
Dihirupnya banyak-banyak pasokan udara dengan mata terpejam. Setelah itu Aisyah tersenyum, menatap seluruh pemandangan yang ada.
"Hari ini cukup melelahkan." gumam Aisyah pelan lalu kedua matanya menatap kearah pagar, berharap benda biru yang ditunggunya sudah tiba.
Namun sekali lagi, Aisyah harus menelan rasa kecewa. "Kenapa dia belum juga mengirim surat, ya?" gumam Aisyah. Sejak kemarin ia memang selalu menunggu namun nyatanya tak kunjung datang. "Apakah terjadi sesuatu dengannya?"
...
Pagi datang menghampiri, Aisyah yang semalaman tidak tertidur dengan baik membuat wajahnya tampak kelelahan.
Dengan langkah tidak bersemangat, Aisyah menuruni anak tangga hingga duduk di meja makan.
Ibu Amira yang menatap sang anak tidak seperti biasanya menjadi bingung. Sambil memberi lauk pauk untuk Aisyah, Ibu Amira tersenyum.
"Ica, ada apa sayang? Kenapa wajah Ica ditekuk kek adonan donat gitu?" tanya Ibu Amira, sebenarnya ia sangat tidak tega melihat anaknya sedih.
"Ica baik-baik aja kok, Bu. Cuman semalam Ica tidak beristirahat dengan baik makanya seperti ini." jawab Aisyah membuat Ibu Amira mengangguk.
"Kalau gitu Ica makan dulu, setelah ini Ibu akan membuatkan jamu segar untuk Ica agar anak Ibu kembali bersemangat." Aisyah mengangguk dan mulai memakan makanannya.
...
Tampak Alex dan Asyhar sedang melihat Isyhar yang tengah diperiksa Ramdan. Sejak kemarin, Isyhar menghabiskan waktunya bersama Asyhar.
__ADS_1
Usai pemeriksaan, Asyhar mendekati Ramdan yang masih menatap Isyhar. "Bagaimana dengan keadaan Isyhar, Dok?"
"Alhamdulillah, keaadan Isyhar semakin membaik. Untungnya hatinya cepat merespon." jawab Ramdan diiringi senyuman membuat Alex dan Asyhar ikut bahagia.
"Kalau terus seperti ini, 2 atau 3 hari Isyhar sudah bisa pulang." lanjut Ramdan kemudian keluar usai berpamitan.
Melihat kepergian Ramdan, Isyhar menatap Asyhar. "Jadi kapan aku bisa pulang?" tanya Isyhar. Ia sudah merasa bosan tinggal di rumah sakit.
"Besok atau lusa tapi jika kau ingin segera pulang maka kau harus memperbaiki pola makanmu dan tidak boleh banyak pikiran." ingin segera pulang,
Isyhar langsung mengangguk.
...
Bahkan beberapa wartawan turut hadir untuk meliput upacara pernikahan Aqila yang menjadi terending topik.
Dibalik sebuah cermin, 3 wanita cantik sudah menjelma layaknya putri Cinderella. Mereka bertiga tidak lain adalah Aisyah, Aqila dan Anisa.
Hari ini, Aqila begitu menawan dengan gaun putih tulang yang melekat ditubuh indahnya ditambah polesan muke up naturan yang menghiasi wajah cantiknya.
"Aqila! Hari ini kau sangat cantik!" ucap Anisa yang entah sudah keberapa kalinya membuat wajah Aqila merona karena sejak tadi Anisa tidak henti-hentinya selalu memuji.
"Iya Qil, kau sungguh cantik!" Aisyah membenarkan karena hari ini Aqila benar-benar sangat mempesona dihati.
__ADS_1
"Kalian juga tidak kalah cantiknya dariku." Aqila tersenyum, menatap pantulan cermin yang memperlihatkan Aisyah dan Anisa sama-sama tersenyum.
Namun tidak lama setelah itu, seorang pria berwajah tampan datang menghampiri.
"Kak Aqila, semua orang sudah siap. Mama menyuruhku untuk membawa kakak turun ke bawah." jelas Dirga, adik Aqila satu-satunya.
Sekali lagi, Aqila menghela napas panjang. Tentu setelah hari ini ia akan menjalani hari-hari yang berbeda dari hari sebelumnya.
"Bismillah, semoga pernikahanku menjadi pernikahan pertama dan terakhir untukku." ucap Aqila. Di dunia ini semua wanita pasti menginginkan hal yang sama.
Mendengar ucapan Aqila, baik Aisyah, Anisa, Dirga langsung mengaminkan doa Aqila.
...
Semua mata terarahkan pada pesona dari ketiga wanita cantik yang tengah berjalan menggandeng tangan mempelai wanita.
Bahkan sudah banyak dari para tamu, memuji ketiganya yang tampil begitu menawan ditengah-tengah mereka.
Setelah membawa Aqila duduk disamping calon mempelai pria, Aisyah dan Anisa duduk dibelakang kedua orang tua Aqila dengan wajah penuh haru.
Hingga kalimat SAH terdengar menggema diruangan itu yang berarti Aqila Herlambang sudah sah menjadi istri dari Hero Triondisti.
Tangan Aqila telurur, untuk pertama kalinya Aqila menatap wajah suaminya. Wajah yang begitu tampan dengan pesona pria idaman yang selalu Aqila impikan.
__ADS_1