Seukir Tinta

Seukir Tinta
Pria tanpa rambut


__ADS_3

Keesokan hari, Aisyah tersenyum puas setelah membaca semua lembaran yang ada di buku Love Story.


"Akhirnya, buku ini selesai juga." Aisyah bangkit dan meletakkan buku itu ke rak tempat koleksi buku-buku favoritenya.


"Kisah cintanya memang menarik tapi aku tak ingin kisah cintaku ada duanya, aku ingin kisahku berbeda dari kisah-kisah cinta yang lain." gumam Aisyah lagi.


Setelah meletakkan buku tersebut, Aisyah keluar kamar menuju ruang tamu. Dipandanginya Ibu Amira yang sudah menjahit.


Dan melihat kain miliknya tergeletak diatas lantai membuat Aisyah tersenyum. "Wah! Ibu sudah mau menjahit bajunya Ica?"


Ibu Amira membalasnya dengan anggukan. "Pergilah sarapan, setelah itu bantu Ibu memotong kain." tanpa menunggu lama, Aisyah langsung mengiyakan ucapan Ibu Amira.


...


Tak terasa sore telah menjelang, seharian membantu Ibu Amira membuat Aisyah bosan di rumah. Aisyah memutuskan ke rumah sakit untuk menuntaskan penatnya karena hanya ditempat itulah, Aisyah bisa meluapkan segalanya.


Dan disinilah Aisyah sekarang, sudah duduk di bangku taman rumah sakit sambil memandangi langit yang mulai meredup.


Sesekali Aisyah menghembuskan napas hingga tidak lama setelah itu Ramdan ikut duduk disamping Aisyah.

__ADS_1


"Apakah Ica merasa bosan lagi makanya datang kemari?" suara Ramdan membuat Aisyah menoleh, mendapat Ramdan yang juga menatap ke depan.


Cukup lama Aisyah memberi jeda kemudian ikut menatap kearah depan sambil menghela napas. "Iya Mas. Ica kalo tinggal di rumah suntuk, pengennya tinggal disini aja."


Tawa Ramdan seketika pecah mendengar penuturan polos Aisyah. Dengan lembut Ramdan mengelus puncak kepala Aisyah. "Terus kalau Ica tinggal disini, Ibu sama siapa?"


"Iya, Ibu kan bisa ikut tinggal disini juga bareng sama Ica." Aisyah lalu menatap Ramdan, tatapannya seolah meminta penjelasan. "Oh iya jadi bagaimana apa Mas Ramdan sudah menentukan pilihan?"


Mendadak Ramdan bergeming, ucapan Aisyah berhasil membuatnya bagaikan orang bodoh. "Iya, Mas sudah punya pilihan."


"Apa Mas? Mas Ramdan tidak asal pilih aja kan?" penasaran akan pilihan Ramdan, Aisyah memasang wajah seriusnya.


Setelah mengingat semua itu, Ramdan tersenyum memperhatikan Aisyah yang masih fokus menatapnya.


Dengan tersenyum usil, tangan Ramdan terulur menarik hidung Aisyah membuat Aisyah menjerit.


"Ihhhh sakiiiiiiit." Aisyah yang tidak terima membalas Ramdan dengan memukul lengan kekar Ramdan namun Ramdan hanya ikut memperagakan ucapan Aisyah membuat Aisyah mendengus kesal.


Mereka selalu saja seperti ini, tiada hari tanpa bertengkar namun walau begitu, baik Aisyah ataupun Ramdan, mereka akan kembali happy. Seperti halnya sekarang keduanya sudah tertawa bersama.

__ADS_1


Setelah puas tertawa, Aisyah kembali menatap Ramdan dengan memasang wajah serius. "Jadi Mas Ramdan pilih apa?" tanya Aisyah semakin ingin tahu.


Sedang Ramdan yang masih belum puas mengusili Aisyah memilih bangkit dan berjalan meninggalkan Aisyah.


Melihat Ramdan pergi, Aisyah juga ikut bangkit. "Ihhhh Mas Ramdan pilih apa?" Aisyah berlari mengejar Ramdan namun pria itu terus berjalan, menghiraukan ucapan Aisyah.


Dan tanpa mereka sadari, Isyhar tertawa menatap kelakuan dua kakak beradik itu yang selalu berhasil membuatnya tertawa.


Hingga Asyhar yang tadinya memainkan ponsel dibuat bingung sendiri, menatap Isyhar yang tertawa layaknya orang yang kurang waras. "Dia sedang melihat apa?"


Isyhar yang menatap keluar jendela membuat Asyhar ikut menatap kearah tersebut namun Asyhar semakin dibuat bingung karena disana tidak yang lucu.


"Tidak ada apa pun disana lalu kenapa dia senyam-senyum seperti orang tak waras?" Asyhar semakin bertanya-tanya.


Namun tidak ingin berlarut dalam kebingungan, Asyhar mengedikkan bahu dan kembali memainkan benda pipih yang sejak tadi dimainkannya.


Baru saja Asyhar fokus memainkan ponsel, suara ketukan pintu terdengar membuat Asyhar melirik kearah pintu.


"Astaga! Si botak itu selalu saja mengganggu." Asyhar menatap tidak suka pada pria tanpa rambut yang sudah berjalan masuk mendekati Isyhar.

__ADS_1


__ADS_2