Si Kulkas Itu Suamiku

Si Kulkas Itu Suamiku
(9) Pernikahan


__ADS_3

Sehari setelah percakapan Alex dan Raina, Akhirnya hari ini mereka akan menikah. Raina menatap pantulan tubuhnya di cermin besar. Ia sudah di sulap menjadi seorang bidadari cantik dengan riasan yang tidak terlalu tebal. Gaun pengang anti berwarna putih bersih menambah Raina terlihat semakin berkilau ketika cahaya matahari mengenainya. Seluruh pandangan mata orang yang ada di sana pasti akan tertuju padanya.


Sementara di lain tempat Alex tengah berdiri bersama Arya di taman belakang.


"Huh... kenapa aku harus menjalani hal semacam ini! " gerutu Alex, ia masih belum bisa menerima perjodohan ini.


"Sudahlah Lex, jalani saja. Kakak yakin ini yang terbaik untuk mu" ucap Arya menepuk bahu adiknya. Alex mendelik, kakaknya pikir mudah untuk menerima hal semacam ini.


"Ayo, acaranya sebentar lagi akan di mulai" ucap Arya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Alex tak menjawab, ia malah melenggang, kearah yang berlawanan dengan Arya.


"Eh mau kemana? " cegat Arya.


"Apa menjadi pengantin itu sesulit ini? ke kamar kecil pun aku tidak bisa" ucap Alex.


Arya hanya bisa menghela nafas,alu mengangguk pelan. "Baiklah, kakak tunggu kamu di sana"


Alex menggeleng pelan, kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar kecil. Meskipun ini bukanlah pernikahan atas keinginan nya, Alex tentu saja merasakan gugup.


****


Di taman depan, tempat acara pernikahan Alex dan Raina di langsungkan telah berkumpul para tamu undangan. Walaupun yang datang hanya kerabat kerabat dekat saja.


"Wahhh pengantin wanita nya sangat cantik"


"Beruntung nya Alex"


"Astga, aku tidak menyangka gadis sepolos Raina secantik itu"


Begitulah ungkapan para tamu melihat Raina memasuki area acara, Raina hanya menunduk sopan ketika kakinya melangkah pelan menuju Altar tempat ijab khobul akan di langsungkan.


"Tante... " sapa Raina mencium tangan Siren, lalu di lanjut kan mencium tangan ibu nya. Setelah itu salim biasa pada Arya dan juga istri nya.


"Duduk lah sayang, sebentar lagi acaranya akan di mulai" ucap Siren, Raina tersenyum lalu mengangguk pelan. Gadis itu duduk bersimpuh di tempat duduk pengantin wanita, di mana posisi pengantin pria masih kosong.


Kembali pada Alex, pria itu masih di dalam kamar kecil. Membasuh wajahnya dengan asal, kemudian mengelap nya dengan handuk kecil yang sudah tersedia di sana. Alex kembali membetulkan Kancing merahnya yang sempat terbuka tadi.


"Apa aku harus melakukannya? " tanya Alex pada pantulan wajahnya di cermin. Pria itu menghela nafas, kemudian menghembuskan nya gusar. Dia memang benar-benar belum siap untuk menikah. Apalagi Raina terlihat sangat polos, Alex kasian membuat gadis itu menjadi sebuah perisai agar dirinya terhindar dari Cia.

__ADS_1


***


"Arya, di mana adik mu? " tanya Siren gelisah. Sudah hampir waktunya tiba, tapi Alex masih belum menampakkan diri.


"Alex ke kamar kecil ma, sebentar lagi akan datang" jawab Arya.


30 menit berlalu, sudah lewat 10 menit dari waktu yang seharusnya. Alex masih belum menampakkan diri. Raina menoleh pada Siren, ia juga merasakan kekhawatiran.


"Apa kamar kecil nya ada Korea? kenapa sampai sekarang ia masih belum muncul" gerutu Siren tidak sabaran.


"Aku juga tidak tahu ma, aku akan menjenguknya di pesawat" balas Arya dengan kata-kata asal seperti mamanya pula.


Arya pergi ke kamar kecil yang Alex datangi, ia mengedor ngedor beberapa pintu yang tertutup. Namun tidak ada satupun bilik yang ada Alex nya.


"Kemana anak bodoh itu" geram Arya. Ada satu bilik lagi yang belum Arya buka. Pria itu melangkah mendekati bilik yang terkunci dari dalam, itu artinya ada orang di dalam.


Tuk!!! Tuk!!!


"Alex, apa kamu ada di dalam??? " panggil Arya. Tidak ada sahutan.


"Alex!!!! " Arya kembali menggedor pintu sedikit lebih kuat. Tetap sama, tidak ada sahutan.


Brak~


"Alex!!!! Alex!!! " panggil Arya memeriksa sisi ruangan bilik itu, matanya menatap jendela yang terbuka. Alex pasti keluar lewat dari jendela itu.


Sementara di altar, Siren masih saja gelisah. Arya yang mencari adiknya juga ikutan tidak muncul.


"Sandra, sebenarnya suami kamu itu mencari Alex atau kemana sih" gerutu Siren.


"Aku juga tidak tahu mama, aku akan mencarinya" jawab Sandra. Raina menoleh pada ibunya, ia semakin khawatir. Namun susi tersenyum dan mengangguk pelan agar Raina tenang.


Sandra sudah berdiri dari duduknya, namun gerakannya terhenti ketika Arya kembali memasuki area acara. Raina mengerut, Arya kembali tampa Alex.


"Arya dimana adik kamu? "


"Maaf ma, tapi Alex tidak ada di mana mana"jawab Arya.


" Kemana anak nakal itu? " ucap Siren kesal. Bisa bisa nya Alex ngilang dalam situasi seperti ini. Para tamu juga sudah mulai resah, berbisik bisik menanyakan dimana pengantin pria nya.

__ADS_1


"Bu.. " Lirih Raina pada Susi.


"Tenang yah sayang, semuanya akan baik baik saja" jawab Susi menenangkan Raina. Gadis itu mengangguk pelan, walau bagaimana pun ia tetap merasa gelisah.


"Itu dia" ucap Sandra menunjuk ke arah pintu masuk. Alex dengan gagahnya memasuki area pernikahan. Entah apa yang terjadi pria ini membuat semua orang resah.


"Kita akan menghukumnya nanti" gumam Siren.


"Tentu saja ma" sahut Arya.


Alex berdiri di depan altar, matanya menatap lurus pada Raina, gadis yang menyambutnya dengan senyuman. Alex tidak bereaksi, ia hanya memasang wajah datar.


"Alex duduk... " perintah Siren setengah berbisik. Barulah pria itu duduk di samping Raina, matanya melirik Raina sebentar.


"Silakan di mulai pak" ucap Siren pada pak penghulu.


Pria tua yang memakai peci hitam itu mengangguk pelan, lalu menatap Raina dan Alex bergantian.


"Saudara Alex Admudiano, apakah kamu sudah siap? " tanya pak penghulu pada Alex.


"Jawab" ucap Siren menyikut lengan Alex karena tak kunjung, menjawab pertanyaan pak penghulu.


"Saya siap" jawab Alex datar. Pak penghulu mengangguk, kemudian beralih pada Raina.


"Saudara Raina Kusuma, apakah saudara sudah siap? "


"Saya sudah siap pak" jawab Raina sembari tersenyum pada Alex.


" Baiklah, kita akan mulai acaranya "


Siren dan Susi saling menatap dan saling melempar senyum. Pak penghulu menjelaskan pada Alex tata cara ijab khobul, dimana Alex harus menjawab ijab yang pak penghulu ucapkan dalam satu nafas.


"Alex Admudiano bin Rahmat Admudiano dengan Raina kusuma binti Raihan kusuma dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut di bayar tunai....... "


"Saya Terima nikahnya Raina Kusuma binti Raihan Kusuma dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut di bayar tunai" Jawab Alex dalam satu nafas, Alex mengucapkan dengan lancar dan lantang.


"Bagaimana para saksi? "


"Sah!! "

__ADS_1


"Sah!!! "


"Alhamdulillah dulilah" pak penghulu mulai mbaca doa. Akhirnya sekarang Raina sah menjadi istri Alex. Hal ini adalah khayalan yang selama ini ada di pikiran Raina, ia benar-benar tidak menyangka jika mimpinya menjadi kenyataan. Raina terus tersenyum pada Alex, pria itu hanya membalasnya dengan tatapan datar.


__ADS_2