
Aisyah dan Anisa saling tatap kemudian sama-sama mengangguk hingga kembali menatap Mina lagi.
"Kalau Aqila, dia kemana?" tanya Aisyah yang Mina balas dengan menghela napas.
"Sejak malam pengantin non Aqila, dia sudah dibawa sama tuan Hero pergi ke rumahnya non."
"ICAAA, NISAAA!"
Suara familiar itu membuat Aisyah dan Anisa berbalik, mereka tahu yang memanggil namanya adalah sosok yang mereka cari.
Saking senangnya, Aisyah dan Anisa berlari menghampiri Aqila yang berjalan pelan didampingi Hero disampingnya.
"Qil, kita kangen." ucap Anisa disela pelukan mereka yang sudah hampir sebulan ini tidak pernah bertemu.
Aqila tersenyum, semakin mengeratkan pelukannya. "Aku juga kangen kalian dan maaf bila selama ini aku tidak pernah menghubungi kalian."
"It's ok." sahut Aisyah cepat, ia tidak ingin moment sebeharga ini cepat-cepat berakhir.
Sementara Hero yang melihat adegan itu ikut tersenyum. Ingatannya mengingat ke masa lalu dimana jika bertemu Asyhar dan Isyhar, mereka juga akan seperti itu.
"Asyhar, aku yang salah." tiba-tiba Hero menghela napas. Sejak kejadian itu hidup Hero bagaikan di hantui oleh sosok Asyhar.
Dan melihat Hero yang lagi melamun, Aqila meraih tangan Hero. "Kamu kenapa?" tanya Aqila yang dijawab Hero dengan tersenyum.
__ADS_1
"Aku nggak apa-apa!" Aqila ikut tersenyum, ada rasa bahagia melihat Hero yang sudah berubah bahkan Hero berjanji akan menuruti segala keinginannya.
Sambil memeluk Hero dari samping, Aqila menatap kedua sahabatnya. "Ayo kita masuk!" semuanya mengangguk.
Namun tanpa mereka sadari, seorang pemuda tersenyum haru melihat adegan yang ada dihadapannya.
Dengan perasaan bahagia, Dirga berlari kearah Aqila dan Hero yang sudah berjalan masuk.
"Kakak Aqil." ucapan Dirga membuat semua orang menatap kearah Dirga yang sudah memeluk Aqila tapi baru saja Dirga memeluk Aqila, Hero sudah memisahkan keduanya.
"Pelan-pelan, kau sangat berlebihan." melihat Dirga yang begitu senang membuat Hero risih terhadap Dirga. Ia takut bila anaknya kenapa-kenapa.
Sedang Dirga sudah mendengus kesal dengan perlakuan Hero yang masih suka marah-marah.
"Mama!" ucap Aqila membuat mama Laura menoleh.
"Anak mama." mama Laura mendekati Aqila dan Hero yang baru kali ini datang mengunjungi mereka setelah menikah. Dengan perasaan tidak menyangka, mama Laura langsung memeluk Aqila dengan erat.
"Aqila rindu mama." Aqila membalas pelukan mama Laura, menyesap aroma tubuh mama Laura yang sudah lama tidak ia rasakan.
Begitu pula mama Laura, sudah sangat merindukan putri manjanya itu. "Mama juga nak." sambil mengelus pelan puncak kepala Aqila.
Dan semua orang yang melihat itu tampak terharu, melihat Aqila dan mama Laura.
__ADS_1
Setelah puas melepas kerinduan, mama Laura menatap bergantian semua orang yang ada disana.
"Mina, cepat bawakan minuman dan cemilan. Aku tidak ingin membuat anak, mantu dan calon cucuku kelaparan." Mina yang sedari tadi berdiri dibelakang Anisa langsung pergi.
Dengan langkah pelan, Aqila dituntun Hero berjalan. "Hati-hati." ucap Hero.
Sejak tadi Hero selalu was-was terhadap Aqila namun diperlakukan seperti itu membuat Aqila merasa sangat bahagia.
Sedangkan mama Laura melihat kedekatan anak dan menantunya, merasa sangat bahagia.
Hingga semuanya sudah duduk bersama di kursi ruang tamu. Aqila yang sudah tidak sabar memberitahu kabar berita kehamilannya pada keluarganya sudah tersenyum.
"Oh iya, ada sesuatu yang ingin Aqila sampaikan pada kalian semua." ucap Aqila mulai membuka pembicaraan.
Aqila memberi jedah hingga membuat semua orang memasang wajah penasaran. Terlebih mama Laura yang tampak gelisah.
"Kami baru saja pulang dari rumah sakit dan kata dokter Aqila sedang hamil." ucap Aqila memberitahu.
Spontan semua orang terkejut mendengar berita itu sekaligus senang. Berita itu membuat semua orang turut berbahagia.
Terlebih mama Laura, sudah memeluk Aqila kembali. "Jadi sebentar lagi mama akan menimang cucu?" Aqila mengangguk membuat mama Laura semakin bahagia.
"Wah! Selamat ya Qil. Kami berdua sangat bahagia mendengar kabar baik ini." ucap Aisyah yang dijawab Aqila dengan anggukan.
__ADS_1