengar ucapan Zian barusan membuat Asyhar kembali menatap kearah sahabatnya.


"Aku tidak tertarik pada semuanya, melainkan aku hanya tertarik pada wanita berhijab itu, wanita yang sepertinya sudah berhasil membuka pintu hatiku."


Asyhar kembali memperhatikan Aisyah yang kini berdiri dari tempat duduknya, wanita itu tampak berjalan menuju kasir.


Jelas Zian pun masih ikut memperhatikan gerak-gerik Asyhar yang tampak begitu memuja Aisyah.


"Namanya Aisyah, dia mahasiswa dari fakultas kedokteran. Dia terkenal akan kecerdasannya dalam segala hal termasuk memikat hati seorang pria sepertimu."


"Apakah kau juga menyukainya?" tanya Asyhar, tanpa mengalihkan pandangannya dari Aisyah sedikit pun.


"Tentu dan bukan hanya kau dan aku saja tapi cobalah memperhatikan semua mahasiswa pria yang ada disini."

__ADS_1


Asyhar lalu mengikuti arahan dari Zian dan ucapan Zian rupanya benar karena pada saat ini semua mahasiswa pria tampak memperhatikan Aisyah.


"Kau benar, ternyata aku memiliki banyak saingan." Asyhar menghela napas panjang dan kembali fokus memakan makanannya.


Melihat gelat kekecewaan dari raut wajah sahabatnya membuat Zian memukul bahu Asyhar. "Tapi kau tidak boleh menyerah begitu saja karena setahu ku Aisyah sedari dulu masih menjomblo."


Seakan mendapatkan peluang, Asyhar tersenyum sambil mengangguk paham akan ucapan Zian yang seolah mendukung dirinya untuk mendekati Aisyah.


"Aisyah, ku harap kamulah jodohku. Wanita yang akan mengisi kekosongan hati ini. Aku tidak akan menuntutmu apa-apa, melainkan aku hanya ingin memilikimu melalui jalur halal kita."


...


Siang ini, Aisyah sudah tidak memiliki jadwal perkuliahan. Hari ini ia hanya memiliki 1 jadwal saja.


Memiliki kecerdasan diatas rata-rata membuat Aisyah dapat menyelesaikan study-nya lebih cepat dari mahasiswa lainnya.


Bukan hanya itu, Aisyah bahkan sudah memulai mengerjakan proposalnya karena memang ia selalu memiliki target dalam mengerjakan sesuatu dan alhasil semua kerja kerasnya tidak sia-sia.


"Ca, nanti kamu mau langsung pulang atau gimana?" tanya Aqila yang kini berada di dalam toilet wanita bersama Aisyah.


"Aku mau ke perpustakaan dulu. Aku masih mau tambah buku-buku referensi buat proposalku." jawab Aisyah.

__ADS_1


"Oalah, kamu sih enak sudah fokus ngerjain proposal sedangkan aku dan Nisa masih harus ngejar beberapa mata kuliah." balas Aqila tampak sedih.


"Qil, semua sudah ada yang atur. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa berdoa dan berusaha, selebihnya hanya Allah yang tahu."


Mendengar ucapan Aqila membuat Aqila mengangguk. "Kamu benar Ca, tidak seharusnya aku menyalahkan takdir. Astagfirullah."


...


Dengan tangan menyentuh beberapa buku, Aisyah tampak berjinjit kesusahan dalam meraih buku yang menjadi targetnya.


"Astaga, kenapa buku penting itu ditempatkan begitu tinggi?" keluh Aisyah karena sejak tadi ia berjinjit namun buku tersebut masih belum tergapai.


Bahkan sudah berkali-kali Aisyah melompat namun tetap saja usahanya belum berbuah hasil hingga..


"Nih, makanya punya tubuh itu harus tinggi." ucap seorang pria membuat Aisyah berbalik menatap seorang pria tampan yang kini tersenyum padanya.


Mendapat Aisyah hanya terdiam membuat pria itu kembali mengulurkan tangannya.


"Ini, bukankah buku ini yang ingin kamu ambil." pria itu kembali mengulurkan tangannya, berharap Aisyah mengambil buku tersebut.


"Astagfirullah." sadar akan tingkahnya, Aisyah segera membuang wajahnya kesamping seolah tidak ingin melihat wajah pria itu lagi.

__ADS_1


"Loh kok istighfar.. aku ini manusia bukannya syeiton." pria itu kemudian tertawa karena tidak menyangka reaksi Aisyah akan seperti ini.


__ADS_2