
Raina dan Dewi kembali ke ruangan kerja mereka, di sana sudah berkumpul semua karyawan.
"Apa yang terjadi? " bisik Raina pada Dewi, 3 hari tidak masuk kerja membuat Raina ketinggalan banyak hal.
"Kita akan pindah ke AMD group secepat" balas Dewi berbisik.
"Huh, kenapa tiba-tiba sekali" Raina sangat kaget, terakhir kali mereka meeting waktu penggabungan masih sangat lama, kenapa sekarang, malah di percepat.
"Perusahaan kita memang tidak terlalu roboh, tetapi jika lebih lama di biarkan, aku takut perusahaan akan jatuh lebih dalam" jelas Pemimpin perusahaan mereka. Sebenarnya perusahaan tempat Raina berkerja bukanlah perusahaan induk, mereka masih dalam naungan AMD.
"Persiapkan diri kalian, besok kita akan bergabung bersama mereka" ucap pimpinan mereka mengakhiri meeting kali ini.
"Ya ampun.... " Raina menarik rambut nya frustasi, bagaimana, semua ini bisa terjadi. Raina tidak bisa satu kantor dengan Alex Jika mereka satu kantor dan pernikahan mereka lambat laun akan terbongkar.
"Ada apa Raina, kenapa kamu terlihat putus asa seperti itu? " tanya Dewi.
"Jangan bilang kamu belum memberitahukan kak Diano soal ini! " tebak Dewi menatap Raina yang kembali mengerang frustasi.
"Aku harus gimana dong Dewi"
"Yah kamu tinggal bilang sama kak Diano" jawab Dewi singkat.
"Tapi... "
"Udah deh, kamu tu harus jujur. Jika tidak kak Diano akan marah pada mu" peringatan Dewi. Raina terdiam, ia memikirkan bagaimana cara, memberitahu Diano, pria itu terlalu dingin padanya.
"Baiklah, seteleh makan malam aku akan memberi tahunya" gumam Raina menyemangati dirinya sendiri.
Pukul 3 sore, Raina pulang dari kantor. Pekerjaan di kantor hanya membereskan barang milik masing-masing, jadi Raina bisa pulang lebih awal.
"Aku masak apa yah untuk, kak Diano? " gumam Raina menatap isi kulkas, ia berpikir membuat makanan yang paling enak, agar hati Diano melunak dan tidak marah ketika Raina akan mengatakan jika mereka akan satu kantor.
Raina mengambil ayam dan ikan patin. Ia akan membuat sop ayam dan goreng ikan patin. Semoga saja Alex menyukai masakan sederhana yang Raina masak.
__ADS_1
Butuh waktu 1 setengah jam menyiapkan semuanya. Akhirnya Raina selesai juga dan sop ayam dan Goreng ikan patin. Raina menatap masakannya dengan senyum mereka, ia membayangkan Alex memakan masakannya dengan lahap seperti malam itu.
"Sekarang waktunya aku untuk mandi, sebentar lagi kak Alex pasti pulang" Gumam Raina, ia menutup masakannya yang sudah tersaji di atas meja menggunakan tudung saji.
Sudah pukul 7 malam, Alex masih belum menampakkan diri pulang ke rumah. Raina bergerak mondar mandir di ruang makan. Ia bergerak gelisah memikirkan kata kata yang pas bicara dengan Alex.
"Bagaimana caranya aku memberitahu kak Alex" Gumam Raina. Ia tidak sadar Alex baru saja memasuki ruang makan dan berhenti di belakang Raina setelah mendengar gumaman Raina.
"Memberitahu apa? " tanya Alex.
"Kak Alex.... kakak kapan pulang? " tanya Raina mulai ketakutan, ia tersenyum canggung.
"Jawab pertanyaan ku" ucap Alex dingin.
"Pertanyaan yang mana kak? " tanya Raina pura pura bodoh. Padahal dirinya paham apa yang Alex maksud.
"Jangan pura-pura bodoh! " ketus Alex menatap tajam pada Raina.
"Aku.... ingin mengatakan pada kak Alex, kalau aku masak ayam dan ikan patin" jawab Raina. Alex mengerut, alisnya terangkat sebelah ke atas.
"Hemm.. baiklah, tolong, ambilkan aku" ucap Alex datar, ia menarik satu kursi lalu mendudukinya. Raina langsung mengambilkan makanan untuk Alex.
"Nah" Raina menyodorkan piring makan yang sudah terisi oleh sepotong ayam dan ikan patin yang Raina buat. Ada beberapa lalap sayur kesukaan Alex.
Raina menunggu Alex selesai makan, sakai menunggu Raina terus memikirkan kata kata yang pas.
"Kak.. " panggil Raina pelan.
"Hmm" jawab Alex dengan deheman, pria itu meneguk air putih lalu menatap pada Raina setelah meletakkan gelas air minum ke atas meja.
"Ada apa? "
"Umm... aku punya sesuatu yang ingin ku sampaikan pada mu" ucap Raina Ragu.
__ADS_1
Alex tak menjawab, ia hanya menatap Raina tanpa ekspresi menunggu Raina bicara.
"Aku besok-"
"Sebentar, Kamu lanjutkan saja makannya." Alex bangkit dari duduknya "Ada yang harus aku kerjakan" Alex teringat besok akan ada peninjauan dari CEO perusahaan nya, Alex harus mempersiapkan presentasi dan beberapa metode tentang proyek besar ini.
"Kak.... kak aku belum selesai bicara" ucap Raina.
"Besok saja" sahut Alex yang sudah berjalan cepat menuju kamarnya.
"Ais... Kak Alex... aku tu mau bilang, besok kita akan satu kantor!! " geram Raina memukul meja pelan. Ia merasa sangat kesal, kapan lagi kesempatan baginya memberitahu Alex.
"Ahhh... terserah lah!!! "erang Raina, ia memungut piring kotor kemudian di bawa ke dapur untuk di cuci.
Masih dalam keadaan kesal Raina membereskan semuanya sendiri, meskipun sibuk dengan urusan kantor, Raina tidak akan melalaikan tugasnya sebagai seorang istri. Meskipun pernikahan mereka hanya sebuah status, namun Alex tidak mempersulit nya dalam kehidupan, bahkan mereka berdamai hidup berdampingan.
Raina yang sudah terbiasa dengan sikap kulkas Alex tidak merasa terganggu, bahkan Raina merasa menghadapi Alex adalah tantangan baginya.
Setelah membereskan semua pekerjaan nya, Raina mendatangi kamar Alex, ia berniat mengetuk pintu kamar Alex yang terbuka sedikit. Raina tidak jadi mengetuk, ia memilih mengintip sedikit apakah Alex sedang berkerja atau sedang santai.
" Huh? dia sudah tidur? " Raina membuka pintu kamar Alex perlahan, lalu masuk dengan langkah pelan tanpa mengeluarkan bunyi apapun.
"Astaga, kak Alex tidur tanpa membuka sepatunya" gumam Raina, ia memperbaiki posisi tidur Alex. Membuka sepatu yang Alex kenakan. Tidur Alex terlihat sangat nyenyak, ia tidak sadar ketika Raina menyentuh kaki dan pipinya.
"Bintang ku terlalu mengkilau kan, sehingga aku sulit untuk, melihat mu" Gumam Raina menatap wajah Alex lekat.
"Nice dream" bisik Raina, ia menyelimuti tubuh Alex dengan selimut. Setelah memastikan Alex tidur dengan nyaman, barulah Raina keluar dari dalam kamar Alex.
Di luar dugaan, ternyata Alex tidak benar-benar tidur. Ia membuka matanya ketika suara pintu tertutup. Alex menatap pintu dimana tempat Raina keluar, tatapan Alex sulit di artikan. Pikiran nya sangat kacau, Alex tidak ingin membuat Raina semakin jauh dalam. rumah tangganya. Secepatnya Alex harus mencari cara agar membebaskan Raina. Menceraikan wanita itu tanpa merugikan hidupnya.
...----------------...
Hallo guys, jangan lupa like, komen dan vote yah. Tekan tombol Pavorit agar kalian tahu ketika author up episode baru. Ingat, tinggalkan jejak dan suport selalu yah😘😘😘
__ADS_1