Seukir Tinta

Seukir Tinta
Sahabat Lama


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Asyhar, baik Aisyah dan Ara sudah melempar senyuman dengan menatap satu sama lain.


"Aku dan Ica berteman sejak kita SMA tapi mendadak aku harus pindah ke Jogja makanya aku dan Ica harus berpisah." jelas Ara membuat Asyhar tampak mengingat sesuatu.


"Oh jadi sahabat lama yang ingin kau temui itu Aisyah?" Asyhar teringat akan ucapan Ara yang sering kali merengek, menyuruh suaminya mengantarnya ke rumah sahabatnya namun suaminya belum pernah mengantarnya karena selalu sibuk.


Dengan mengangguk pasti, Ara mengiyakan ucapan Asyhar. "Iya tapi kakakmu itu sangat sibuk makanya sampai sekarang dia belum mengatarkan aku ke rumah Aisyah." raut wajah Ara berubah sedih.


Dan melihat perubahan wajah Ara membuat Aisyah tersenyum. "Kau tidak perlu bersedih seperti ini. melihatmu sehat saja sudah membuatku bahagia." Aisyah lalu meraih tangan Ara. "Lagi pula rumahku belum pindah masih di rumah yang dulu selalu kau datangi."


"Benarkah?" Aisyah tersenyum diiringi anggukan, menatap Ara yang kembali bersemangat.


Sejak tadi, Aisyah dan Ara sudah mengobrol panjang lebar bahkan Aisyah sampai menelpon Ibu Amira menyuruhnya untuk pulang duluan karena sudah tahu ini pasti akan terjadi.


Sedang Ara yang tidak boleh kelelahan, apa lagi kehamilannya ini masih awal membuat Asyhar selalu was-was.


"Ara, sepertinya kita harus pulang sekarang. Aku takut kau akan kelelahan." Asyhar memperingati Ara jika harus banyak istirahat.


Dan tidak ingin terjadi sesuatu pada calon buah hatinya membuat Ara pasrah walau sebenarnya masih ingin berbicang lebih lama sama Aisyah. "Ica kalau begitu aku pamit dulu. Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam." sambil tersenyum, Aisyah ikut bangkit dari posisinya.


Setelah menjawab salam, Ara dan Asyhar berlalu meninggalkan Aisyah yang kini beralih menatap buku yang telah menjadi incarannya selama ini.


"Akhirnya, ketemu juga." Asiyah menatap haru buku berjudulkan Love Story. Buku yang selama ini yang ingin Aisyah baca.


...


Penasaran ingin segera membaca buku itu, usai tiba di rumah Aisyah langsung duduk di kursi teras sambil membuka satu persatu isi lembaran buku tersebut.


Dibacanya buku itu dengan penuh keseriusan hingga Ibu Amira tersenyum menatap kehadiran Aisyah yang rupanya sudah pulang.


"Sayang, Ara apa kabar?" setelah duduk disamping Aisyah, Ibu Amira ingin mengorek pertemuan Aisyah dengan Ara.


Dengan memperbaiki posisi, Aisyah meletakkan bukunya diatas meja sambil menatap Ibu Amira yang sudah memasang wajah serius.


"Kabar Ara alhamdulillah baik Bu dan dia juga sudah hamil anak pertamanya." mata Ibu Amira membola mendengar kabar tersebut.


"Benarkah? Jadi Ara sekarang sudah menikah?" Aisyah menjawabnya dengan anggukan. "Alhamdulillah." Ibu Amira ikut berbahagia.

__ADS_1


Namun walau begitu, Aisyah tahu perasaan Ibu Amira yang pasti sangat ingin melihat putrinya menikah dan menimang cucu.


Dengan tersenyum pekik, Aisyah meraih tangan Ibu Amira. "Ibu tidak perlu kok membohongi perasaan Ibu sendiri. Ica tahu jika Ibu ingin sekali aku seperti Ara, kan?"


Seakan sebuah tamparan, Ibu Amira segera menggelengkan kepala. Ibu Amira tidak ingin membuat Aisyah bersedih.


"Tidak nak, Ibu sama sekali tidak berbohong karena Ibu yakin jika jodoh anak Ibu jauh lebih istimewa dari pria lainnya." Ibu Amira membalas tangan Aisyah.


"Iya Bu, aamiin." keduanya lalu berpelukan bersama dengan wajah yang tampak menahan kesedihan namun walau begitu keduanya adalah wanita kuat.


...


Setelah menempuh perjalanan, Asyhar dan Ara akhirnya tiba di sebuah rumah yang begitu mewah dengan perkarangan luas.


Setelah memarkirkan mobil, Asyhar segera turun membantu Ara untuk masuk ke dalam rumah.


Sebagai keluarga pendatang, Ara merasa bersyukur memiliki keluarga yang begitu baik padanya terlebih memiliki adik ipar seperti Asyhar dan Isyhar.


Setelah duduk di kursi ruang tamu, Ara menatap Asyhar yang juga sudah ikut duduk bersamanya.

__ADS_1


Namun kali ini tatapan Asyhar tampak berbeda, seolah memikirkan sesuatu.


"Asyhar, ada apa?" ucapan Ara membuat Asyhar menatap Ara penuh keseriusan.


__ADS_2