Seukir Tinta

Seukir Tinta
Peningkatan


__ADS_3

Setelah membuka pintu, Dirga menatap isi kamar Aqila dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar kakaknya.


Tatapannya masih menatap senduh, benda-benda yang ada di kamar Aqila.


Dengan termenung, Dirga duduk diatas pembaringan dengan tangan yang teruluh meraih sebuah foto yang ada diatas nakas.


Foto yang memunculkan wajah Aqila yang dipenuhi kebahagiaan saat mereka sekeluarga pergi liburan ke pulau Batam.


Pemandangan pantai yang luas nan biru membuat nuansa foto itu tampil dengan sangat indah.


"Kak, apakah disana kau baik-baik saja? Apakah kak Hero tidak menyiksamu dengan omongan kasarnya lagi?" hanya pertanyaan itu yang ada dibenak Dirga.


Setelah puas menatap foto Aqila, tatapan Dirga menatap sebuah ponsel yang ada diatas meja belajar. Dirga beranjak dan meraih ponsel Aqila dengan penuh rasa ibah.


"Astaga, kak Aqil rupanya tidak membawa ponselnya kesana." ucap Dirga. Matanya bahkan mulai berkaca-kaca.


"Kak, maafin Dirga yang belum bisa membawa kak Aqil pergi dari rumah itu tapi Dirga janji akan membawa kak Aqil kesini lagi."


...


Pagi hari datang menghampiri, selepas salat subuh Aqila sudah berada di dapur. Kali ini Aqila berlajar mati-matian untuk memasak.


Apa lagi ketika ponsel Dirga ada bersamanya membuatnya bisa lebih mudah mendapat petunjuk cara belajar yang mudah dari banyaknya video yang ada di YouTube.

__ADS_1


"Untungnya, semalam Dirga memberiku ponselnya jadi aku lebih mudah belajar memasak deh." ucap Aqila sambil memotong beberapa sayuran yang ada dihadapannya.


Aqila sedang membuat sandwich untuk sarapannya kali ini, selain mudah Aqila tahu jika Hero pasti akan menyukainya.


Setelah semua selesai, Aqila berjalan kearah kamar Hero dan mengetuknya hingga pintu terbuka lebar.


"Ada apa kau ke kamarku?" tanya Hero menatap Aqila yang sudah tersenyum padanya.


"Aku hanya ingin memberitahu jika makananmu sudah siap dibawah." Hero mengernyit dengan wajah serius.


"Kau yang memasak?" tanya Hero lagi.


"Tentu! Tadi sesudah salat subuh aku langsung ke dapur untuk membuatkanmu sarapan." jawab Aqila dengan wajah ceriah.


Bahkan hari ini wajah Aqila begitu segar dipandang, bagaikan semalam tidak pernah terjadi sesuatu.


Aqila mengangguk kemudian pergi dari pandangan Hero yang masih menatap kepergian Aqila dengan penuh kecurigaan.


"Ada apa dengannya? Dia bertingkah seolah semalam tidak terjadi apa pun." gumam Hero, setelah itu kembali menutup pintu kamarnya.


...


Berjalan ke bawah, Hero menatap dapur yang kini kembali bersih bahkan banyaknya pecahan piring sudah tidak ada.

__ADS_1


"Apakah semua ini Aqila yang mengerjakannya?" gumam Hero hingga ia duduk di meja makan dan lagi-lagi terkejut kala beberapa makanan sudah tertatah rapi di meja makan.


Walau makanan itu tampak biasa saja namun semuanya adalah makanan kesukaan Hero.


"TONIIIIIII!"


Hero memanggil Toni hingga pria muda itu datang tergesa-gesa ke hadapan Hero. Toni baru selesai memanaskan mobil tuannya.


"Iya bos, ada apa?" tanya Toni namun Hero melirik makanan yang ada di meja makan membuat Toni bisa menebak apa yang akan ia lakukan.


"Ta-tapi bos, saya sudah -- " takut lidahnya kembali kaku, Toni mencari alasan.


"Tidak ada kata tapi-tapian atau kau mau gajimu aku potong." tidak ingin mendapat potongan gaji, Toni meraih 1 sandwich kemudian mencobanya.


Sementara Hero terus memperhatikan wajah Toni yang tampak biasa saja, berbeda saat kemarin mencoba masakan Aqila.


"Apa itu bisa di makan?" tanya Hero yang Toni jawab dengan anggukan.


"Iya bos, kali ini masakan nona Aqila mulai terasa enak." jawab Toni namun Hero masih meragukan itu lalu melirik ke omlet buatan Aqila.


"Coba kau makan itu." perintah Hero yang langsung diangguki Toni karena memang ia belum sarapan.


Toni meraih omlet itu dengan wajah senang dan merasakan makanan itu langsung masuk ke dalam perutnya tanpa melalui berbagai macam drama lagi.

__ADS_1


"Enak?" tanya Hero sekali lagi yang lagi-lagi dijawab Toni dengan anggukan.


"Iya bos, masakan nona Aqila mulai ada peningkatan." bahkan Toni kembali meraih sandwich membuat Hero mulai percaya jika makanan buatan Aqila benar-benar enak.


__ADS_2