Si Kulkas Itu Suamiku

Si Kulkas Itu Suamiku
(32) Kemarahan Raina


__ADS_3

Raina bergegas menuju ke ruangan Alex, ketika tiba di depan ruangan Alex, ketiga pria itu kembali menghadang Raina.


"Hei... apa kalian tidak memiliki pekerjaan lain, selain mengganggu ku? " tegur Raina mulai merasa terganggu.


"Bukan begitu Raina... Ka- hmm, Kami" jawab Ega tergagap. Ia bingung bagaimana cara menjelaskan pada Raina.


"Huh.. sudahlah, Aku harus segera masuk ke dalam ruangan Alex" ujar Raina.


"Tunggu Raina" Justin cepat cepat menghalangi Raina dengan berdiri didepan pintu ruangan Alex.


"Hei.. ada apa dengan kalian. Aku harus memberikan semua ini tepat waktu" Raina menunjukkan buku buku yang sudah ia selesai kan.


"Sudahlah, biarkan saja" sahut Jiandi. Justin perlahan beringsut minggir dari hadapan Raina.


"Kalian memang sangat aneh" cibir Raina. Lalu ia langsung mendorong pintu ruangan Alex.


"Bo... s, " ucapan Raina terhenti, pemandangan di depannya benar-benar membuat hatinya tergores.


"Raina!! " Alex mendorong tubuh Cia yang sejak tadi berusaha menggodanya.


"Ini tugas yang boss berikan tadi" ujar Raina menghempaskan semua buku buku tebal itu di atas meja Alex. Cia menatap remeh pada Raina, ia pikir Raina pasti akan merasa sakit dan akan segera meninggalkan ruangan itu.


"Dasar suami bodoh!!! " maki Raina, ia berjalan mendekati Alex dengan mendorong sedikit tubuh Cia agar lebih jauh dari Alex.


Raina memasang cincin pernikahannya, ia melirik semua kaca sudah menggelap jadi Gadis itu bisa membela Alex sekarang.


"Huh, kau yang bodoh. Bukan Alex" balas Via berusaha menyingkirkan Raina dari hadapan Alex. Namun Raina tak mau kalah, dengan mudahnya Raina mendorong tubuh Cia hingga wanita itu terhenyak di lantai.


"Kau yang harus minggir, dia suami ku!! jangan mengganggu suami ku lagi!!! " bentak Raina menatap Cia tajam. Alex cukup terkejut melihat kemarahan Raina yang terlihat alami.


"Huh, kau yang mengganggu, hubungan ku hancur karna mu!!! " teriak Cia. Ia sudah berdiri, menatap Raina tak kalah tajamnya.


"Huh, wanita mana yang sudah bersuami malah mengklaim suami orang menjadi kekasihnya?? " cibir Raina.


"Itu bukan urusan mu! " balas Cia.

__ADS_1


"Tentu saja Urusan ku!! " raut wajah Raina berubah menjadi menakutkan, Alex pun sempat terkesiap melihat perubahan Raina. Gadis polos dan lugu berubah menjadi garang dan menakutkan.


"Berhenti lah untuk mengganggu suami ku!! " peringatan Raina menggemah di telinga Cia.


"Cuihhh... Kau hanya pelarian, aku lebih dulu mengenal Alex" balas Cia tersenyum miring.


"Haaha.. Kau tidak tahu apa apa, mengenal Alex cuma setahun dua tahu!! "" cibir Raina tertawa renyah.


"Apa maksudnya? " batin Alex.


"Aku sudah mengenal Alex sejak kecil!!! Aku sudah mencintai nya sejak kecil!! " ujar Raina.


"Kai hanya sampah kecil yang datang untuk menjadi hiburan semata" lanjut Raina. Lalu dengan tegasnya Raina menarik tangan Cia dan melemparnya keluar dari ruangan Alex


"Kau akan menyesal melakukan ini pada ku!!!" teriak Cia menghempaskan tangan Raina.


"Aku tidak takut! " balas Raina.


"Aku akan memecat mu karena melakukan semua ini! " ujar Cia lagi. Namun tidak sedikit pun membuat Raina yang kalap takut mendengar nya.


Raina menutup pintu dengan hempasan keras, Cia yang masih berdiri di sana menggeram kesal. Seluruh pegawai yang ada di sana menatap nya dengan tatapan dingin, di tambah lagi pakaian Cia sudah acak acakan.


"Apa yang kau lihat!! " bentak Cia pada pegawai yang menatap aneh ke arahnya.


Alex kembali merapikan pakaiannya, menatap Raina duduk di sofa dengan nafas memburu.


Alex mendekati Raina, lalu duduk di samping Raina.


"Apa kau tidak tahu malu? " ujar Raina datar.


"Apa maksud mu? " tanya Alex bingung.


"Jika kau ingin melakukan sesuatu yang menjijikkan bersama wanita kotor seperti itu. Lakukan di luar kantor!!! "


"Untung aku yang melihatnya!! " ujar Raina lagi.

__ADS_1


Alex tidak mengerti arah pembicara Raina, ia tidak melakukan apapun. Cia lah yang memaksanya dan mencoba untuk menjadi. perkosanya.


"Apa kau bodoh?? jika aku ingin melakukan nya aku tidak akan memilih nya" balas Alex.


"Huh, tapi dia mantan kekasih mu. Dasar pebinor" ledek Raina di akhir kalimatnya.


"Apa kau bilang!!!! " geram Alex. Dia bukan Pebinor, Raina telalu keterlaluan melakukan semua itu padanya.


"Huh, sudah lah. Aku sudah bosan melihat mu! " dengus Raina kesal, lalu ia pergi keluar dari ruangan Alex.


"Hei... kau tidak bisa keluar dari ruangan ku tanpa seijin ku" teriak Alex, namun Raina tidak mendengarkannya. Raina tetap keluar dari ruangan Alex seenaknya.


"Huh, dasar gadis itu" dengus Alex, ia merebahkan tubuhnya pada sofa panjangnya. Ia memikirkan tentang ucapan Raina tadi. Bagaimana mungkin gadis itu sudah mengenalnya sejak kecil.


"Ah, mungkin ini cara Raina untuk mengusir Cia" gumam Alex menghalau pemikiran nya.Walau bagaimana pun Raina sudah menolong nya dari wanita menjijikan seperti Cia.


Di luar ruangan Alex, Raina berjalan menuju meja nya. Matanya melirik tajam ke arah ketiga pria yang pura-pura sibuk. Mereka merasa bersalah karena sudah menghalangi Raina masuk ke dalam ruangan Alex tadi.


Jiandi dan Ega saling menatap, mereka bergidik ngerih membayangkan kemarahan Raina pada Cia tadi.


"Bagaimana jadinya jika kita yang melakukan kesalahan? " bisik Ega.


Raina menghela nafas berat, ia merasa terlalu berlebihan pada Alex. Seharusnya Raina tidak perlu melakukan hal itu tadi, namun melihat Cia membuka baju Alex tadi membuat emosi Raina memuncak.


"Raina... " lirih Ega pelan.


"Apa lagi? " tanya Raina sinis.


"Hemm... kamu marah yah? " cicit Jiandi.


"Menurut mu? "


"Tentu saja dia marah" sahut Justin.


"Maaf yah, kami gak ada maksud lain kok" lirih Justin. Mereka mendekat pada meja Raina, perasaan bersalah muncul di hati mereka.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2