
Masih di tempat yang sama. Alex duduk dengan mata menatap lurus ke tempat Raina berbaring. Sudah 1 bulan lamanya pria itu seperti ini, Alex telah mengajukan surat pengunduran dirinya pada perusahaan nya.
Sampai saat ini Raina masih belum menunjukkan tanda tanda untuk sadar. Walaupun begitu Alex tak sedikitpun mengeluh, ia tetap menjaga dan merawat Raina di rumah sakit. Bahkan pria itu tidak sempat memperhatikan penampilannya. Alex tak kurus, bola matanya di baluti oleh lingkaran hitam persis seperti mata panda.
"Nak, kamu harus makan" tutur Siren membawakan sepiring nasi berisi lauk pauk kesukaan Alex.
"Letakkan saja di situ ma, nanti Alex makan" jawab Alex datar, matanya masih setia menatap ke Raina.
"Sayang, kamu harus makan. Jika kamu tidak makan, tubuh kamu akan sakit. "
Alex tak menjawab lagi, ia hanya diam mendengarkan celotehan sang mama. Siren hanya bisa menghela nafas berat, setiap hari Alex seperti ini, yang ia pikirkan hanya Raina, rasa sesalnya membuat ia tak bisa menelan nasi ketika Raina masih terbaring di sana.
"Alex akan keluar sebentar, mama tolong jaga istri Alex sebentar" ucap Alex sembari beranjak dari duduknya.
Tinggal beberapa langkah alex menggapai knop pintu, terdengar suara lenguhan.
"Alex... " Panggil Siren. Secepat kilat Alex langsung berbalik dan mendekati ranjang Raina.
"Sayang.... Raina. Apa kamu dengar aku? " tanya Alex menggenggam tangan Raina, ia merasa sangat lega melihat Raina mulai membuka mata.
"Raina.. " panggil Siren.
Raina masih belum menjawab, matanya menyapu seluruh isi ruangan. Tubuhnya juga terasa hampir kaku dan sakit sakit. Mungkin efek terlalu lama berbaring di atas tempat tidur rumah sakit.
"Tante... "
"Iya sayang, ini mama" jawab Siren cepat.
"Kak Alex... " mata Raina beralih menatap pria yang terlihat sangat kacau.
"Iya sayang, aku di sini. Apa ada yang sakit? " tanya Alex. Raina tidak menjawab, ia mencoba untuk bangkit dari tidurnya.
"Sayang jangan bergerak dulu, aku akan memanggil kan dokter untuk mu" cegat Alex, lalu berlari keluar dari ruangan Raina.
"Dokter!!!! Dokter!!! Dokter!! " teriak Alex.
"Dok, tolong periksa istri saya. Raina sudah siuman" ujar Alex ketika dokter yang biasa memeriksa Raina menghampiri nya. Dengan bergerak cepat dokter dan di ikuti oleh satu orang suster berlari menuju ruangan rawat Raina.
Setibanya di ruang Raina, dokter langsung memeriksa kondisi Raina.
__ADS_1
"Bagaimana Dok? " tanya Alex tidak sabaran.
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan pak Alex, kondisi nyonya Raina sudah stabil. Setelah beristirahat selama sahari di rumah sakit, beliau sudah di perbolehkan pulang" jelas dokter membuat Alex bernafas lega.
"Terimakasih dok"
"Sayang, akhirnya kamu sembuh juga" Alex menatap Raina penuh sayang, menggenggam tangan Raina erat seolah takut gadis itu akan meninggalkan nya. Raina masih bingung, seluruh tubuhnya terasa kaku.
"Mohon di bawa nyonya berjalan jalan, agar sel selnya kembali bekerja seperti semula. Koma yang cukup lama membuat tubuh Nyonya terasa kaku" jelas dokter lagi.
"Baiklah dok" jawab Siren.
"Kalau begitu kami permisi"
Dokter dan suster keluar dari ruangan rawat Raina, kini tinggal mereka bertiga saja yang ada di sana. Siren mendekat pada menantunya, seulas senyum bahagia terukir di sana.
"Tante... sudah berapa lama aku tidur? " tanya Raina penasaran.
"Sudah sangat lama, lihat sayang. Alex sudah lumutan" canda Siren menunjuk pada Alex yang tidak terurus. Raina melirik Alex, ia meneliti penampilan Alex yang berantakan.
Kenapa kak Alex jadi begini? pria ini berubah jadi amburadul sekarang. pikir Raina.
"Aku bisa membaca semua yang kau pikirkan" sahut Alex lagi membuat Raina semakin bingung.
"Sudah sudah, sekarang kamu istirahat dulu. Nanti kita akan jalan jalan" lerai Siren memperbaiki posisi tidur Raina.
"Baiklah tante.. " sahut Raina.
"Sayang, jangan panggil tante lagi.... panggil Mama.. " eja Siren pada Raina.
"Umh... Baiklah mama"
"Nah pinter" kekeh Siren senang mendengar Raina memanggilnya dengan sebutan mama.
"Sayang, aku menghubungi semua orang dulu yah. Aku akan memberi tahu mereka kabar baik ini" ucap Alex tersenyum hangat, membuat Raina bersemu merah melihat nya. Ia hanya mengangguk pelan.
Raina beristirahat dengan memejamkan matanya, ia mencoba mengingat ingat kejadian apa yang telah terjadi sebelum ia koma.
Ibu..... Apa ibu baik baik saja???. Apa ibu senang sekarang? Raina bersama mereka. Kak Alex sudah baik pada ku ibu, apa ibu bahagia?.
__ADS_1
Raina tersenyum melihat wajah ibunya dalam pikirannya. Jauh di dalam kubur hatinya Raina sangat merasa sedih, namun di sisi lain Raina merasa senang karena dirinya tidak sendirian. Ada suami dan mertua yang sangat menyayanginya. Meskipun Raina masih belum terbiasa dengan sikap manis Alex.
Ceklek~
Alex kembali masuk ke ruangan Raina dengan membawa beberapa makanan kesukaan Raina. Alex sudah konsultasi pada dokter makanan apa saja yang Raina tidak boleh makan. Beruntung nya kondisi Raina sudah sangat normal, karena selama ini ia sudah sembuh namun tidak terbangun dari koma.
"Sayang.... " Alex memegang tangan Raina untuk membangunkan gadis itu.
"Engg.... Kak Alex" gumam Raina membuka mata, lalu mencoba mendudukkan tubuhnya yang langsung di bantu oleh Alex.
"Apa kamu lapar? " tanya Alex.
"Hmm... Sedikit" jawab Raina jujur.
Alex tersenyum hangat, mengambil sekotak bubur ayam kesukaan Raina dari kantong plastik yang ia bawa tadi.
"Mama kemana? " tanya Raina sembari mengedarkan pandangannya.
"Mama pulang sebentar, katanya mau mempersiapkan rumah untuk penyambutan kepulangan mu" jelas Alex sembari duduk di samping Raina.
"Aaaaa!!!! " ucap Alex membuka mulutnya agar Raina mengikutinya. Tangan Alex terangkat dengan sesendok bubur di depan mulut Raina.
"Kak aku bisa sendiri" ucap Raina tidak enak di suapin.
"Tidak sayang, aku harus menyuapi mu"
"Tidak kak, aku bisa makan sendiri. Tangan ku masih bisa menyuapi bubur itu ke mulut ku" tolak Raina.
"Aku tidak menerima penolakan, cepat buka mulut mu dan makan bubur ini. Aaaaa!!! " Alex kembali membuka mulutnya agar Raina mengikuti gerakannya. Dengan berat hati Raina menerima suapan bubur dari Alex.
"Nah kan pinter" ujar Alex tersenyum, ia kembali menyuapi Raina, lagi dan lagi.
Huh, sikap manis ini membuatku malu. batin Raina.
...----------------...
Maaf yah, sebenarnya author belum mau tamatin ceritanya. tapi karena kondisi author yang lagi sakit, author tidak bisa menjamin update setiap hari.
maka dari itu Author memutuskan untuk bikin status tamat. Maaf yah semuanya. aku sayang kalian😘
__ADS_1