Seukir Tinta

Seukir Tinta
Berita Hero


__ADS_3

"Selamat sore, tuan." suara tegas itu membuat Isyhar menoleh, mendapat Alex yang sudah membungkuk, tanda hormat.


"Ada apa Lex? Apakah ada perkara penting untuk kau sampaikan?" tanya Isyhar memasang wajah tatkala seriusnya.


"Iya tuan, ada yang ingin saya sampaikan." tatapan Alex beralih pada Asyhar yang sedari tadi menatapnya dengan wajah dingin.


"Cihhh muka polosnya itu sama sekali tidak cocok diwajahnya dan aku tahu sebentar lagi dia pasti akan mengusirku." ucap Asyhar dalam hati.


Sedang Isyhar yang tahu maksud dari tatapan Alex, ikut menatap Asyhar yang sudah bangkit dari duduknya.


"Botak! Beraninya kau menatapku seperti itu. Aku tahu kau ingin aku keluar kan?" Alex menganggung membenarkan. "Cihhh sebelum kau mengusirku, aku pun sudah ingin pulang." lanjut Asyhar walau sebenarnya ia masih ingin tinggal menemani Isyhar.


"Syukurlah tuan." Alex benar-benar membuat Asyhar kesal. Dengan langkah kasar, Asyhar berjalan menuju pintu keluar. "Si Botak itu sungguh menyebalkan."


Setelah Asyhar keluar, Isyhar menatap Alex dengan wajah penuh tanda tanya. "Apa yang ingin kau sampaikan?"


"Soal tuan Hero, tuan." jawab Alex tampak ragu-ragu.


Isyhar memincingkan matanya dengan tangan terkepal erat. Sejak kejadian itu Isyhar sangat membenci Hero.


"Bukankah dia sedang berada diluar negeri?" Alex menggeleng dengan wajah serius.

__ADS_1


"Pimpinan Rajawali sudah kembali ke Indonesia sejak dua hari yang lalu, tuan. Dan menurut informasi yang saya dapatkan hari ahad nanti tuan Hero akan melangsungkan pernikahan."


Informasi Alex sungguh membuat Isyhar tercengang. Setahu Isyhar, Hero tidak ingin menikah dengan wanita mana pun karena wanitanya telah mengkhianati cinta Hero.


"Hero ingin menikah? Bukankah selama ini Hero tidak ingin menikah setelah Brenda mencampakkannya? Karena wanita itu lebih memilih menikahi pria yang lebih kaya dari Hero." Isyhar bertanya dalam hati.


Sejenak Isyhar tampak berpikir. "Apakah kau tahu nama dari wanita yang ingin Hero nikahi?" tanya Ishyar lagi.


"Aqila Aditya Kusuma, tuan." Ishyar mengangguk paham kala mendengar nama wanita itu berbeda dari nama wanita yang selama ini Hero cintai.


"Dia benar-benar sudah berubah, setelah membuatku celaka, dia pun ingin menikah bersama wanita pilihannya." Ishyar bergumam dalam hati.


Setelah merasa informasi Alex cukup, Isyhar mengimbaskan tangannya. "Keluarlah, aku ingin istirahat."


Isyhar menatap kepergian Alex dengan rahang yang mengeras. Sungguh berita ini adalah berita yang tidak terduga baginya.


Kemudian Isyhar meraih ponsel yang ada diatas nakas. "Alex, sekarang juga kau harus mencarikanku pendonor hati karena aku ingin menghadiri acara pernikahan Hero dengan penuh suka cita." ucap Isyhar setelah sambungan telpon terhubung.


"Baik, tuan."


Isyhar tersenyum puas setelah mengakhiri telpon. "Hero! Kau harus menyambutku dengan wajah bahagia dihari pernikahanmu nanti."

__ADS_1


...


Hari esok kembali hadir. Setelah menyuruh Alex mengurus segalanya, Isyhar kini diperiksa Ramdan dengan Alex yang selalu setia menemani.


Setelah diperiksa, Isyhar menatap Ramdan dengan wajah penuh keseriusan.


"Jadi bagaimana Dok, apakah saya sudah bisa melakukan operasi?" tanya Isyhar dengan nada menekan.


Ramdan yang menerima pertanyaan itu tampak berpikir keras. "Sebenarnya keadaan Isyhar mulai membaik tapi kami dari pihak rumah sakit belum mendapatkan pendonor." Ramdan menjelaskan.


Dan mendengar jawaban Ramdan membuat Isyhar menatap Alex yang sudah mengangguk paham.


"Kalian, cepatlah masuk!" suara Alex menggema hingga membuat beberapa pria berseragam hitam masuk.


Ramdan yang melihat pria itu, menatap penuh tanda tanya dengan beberapa pria bertubuh tinggi yang sudah berdiri dibelakangnya.


"Dok, mereka semua adalah calon pendonor tuan Isyhar jadi saya ingin kalau tuan kami segera di operasi dan jika perlu sesegera mungkin." ucap Alex lagi.


Mendadak mata Ramdan membola, tidak percaya dengan ucapan Alex. Ditambah lagi dengan melihat beberapa pria bertubuh tinggi itu.


"Sebenarnya pekerjaan Isyhar apa, ya? Kenapa aku merasa ada yang tidak beres dari mereka semua." Ramdan mulai bergumam dalam hati.

__ADS_1


Sementara Isyhar yang melihat Ramdan melamun, sudah mengangguk. "Jadi bagaimana Dok, apakah saya bisa dioperasi?"


__ADS_2