
Sedang ditempat lain, tampak Asyhar yang tengah menerima telpon. Wajahnya begitu syok akan berita yang baru saja diketahuinya.
"Botak! Saya ke rumah sakit sekarang." Asyhar bergegas pergi usai menerima telpon dari Alex.
Berlari meninggalkan kelas membuat seluruh mahasiswa yang ada disana saling menatap penuh tanya.
Setelah menerima telpon dari Alex, Asyhar langsung menuju rumah sakit dengan mengendarai mobil.
Saking buru-burunya, Asyhar bahkan hampir menabrak tukang bakso yang ingin menyebrang jalan. Untung saja Asyhar segera mengerem. "Astagfirullah!"
"Punya mobil disayang dong, Mas. Saya aja yang hanya punya gerobak sangat sayang sama gerobak saya." teriak Mas tukang bakso itu yang tidak terima.
Namun karena terburu-buru dan melihat tukang bakso itu baik-baik saja, Asyhar memilih melajukan mobilnya dengan tujuan segera tiba di rumah sakit.
"Huhhh!! Percuma kaya kalau bawa mobil masih unggal-unggalan." Mas tukang bakso itu kembali berteriak.
...
Akhirnya Asyhar tiba di rumah sakit, ia langsung berjalan menuju ruangan Isyhar setelah memarkirkan mobil.
Dengan wajah cemas, Asyhar memasuki ruangan dan mendapat Isyhar yang sudah tertidur.
Tidak ingin mengganggu istirahat Isyhar, Asyhar beralih duduk disamping Alex yang sedang sibuk menatap laptop. "Kenapa kau tidak memberitahuku jika semalam Isyhar operasi?" tanya Asyhar.
__ADS_1
Cukup lama Asyhar menunggu namun Alex tak kunjung menjawab pertanyaannya, pria tidak berambut itu masih betah dengan laptopnya hingga tanpa ia sadari jika Asyhar sudah datang.
Melihat Alex tidak menjawab membuat Asyhar semakin kesal akan tingkah Alex yang selalu saja membuatnya marah. "ALEEEEEEX!" Asyhar berteriak.
Bahkan Alex sampai bangkit dari duduknya, menatap Asyhar yang sudah tersenyum lebar. "Kau sedang apa? Sampai-sampai kau tidak melihat keberadaanku?"
Karena penasaran, Asyhar meraih laptop Alex hingga membuat Asyhar mengernyitkan dahi atas isi pencarian yang ditelusuri Alex.
"Kau sedang mencari cara cepat menyembuhkan amnesia? Emang siapa yang amnesia?" Asyhar belum tahu soal Isyhar amnesia karena tadi Alex hanya memberitahu jika Isyhar sudah dioperasi.
Gleg!!
Dengan susah payah, Alex menelan salivanya yang terasa sangat sulit tertelan. Terlebih melihat wajah Asyhar yang kini menatap Isyhar.
"Alex siapa dia? Kenapa wajahnya sangat mirip denganku?" ucapan Isyhar berhasil membuat Asyhar tertegun.
Dan tanpa terasa buliran bening mulai tergenang dipelupuk mata Asyhar, seolah tidak percaya dengan kenyataan yang sekarang.
Baru saja Asyhar bahagia mendengar kabar operasi Isyhar berjalan dengan lancar kini kenyataan pahit kembali hadir.
Dengan tatapan sedih, Asyhar melangkah mendekati Isyhar dan memeluk tubuh kembarannya itu kuat-kuat. Sedang Isyhar yang dipeluk merasa damai dalam pelukan itu.
Merenggangkan pelukannya, Asyhar tersenyum lebar. Ia mencoba kuat menghadapi kenyataan tersebut.
__ADS_1
"Aku Asyhar, kakak sekaligus saudara kembarmu." ucap Asyhar, mencoba meyakinkan Isyhar yang sudah mengangguk.
"Jadi kau adalah kembaranku?" Asyhar membalasnya dengan anggukan. "Pantas kita sangat mirip!" lanjut Isyhar dengan wajah datar.
"Bukan hanya itu, kau juga masih memiliki kakak bernama kak Abdar dan ipar bernama Ara yang sekarang sudah hamil anak pertamanya."
Pelan-pelan Asyhar mulai menceritakan segala yang berhubungan dengan keluarganya dan beberapa cerita lucu Isyhar, saat mereka masih kecil membuat Isyhar tertawa.
"Apakah dulu kita senakal itu?" Asyhar mengangguk diiringi tawa yang menggema.
"Wah, aku masih tidak menyangka jika dulunya kita senakal itu." keduanya sama-sama tertawa dengan wajah penuh kebahagiaan.
Melihat wajah Isyhar begitu senang setelah sekian lama membuat hati Asyhar ikut bahagia.
"Syukurlah, Isyhar yang dulu akhirnya kembali lagi." gumam Asyhar berbatin didalam hati.
...
Hari menjelang sore bahkan sinar matahari mulai meredup, membawa sejuta kenangan bersamanya di hari ini.
Aisyah yang masih sibuk didepan laptop, sesekali merenggangkan otot-ototnya yang terasa keram akibat seharian tinggal di kamar.
"Sepertinya aku membutuh udara segera." Aisyah bangkit dari tempat pembaringan, melangkahkan kakinya menuju balkon kamar.
__ADS_1