
Aqila kembali ke dalam kamar usai mengantar kepergian Dirga. Hari ini adalah hari yang paling memilukan di hidup Aqila.
Pernikahan yang diimpikannya selama ini telah pupus sudah, seiiring mengetahui segala kenyataan pahit di hari ini.
Dengan menghela napas, Aqila mendudukkan tubuhnya keatas pembaringan masih dengan penampilan berantakan.
Bahkan kedua matanya tampak sembab karena seharian ini terus menangis.
"Percuma memiliki suami setampan dan sekaya Hero jika dia sama sekali tidak memiliki hati." ucap Aqila lalu menatap seisi kamarnya. "Dan percuma juga aku tinggal di kamar yang lebih mewah dari kamarku namun aku tidak akan pernah bahagia."
Perlahan Aqila membaringkan tuhuhnya yang terasa remuk, memejamkan kedua matanya berharap bisa melupakan segala kejadian hari ini.
Flashback On
Berada di halaman rumah, Aqila menatap Dirga dengan tatapan penuh harapan. Sadar akan tatapan itu Dirga mengelus puncak kepala Aqila.
"Iya kak, aku berjanji tidak akan memberitahu kejadian ini sama papa atau pun mama." seolah tahu pikiran Aqila, Aqila sudah mengangguk.
"Iya kakak percaya." Aqila membalikkan tubuh Dirga, membawa adiknya itu ke hadapan motor sport merah kesayangan adiknya.
"Naiklah dan pulanglah dengan selamat." ucap Aqila diiringi senyuman indah. Ia tidak ingin membuat Dirga melihatnya masih bersedih.
__ADS_1
Berbeda halnya dengan Dirga yang rasanya tidak ingin meninggalkan kakaknya bersama Hero. Ia tahu jika Aqila pasti akan disiksa lagi.
"Tapi kak, bisakah kakak juga berjanji padaku."
Dirga menatap Aqila yang sudah mengangguk dan melihat itu Dirga merongoh ponsel dan changer yang ada didalam tasnya.
"Ini ponselku, kak. Semua kontak teman-temanku ada disini. Ambillah dan gunakan ini karena aku tahu jika suatu hari nanti kakak pasti akan membutuhkannya." Dirga memberikan ponsel itu ke tangan Aqila yang masih terdiam.
Sebenarnya Aqila memang tidak membawa ponsel karena semalam sewaktu Hero membawanya pergi, ia sama sekali tidak membawa apapun kecuali gaun yang ia kenakan.
"Pakailah kak dan ku harap kakak selalu dalam keadaan sehat." Dirga menaiki motornya, memasang helm lalu menatap Aqila yang masih terdiam. "Kak, aku pergi sekarang. Assalamualaikum."
Setelah Aqila menjawab salam, Dirga pergi meninggalkannya sendiri. Matanya menatap ponsel yang ada di tangannya.
...
Berjalan masuk ke dalam, mata Aqila terbelalak mendapat Hero yang berada diambang pintu dengan memasang wajah datar.
Melihat itu dengan cepat Aqila menyembunyikan ponsel milik Dirga agar Hero tidak mengambilnya karena hanya benda itu yang sangat berharga untuknya saat ini.
"Apa mas Hero melihat ponsel Dirga?" gumam Aqila dalam hati namun sebisa mungkin bersikap biasa saja.
__ADS_1
"Cepat pergilah beristirahat karena besok pagi kau harus ikut padaku." tidak ingin banyak bertanya, Aqila hanya mengangguk setelah itu melangkah pergi.
Flashback Off
...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Dirga tiba di rumah yang selama ini di tumbuhi dewasa bersama Aqila.
Membuka helm dan menuruni motor, Dirga menatap ke seluruh pemandangan yang ada di halaman rumahnya.
Hingga bayangan masa kecilnya kembali hadir, saat mereka sedang bermain petak umpet, kejar-kejaran, ayunan dan masih banyak lagi.
Mengingat semua itu Dirga menghela napas.
"Kasihan sekali kak Aqil, dia harus meninggalkan rumah ini dan tinggal di rumah yang lebih mewah namun akan sangat menyiksa batinnya." ucap Dirga kembali menghembuskan napas.
Dengan tatapan senduh, Dirga memasuki rumahnya dan mendapat kedua orang tuanya yang sedang menonton tv.
Kedua tangan Dirga terkepal erat, usai mengetahui semua tindakan papa Adit yang tidak senonoh kepada Aqila. "Papa jahat."
Dirga berjalan masuk begitu saja, menghiraukan panggilan kedua orang tuanya yang terus menyebut namanya.
__ADS_1
Melihat Dirga yang tidak biasanya seperti, papa Adit dan mama Laura melempar tatapan bingung. Dirga yang selalu menghampirinya dengan candaan, mendadak tidak mempedulikan mereka.
"Pa, Dirga kenapa?" tanya mama Laura yang dijawab papa Adit dengan menggeleng. Pasalnya, ia juga tidak tahu apa yang telah terjadi kepada anak bungsunya itu.