
Pintu terbuka lebar, memunculkan Aqila yang mengenakan mukenah. Aqila baru saja menyelesaikan salat 5 waktu.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua datang ke kamarku?" Aqila menatap bingung keberadaan Daniel dan Toni.
Sedang Daniel sudah menghela napas. "Sebaiknya nona Aqila ikut saya karena tuan Hero membutuhkan bantuan anda, nona." jelas Daniel.
Wajah Aqila mendadak gelisah mendengar ucapan Daniel yang seakan-akan Hero dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"A-apa terjadi sesuatu pada suami saya?" tanya Aqila dengan suara bergetar namun Daniel memilih menunjuk kamar Hero.
"Kita bicaranya didalam kamar tuan Hero saja, nona!" Aqila langsung mengangguk, pikirannya mulai berpikir yang tidak-tidak.
Saat Aqila sudah masuk, Daniel berhenti didepan pintu. "Sebaiknya kau kembali saja, tidak baik anak kecil sepertimu mendengar obrolan orang dewasa." ucap Daniel memberitahu Toni.
"Tapi tuan, aku sudah berusia 17 tahun dan aku sudah memiliki ktp dan sim itu artinya aku su -- " ucapan Toni tergantung kala mendapat tatapan tajam Daniel. "Ba-baik tuan saya pergi!"
Setelah kepergian Toni, Daniel menghampiri Aqila yang sudah duduk disamping Hero. Tatapan Aqila menatap bingung Hero yang terbaring lemah.
__ADS_1
"Daniel, ada apa dengan suami saya? Kenapa dia selalu berkata panas padahal AC di kamarnya saja menyala." tanya Aqila pada Daniel.
"Begini nona, tuan Hero hampir saja dijebak sama Brenda. Tuan Hero begini ulah Brenda yang memberi obat perangsang ke minuman tuan Hero." jelas Daniel panjang lebar.
Wajah Aqila memerah, menahan kekesalan. "Apa? Obat perangsang? Bukankah obat itu digunakan untuk berhubungan intim?" sebagai calon dokter, Aqila tahu obat perangsang itu apa.
"Iya nona, maka dari itu aku ingin meminta bantuanmu untuk menuntaskan hasrat tuan Hero agar tidak tersiksa seperti ini." Daniel menatap Aqila penuh harap.
Namun Aqila tidak menjawab, Aqila bingung harus melakukan apa. Disatu sisi Aqila ingin membantu suaminya namun disisi lain Aqila takut mendapat amukan Hero.
Melihat Aqila yang bingung membuat Daniel paham. "Tidak ada yang perluh di takutkan bukankah nona Aqila istri sah tuan Hero? Itu artinya nona memiliki hak atas semuanya."
Daniel yang sudah mendapat jawaban langsung keluar meninggalkan Hero dan Aqila.
Aqila tersenyum sambil merabah wajah tampan suaminya dengan penuh kelembutan membuat sensansi hasrat ditubuh Hero semakin meningkat.
Bahkan dengan gerakan cepat, Hero sudah membuat Aqila berada dibawahnya. Sungguh Hero sudah dikuasi nafsu akibat obat sialan itu.
__ADS_1
Sementara Aqila yang berada dibawah Hero, melebarkan matanya. Debaran jantungnya tidak karuan dengan wajah Hero yang semakin dekat.
Tahu akan kejadian selanjutnya, Aqila menutup kedua matanya. Aqila sudah siap menerima segalanya dari seorang Hero.
Hero ******** kasar bibir mungil Aqila, menekan tekuk istrinya agar membuat ciuman mereka semakin dalam.
Hero ******** bibir Aqila tanpa ampun, seakan ciuman Aqila candu untuknya. Lain halnya dengan Aqila yang baru kali ini melakukan itu sangat kaku bahkan Aqila tidak tahu harus bagaimana.
Seolah menuntun Aqila, secara perlahan ciuman itu berubah menjadi ciuman yang menuntut dan semakin dalam. Lidah mereka saling membelit dan bertukar saliva membuat ciuman itu terasa semakin dalam.
Aqila mulai mend*sah saat ciuman itu turun ke leher jenjangnya dan semakin turun ke dadanya bersamaan dengan remasan disalah satu gunungnya.
Aqila semakin mend*sah sembari menggelengkan kepalanya tatkala Hero berhasil melucuti semua yang ada ditubuhnya hingga membuat tubuh Aqila polos tanpa sehelai benangpun.
Aqila terus saja mend*sah, seolah segala pemberian Hero membuatnya melayang entah kemana. Kenikmatan dunia ternyata memang ada.
Hingga akhirnya penyatuan itu terjadi saat Hero memasukinya dengan perlahan dan penuh kelembutan hingga membuat Aqila semakin terbuai.
__ADS_1
Pengumpulan panas pun terjadi saat keduanya larut dalam gairah membara, d*sahan dan erangan saling bersahutan membuat hawa panas disekitarnya menjadi semakin panas tak terkendali. Aqila benar-benar dibuat terbuai.
Dan malam itu menjadi saksi, dimana kedua manusia yang sedang mereguk menikmat dunia, saling memberi dan menerima pengalaman baru yang tidak akan pernah ia lupakan.