Si Kulkas Itu Suamiku

Si Kulkas Itu Suamiku
(62) Kian Vs Alex


__ADS_3

"Apa?? Raina udah masuk kerja?? " Kian langsung bangkit dari duduknya setelah mendengar informasi dari asistennya.


"Trus boss mau kemana? " tanya Gio bingung. Ia mengikuti Kian yang sudah keluar dari ruangannya.


Kian berjalan cepat menuju ke ruangan Alex. Lalu Kian langsung masuk ke ruangan Alex.


"Raina!! Raina!! "


"Heh, masuk ke dalam ruangan orang tu sopan!! " serga Alex menatap tidak suka pada Kian. Namun kian tidak peduli, ia berjalan mendekati meja Raina yang tidak jauh dari meja Alex.


"Raina, kamu sudah masuk kerja? " tanya Kian.


"I... Iya boss" jawab Raina terbata, ia melirik Alex yang sudah berjalan mendekatinya dengan tatapan dingin.


Mulai lagi, mereka akan berdebat lagi.


"Kamu itu masih belum pulih Raina" ucap Kian khawatir.


"He, kenapa kamu khawatir sama istri ku!! " ucap Alex menarik Raina ke belakang tubuhnya.


"Kenapa?? kamu juga gak pedulikan sama Raina" balas Kian tak kalah sengit.


"Siapa bilang"


"tu buktinya, baru keluar rumah sakit Raina sudah kamu suruh kerja" tunjuk Kian pada Raina.


"Itu urusan ku, Dia istri ku!! " teriak Alex marah.


Raina memejamkan matanya, ia sudah tidak tahan lagi melihat kedua pria ini.


"Stop!!!!! " Teriak Raina berdiri di antar keduanya. Bersamaan itu Gio masuk ke ruangan Alex.


"Boss" panggil Gio, membuat mereka semua melirik kearah pintu.


"Apa!!! "


"Apa!!! "

__ADS_1


Gio bergidik ngeri, Alex dan Kian menatap tajam padanya secara kompak.


"Eum... Aku hanya ingin memberitahu, Boss Dion memanggil kalian" cicit Gio takut takut.


"Oh baik, aku akan segera kesana" sahut Raina cepat, lalu menarik Gio keluar dari sana.


"Raina!!! " teriak Alex dan Kian bersamaan, mereka berlari bersamaan keluar.


"Heh, gak usah ngikutin aku!! " bentak Alex sengit. Namun Kian tak menghiraukan nya, ia malah mengejar Raina keluar.


"Heey dia istri ku!!! " Alex pun ikut mengejar Raina dan Gio.


Di ruangan Dio Raina duduk menghadap pada bos besarnya itu. Di sebelah Raina ada kursi kosong dan satu lagi ada di semping Dion.


Alex dan Kian masuk bersamaan, mereka saling berjalan cepat merebutkan kurus yang ada di samping Raina.


"Hei... itu kursi ku!! kamu tidak boleh duduk di samping istri ku!! " Alex merebut kursi yang sudah di pegang Kian.


"Tidak!! aku duluan yang mendapat kan nya. Ini di kantor bukan di rumah mu" balas Kian tak mau kalah.


"Huh... Lebih dari budak kecil" cibir Gio dan Erjo menggeleng pelan, sikap yang tidak patut di contoh.


"Boss, abaikan saja mereka" ujar Raina merasa jengah.


"Raina, bagaimana kondisi mu? "


"Saya baik boss, dan saya berterimakasih karena boss mau menerima saya kembali dengan posisi yang sama" ucap Raina sopan.


"Hei.. Kenapa aku tidak akan menerima mu?? kau adalah bunga di perusahaan ini, Jasa mu sangat banyak di sini" balas Dion tersenyum tulus dan bangga memiliki karyawan seperti Raina.


"Terimakasih kasih Boss" balas Raina. Alex dan Kian masih saja berdebat, sesekali Raina menutup kupingnya karena mereka saling, membentak. Entah dimana letak wibawah seorang pemimpin di diri mereka sekarang. Jika pegawai lain melihatnya, mungkin mereka tidak akan percaya jika Boss boss mereka ini sangat kekanak-kanakan.


"Kalian ini bisa berhenti gak!!!! " teriak Raina mengambil alih kursi itu, lalu menjauhkannya dari keduanya.


"Jika kalian seperti ini terus, aku tidak akan mau melihat kalian!!! " ucap Raina lagi.


"Dia duluan sayang" aduh Alex menunjuk Kian. Tentu saja pria yang di tunjuk nya tidak Terima.

__ADS_1


"Enak saja, jelas jelas kamu yang duluan?! "


"Kamu!! "


"Stop!!!!!!!!!!! " teriak Raina kuat, untung ruangan Dion kedap suara. Jika tidak, mungkin sudah banyak kerumunan di depan ruangannya.


"Kalian itu boss!!!! bukan anak TK. Atau kalian berhenti saja jadi laki-laki!. Pake rok saja" gertak Raina lagi.


"Awww.... Lekong dong" sahut Erjo dan Gio, lalu mereka tertawa bersama. Hingga Alex dan Kian melirik tajam pada mereka dan membuat tawa mereka seketika berhenti.


"Tapi... "


"Gak ada tapi tapian, ingat baik baik. Aku tidak menyukai siapapun di antara kalian!! " tegas Raina, ia harus melakukan semua ini. Jika tidak, dunia mereka tak akan tenang.


"Huh? gak mungkin, Kamu bercanda kan sayang. Kamu pasti suka aku lah" ucap Alex penuh percaya diri.


"Perasaan kamu saja, sudah jelas Raina tidak menyukai mu. Tapi suatu hari nanti Raina akan menyukai ku" sela Kian tersenyum manis pada Raina.


"Aku tidak akan menyukai kalian!!! "tegas Raina lagi.


" Tidak masalah, tapi Raina adalah asisten ku. Bahkan dia istri ku" kekeh Alex mencibiri Kian. Pria itu pun mengerut kesal.


"Oh tidak Alex, mulai hari ini Erjo yang akan menjadi asisten mu. Raina akan menjadi asisten ku" ujar Dion. Hal itu secara spontan membuat Erjo dan Alex melongo.


"Tapi... Boss" protes Erjo, ia pasti akan teruk jika Alex yang menjadi bossnya.


"Tidak bisa begitu boss, Raina akan tetap menjadi asisten ku" sahut Alex.


"Tidak Alex, Raina akan menjadi asisten ku. Benarkan Nona Raina? " tanya Dion melirik Raina.


"Dengan senang hati boss" sahut Raina tersenyum senang. Lalu Raina bangkit dari duduknya, berdiri di antara kedua pria itu.


"Seperti nya berkencan dengan Duda kaya asik juga" kekeh Raina menggoda Kian dan Alex. Dion tertawa lepas mendengar candaan Raina. Sementara Alex dan Kian melotot kaget mendengar ucapan Raina.


"Sayang... Jangan bercanda, aku lebih kuat darinya" protes Alex membanggakan diri. Raina terdiam, wajahnya seketika memerah mendengarnya.


"Aku pergi dulu" ucap Raina kabur.

__ADS_1


"Hahaha " kini giliran Alex dan Kian yang tertawa.


...----------------...


__ADS_2