Seukir Tinta

Seukir Tinta
Berbohong


__ADS_3

Turun dari mobil, Aqila tersenyum pada Daniel yang sudah menutup pintu mobil.


"Daniel apa aku boleh bertanya?" pertanyaan Aqila membuat Daniel tersenyum.


"Tentu, nona bisa bertanya apa pun kepada saya." Daniel tahu jika Aqila pasti sangat penasaran dengan Brenda.


"Wanita tadi itu siapa?" tanya Aqila memasang wajah tak kalah serius. Wanita siapa yang rela membiarkan suaminya pergi bersama wanita lain.


"Dia Brenda, nona. Dia mantan kekasih tuan Hero." Wajah Aqila berubah sendu. Ucapan Daniel bagai sayatan dihati.


"Jadi dia mantan kekasih suamiku?" Daniel mengangguk, walau ia tahu Aqila pasti akan sangat kecewa.


Tidak bisa membendung kesedihannya, Aqila berlari meninggalkan Daniel yang menghela napas.


"Kasihan sekali nona Aqila, dia pasti sangat kecewa. Wajahnya bahkan tidak bisa berbohong."


...


Aqila berlari memasuki kamar dengan isak tangis. Toni yang tidak sengaja melihat itu sudah menghela napas.


"Ini semua pasti ulah tuan Bos." gumam Toni diiringi anggukan.


Aqila duduk bersimpuh didepan pintu. Semakin lama tangis Aqila semakin menjadi-jadi. Bayangan-bayangan Hero bersama wanita itu terus merasuki pikirannya.


"Ya Tuhan, kenapa semua ini terjadi padaku? Apa salahku sehingga kau memberiku cobaan seberat ini hiks hiks hiks."

__ADS_1


Untuk kali pertama, Aqila merutuki nasibnya. Selama ini hidup Aqila damai dan tidak pernah mengeluh namun tidak untuk sekarang. Aqila benar-benar rapuh.


"Pernikahan yang ku impinkan selama ini tidak berjalan seperti yang aku inginkan bahkan suamiku saja tidak ingin aku ada di rumahnya jadi apa yang harus aku lakukan?"


Aqila bangkit dan duduk diatas pembaringan. Tangannya terulur mengambil ponsel pemberian Dirga.


"Halo, assalamualaikum." ucap seorang wanita dari seberang telpon kala sambungan tersambung.


"Ini dengan siapa, ya?" sekali lagi, wanita itu bertanya karena sejak tadi tidak ada jawaban.


"A-aku -- " Aqila tidak meneruskan ucapannya, ia tidak tega memberitahu sahabatnya soal penderitaannya.


"Aqila? Ini Aqila ya?" Aqila memutuskan panggilan begitu saja.


Dengan helaan napas, Aqila menatap layar ponselnya dengan kembali menangis.


...


Di sebuah bar, Hero menatap Brenda yang menuangkan bir ke dalam gelas minumannya. Dahulu tempat itu adalah tempat nongkrong mereka.


"Jadi sekarang kamu sudah pisah dengan suamimu?" tanya Hero yang Brenda balas dengan anggukan.


"Iya, suamiku itu sangat perhitungan bahkan dia tidak mau memberiku uangnya." jawab Brenda berbohong.


Kenyataannya Brenda bercerai karena ingin kembali kepada Hero yang lebih kaya dari suaminya.

__ADS_1


Seulas senyum terikur indah disudut bibir Hero, ia senang mengetahui Brenda dan suaminya sudah berpisah.


"Lalu kau mau apa sekarang?" Brenda tersenyum sambil memberi minuman ke Hero. Hero meraih dan meminumnya hingga habis.


"Aku ingin memulainya kembali seperti dulu menjadi sekertaris pribadimu, apakah boleh?"


Brenda tersenyum manis tatkala melihat Hero yang mulai mabuk bahkan Brenda tidak segan-segan kembali menuangkan bir ke dalam gelas minuman Hero.


Dengan tersenyum licik, Brenda mencampur sesuatu ke dalam minuman Hero yang kala itu sudah mabuk.


"Jadi kau ingin bekerja di perusahaanku?" Brenda langsung mengangguk.


"Iya, aku berharap kau masih ingin menerimaku." ucap Brenda manja, ia bahkan sudah duduk dipangkuan Hero.


"Baiklah, aku akan mewujudkannya. Besok, kau bisa langsung bekerja." sungguh Brenda sangat bahagia.


Bekerja bersama Hero membuatnya akan lebih mudah merebut Hero kembali.


Hero dan Brenda dahulunya sepasang kekasih namun Hero tidak pernah berbuat sesuatu yang akan membuat Brenda hancur.


Hero menghargai Brenda maka dari itu Hero menjaga Brenda hingga akhirnya Brenda memilih pergi meninggalkannya.


Brenda mengalungkan tangannya ke leher Hero sembari tersenyum devil. "Minumlah lagi dan mulai malam ini kita akan bersama."


Dengan senang hati, Hero meraih minum itu dan meneguknya hingga habis tak tersisa. Hero sangat bahagia melihat Brenda hadir lagi. "Terima kasih karena sudah kembali."

__ADS_1


Brenda mengangguk, tentu itu moment yang di tunggu-tunggu Brenda. Obat itu pun mulai bekerja ditubuh Hero membuat Brenda tersenyum puas.


__ADS_2