
Malam menjelang, Aisyah tengah berdiri di balkon kamar. Dipandanginya pemandangan luar dengan sesekali menghebuskan napas.
"Aqila, semoga engkau memilih jalan yang benar. Baik itu untukmu dan kelak untuk keluargamu." gumam Aisyah diiringi anggukan.
...
Hari telah berganti, Aisyah yang tidak memiliki jadwal kuliah memutuskan untuk pergi ke toko kain.
Sejak tadi Aisyah bingung memilih berbagai macam kain yang ada didepannya. Dipandanginya Ibu Amira yang juga sedang memilih-milih kain.
"Ibu, aku sudah melihat beberapa kain tapi belum ada satu pun dari kain ini yang aku pilih." Aisyah menghela napas.
Ibu Amira yang mendengar ucapan Aisyah langsung mendekati anaknya dengan tersenyum.
"Sayang, ini baru mencari kain loh belum lagi jika Aisyah ingin mencari jodoh." ucap Ibu Amira bergurau hingga Aisyah dibuat jadi salah tingkah.
Dan melihat Aisyah yang seperti itu membuat Ibu Amira menggeleng sambil meraih salah satu kain yang menurutnya cocok untuk Aisyah pakai.
"Sepertinya, Ica cocoknya memakai warna ini!" Ibu Amira memposisikan kain itu ke badan Aisyah dan itu langsung diangguki Aisyah.
"Oh iya, Ibu memang benar!" balas Aisyah diiringi senyuman indah.
__ADS_1
Setelah memilih kain, Aisyah dan Ibu Amira beranjak dari toko. Tatapan Aisyah menyapu seluruh tempat yang ada di pasar.
"Ibu, Ica mau kesana ya?" Aisyah menunjuk sebuah toko buku yang tidak jauh dari tempatnya berdiri
Setelah mendapat anggukan Ibu Amira, langkah Aisyah dengan cepat menepis segala jarak yang ada hingga tiba di toko buku. Tatapannya menatap takjub banyaknya buku-buku yang ada disana.
"Wah, buku disini banyak sekali." Aisyah melebarkan pandangannya hingga melihat sebuah buku yang selama ini dicari-cari. "Bukankah buku itu buku yang selama ini aku cari?"
Bahagia mendapat buku itu dengan segera Aisyah menuju tempat dimana buku tersebut berada namun senyumannya tiba-tiba sirna kala melihat seseorang mengambilnya.
"Ara!" mata Aisyah membola, menatap siapa yang mengambil buku yang menjadi targetnya selama ini.
"Aisyah!" ucap seorang wanita cantik yang juga tatkala terkejutnya dari Aisyah.
"Oh iya, Ica apa kabar?" Ara melepas pelukannya sambil menarik tangan Aisyah untuk duduk dibangku hingga keduanya sama-sama duduk.
"Alhamdulillah baik, Ara sendiri apa kabar?" tanya Aisyah membuat Ara tersenyum lebar.
"Seperti yang kamu lihat, aku sangat baik." Ara membalas ucapan Aisyah sambil mengelus perutnya.
Hingga Aisyah ikut menatap perut Ara yang memang tampak buncit. "Oh iya Ca, sekarang aku sedang hamil dan usia kandunganku sudah jalan 12 minggu."
__ADS_1
Aisyah yang bahagia mendengar berita itu ikut mengelus perut Ara. "Alhamdulillah, aku senang mendengarnya."
Dan tidak lama setelahnya, seorang pria datang menghampiri Ara membuat Ara langsung berdiri.
Begitu pun dengan Aisyah yang juga ikut berdiri dan alangkah dibuat terkejutnya ketika melihat siapa pria tersebut.
"Aisyah!" Asyhar yang sama kagetnya melihat keberadaan Aisyah lalu menunjuk sosok pujaan hatinya dan itu tidak lepas dari penglihatan Ara.
"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Ara yang langsung dijawab Aisyah dan Asyhar dengan anggukan. "Syukurlah, itu berarti aku tidak perlu repot-repot lagi memperkenalkan kalian." lanjut Ara.
Namun keduanya tampak masih bingung dengan beberapa pertanyaan yang ada dipikiran masing-masing.
"Pak Asyhar sama Ara pasangan suami istri?" pertanyaan Aisyah lolos keluar membuat Asyhar dan Ara sejenak saling menatap hingga kemudian tertawa bersama.
Dan melihat tingkah keduanya membuat Aisyah semakin bingung dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.
"Ica, Asyhar ini bukan suamiku tapi dia adik iparku. Aku dan kakak Asyhar sudah menikah beberapa bulan yang lalu." jelas Ara dan Aisyah mengangguk paham.
"Lalu suamimu ada dimana sekarang?" Aisyah kembali melemparkan pertanyaan.
"Tadinya dia masih bersamaku cuma mendadak di kantor ada yang harus dia kerja jadinya dia langsung kembali dan menyuruh Asyhar datang menjemputku." terang Ara lagi.
__ADS_1
Sedang Asyhar yang sedari tadi diam membisu menatap keduanya dengan bergantian. "Oh iya, sejak kapan kalian saling mengenal?"