
"Boss" panggil Raina ketika ia sudah berada di depan meja kerja Dion. Pria separuh Bayah itu pun mengangkat pandangannya dari tumpukan dokumen yang tidak ada habisnya.
"Kau sudah di sini rupanya" ujar Dion mengulas senyum.
"Aku ingin ikut serta dalam penanganan anak perusahaan pusat" ujar Raina, membuat Dion sedikit kaget. Pria tua itu pikir Raina akan menyalahkannya dan marah marah padanya karena ia berurusan dengan Dave atas permintaan Dion.
"Apa kau yakin, tapi... Dia-"
"Saya yakin boss, Saya ingin membalas atas perbuatannya dengan ibu saya. Kemarin ia bisa lolos, namun kali ini saya tidak akan membiarkan bajingan itu terlepas lagi" ucap Raina tegas, keyakinan besar terlihat dari sorot matanya.
"Tidak!!! kau tidak boleh ikut dalam hal ini! " sahut Seseorang dari belakang. Raina spontan balik badan melihat ke sumber suara. Matanya menajam ketika tahu Alex yang memiliki suara itu.
"Jangan halangi jalan ku kak! " tegas Raina.
"Tidak Raina, kamu tidak akan ku biarkan ikut menangani perusahaan ini. Sudah cukup kemarin kamu berbohong padaku! "
"Aku tetap akan melakukan nya! " ucap Raina dengan nada dingin. Alex pun berjalan mendekati istrinya, ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Raina. Dave, adalah orang yang licik, dia juga kejam tanpa hati.
"Raina...Apa ini? kenapa kamu berubah seperti ini? " Alex memegang kedua bahu Raina, ia melihat jauh ke dalam manik mata Raina. Gadis ini bukanlah gadis ia yang lihat dulu. Raina sudah berubah.
Raina memalingkan wajahnya, ia menepis kedua tangan Alex yang ada di bahunya.
"Jangan halangi aku, aku akan membalas bajingan itu"
Dion menghela nafas melihat keduanya. Raina memberikan hormat lalu keluar dari ruangan Dion.
Alex hanya menghela nafas, lalu hadap kiri menatap Dion.
"Maaf boss, saya harap boss menolak keinginan Raina"
"Saya mengerti Alex"balas Dion. Alex tersenyum tipis, lalu pamit undur diri.
Alex menatap Raina yang berjalan cepat memasuki lift. Di kejar nya hingga mencapai tangan Raina dan menariknya. Karena tanpa persiapan, Raina pun kaget dan tertarik ke belakang hingga membentur dada bidang Alex.
Tatapan mereka bertemu, Raina tanpa berkedip menatap Alex. Jujur, ingin sekali Raina memeluk Alex, meluapkan segala keluar kesah yang ia rasakan.
" Kamu gak papa? "tanya Alex membuyarkan lamunan Raina.
" Ehkehm" Raina memperbaiki posisi berdirinya, ia mundur selangkah memberikan jarak dengan Alex.
"Aku gak papa" jawab Raina.
"Kamu kenapa berubah gini sih Raina, ini bukan Raina yang aku kenal" ungkap Alex.
"Udah deh kak, dari tadi kakak ngomong itu terus. Mau aku seperti ini, atau seperti dulu. Kakak tetap gak lihat aku kan! " ucap Raina penuh tekanan di ujung kalimat nya. Alex yang mendengar ucapan Raina tak bisa berkata apa apa lagi. Ini semua memang salah dirinya. Ia terlalu egois mengakui perasaannya, meskipun sudah tahu siapa Raina, Alex tetap saja bersembunyi di balik kata kata.
"Raina!!! Raina!!! " panggil Alex melihat Raina yang sudah masuk ke dalam lift. Ia terlalu terlena dengan pemikiran nya sendiri.
Di tempat lain Dave tengah menyusun sebuah siasat, walau bagaimana pun Dave tetap ingin mendapatkan Raina.
__ADS_1
"Apa semuanya sudah siap? " tanya Dave menatap anak buahnya.
"Siap boss" jawab anak buahnya penuh keyakinan.
"Baiklah, aku tidak mau mendengar, kata gagal dari kalian"
Dave dan anak buahnya tengan menungu di depan kantor Raina. Mereka berniat akan menculik gadis itu.
"Boss, itu dia!! " tunjuk anak buah Dave pada Raina yang berdiri di tepi jalan celingak celinguk, seperti nya Raina sedang menunggu taxi.
Ssttttreesssss. Sebuah mobil hitam berhenti tepat di hadapan Raina. Gadis itu kaget, keningnya, mengerut ketika pintu mobil terbuka. Mata Raina melebar, ia menyadari jika mobil itu adalah mobil penjahat. Raina berbalik ingin melarikan diri.
Bug~
Sekali pukulan Raina terkulai dan jatuh ke tanah. Dengan sigap anak buah Dave mengangkat tubuh mungil Raina masuk ke dalam mobil, lalu mereka segera pergi dari sana.
Dave tersenyum menyeringai menatap Raina yang terduduk pingsan di hadapannya. Satu tangannya bergerak membelai pipi Raina.
"Akhirnya aku mendapatkan mu" gumam Dave.
Tanpa Dave sadari, ada seseorang yang melihat kejahatan nya. Orang itu mengikuti kemana arah Dave pergi.
"Jangan sampai kehilangan jejak! " perintah orang itu pada supirnya.
****
"Ada apa boss? " tanya Gio.
"Tolong berikan ini kepada Raina, gadis itu harus mengerjakan ini" titah Kian datar.
"Hemm.. Maaf boss"
"Kenapa? " tanya Kian menatap Gio yang bergerak gelisah.
"Tadi saya denger Raina belum kembali ke kantor. Kabarnya Raina keluar sebentar, tapi sampai sekarang belum kembali" jelas Gio.
"Apa?? kemana gadis itu?? " tanya Kian, yang di jawab gelengan kepala dari Gio.
Kian bangkit dari duduk nya, ia berjalan cepat keluar dari ruangannya.
"Mau kemana boss? " tanya Gio polos. Namun Kian tidak menjawab.
Ketika Kian keluar dari ruangannya, bertepatan dengan Alex yang juga keluar dari ruangannya. Mereka saling menatap. Lalu sama sama berjalan cepat dan melalui jembatan penyebrangan yang menyatukan ruangan mereka.
"Kamu lihat Raina? "
"Kamu lihat Raina? " Tanya mereka serempak.
"Lahhh sama sama nanya" ucap Gio.
__ADS_1
"Apa kamu tidak tahu dia kemana? " tanya Kian memastikan. Jika Alex juga mencarinya, sama siapa Raina pergi?.
"Boss!!! "
"Boss Alex?!! " teriak dewi histeris, gadis itu terlihat sangat panik dan frustasi.
"Ada apa Dewi? kenapa kamu berteriak? " tanya Alex ikut panik. Ketiga sahabat Alex yang mendengar teriakan Dewi ikut kaget dan keluar, menghampiri mereka.
"Boss Alex, ada apa ini?? " tanya Ega bingung.
"Apa kalian melihat Raina? " tanya Dewi menatap pada, mereka semua.
"Tidak, memang Raina kemana? " tanya Jiandi bingung.
"Ehh jiandi, jika kita tahu kemana Raina. Kita gak bakal nanyain" geram Gio.
"Selow bro.. Kita kan nanya doang" balas Jiandi.
"Permisi" ucap satpam sopan.
Alex dan Kian menoleh pada bapak satpam.
"Ada apa pak? " tanya Kian, tumben sekali satpam masuk ke dalam kantor.
"Ini pak, saya menemukan tas nona Raina di tepi jalan. Jadi saya mau kembalikan sama beliau. Nonanya ada? " tanya pak satpam gemetaran, karena tatapan Alex dan Kian seolah olah akan menerkam nya
"Apa??? tas Raina jatoh di tepi jalan? " kaget Dewi.
"Cek CCTV sekarang!!!! " teriak Alex memerintah.
"Baik boss" mereka langsung mengecek akses ke CCTV. Pak satpam juga kembali ke ruang kontrol, Sesuai perintah, pak satpam mengecek CCTV bagian jalan. Hasil dari CCTV langsung terhubung ke ponsel Alex.
"Astaga!! " pekik Dewi ketika melihat adegan Raina di pukul oleh seseorang yang memakai topeng.
"Sial!! " umpat Alex dan Kian bersamaan.
Cling~
Alex meronggoh sakunya, membuka sebuah pesan yang baru saja masuk.
Mata Alex semakin membulat, pesan itu berisi sebuah foto dimana Raina tengah terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang.
"Keparat!!!!! "
"Ada apa? " tanya Kian penasaran. Alex memberikan ponselnya pada kian. Bukan hanya kian yang melihat, tiga Curut dan juga Dewi ikut melihatnya bersama Kian.
"Astaga!! jadi Raina beneran di culik oleh Dave?? " gumam Dewi mulai gemetar. Ia sangat khawatir pada Raina, entah apa yang akan terjadi pada gadis malang itu.
...----------------...
__ADS_1