Si Kulkas Itu Suamiku

Si Kulkas Itu Suamiku
(56) Penyesalan yang sangat besar


__ADS_3

Tab!! Tab!!


Langkah kaki Alex terdengar bersahutan di lorong rumah sakit. Bagaikan sedang berpacu dalam perlombaan Alex menuju ruang UGD menggendong Raina di pelukannya. Di belakangnya ada Kian, Dewi dan ketiga curut mengikuti langkah Alex yang tak kalah cepat.


"Dokter!!! Dokter!!! " teriak Alex kuat.


"Ada apa tuan? " jawab salah satu suster yang langsung terlonjak kaget melihat kondisi gadis yang ada di tangan Alex. Suster itu langsung mengambil brankas dan mendorong nya ke arah Alex.


"baringkan dia di sini" titah Suster itu, lalu suster lainnya datang ketika suster itu memanggilnya.


"Tolong selamatkan istri saya dok"mohon Alex.


" Tuan yang sabar yah, silakan tunggu di luar. Dokter akan melakukan yang terbaik untuk istri bapak" ucap suster itu menenangkan Alex, lalu menutup pintu ruang UGD.


"Sebaiknya kita tunggu di bangku itu" bujuk Ega. Alex tak menjawab, ia hanya mengikuti Ega duduk ke kursi tunggu . Lutut Alex terasa sangat lemah.


"Raina!! Raina!! " terdengar suara Siren berlari kecil menghampiri mereka, Siren di temani oleh Sandra.


"Alex" panggil Siren, berdiri tepat di depan Alex.


"Dimana menantu mama Alex? "tanya Siren, namun tak kunjung di jawab Alex.


" Raina sedang di tangani oleh Dokter tante" jawab Dewi, gadis itu menahan tangisnya.


"Ya ampun.. " Seketika tubuh Siren luruh.


"Ini semua salah kamu!! kamu tidak becus menjaga menantu ku?! " marah Siren memukul mukul kaki Alex.


"Tante... tenang yah, Raina pasti selamat kok. Kita sama sama berdoa yah" ucap Dewi menenangkan Siren, membawa wanita itu duduk ke kursi.


Kian tak bisa berkata apa apa, ia hanya diam memperhatikan mereka semua. Cia yang ya di bersama mereka entah kemana.

__ADS_1


Mereka menunggu dengan gelisah di depan ruangan Raina di tangani. Melihat suster secara bergantian keluar dari ruangan UGd menambah ke khawatiran mereka.


Di depan ruangan UGD ramai oleh isak tangis Siren dan Dewi. Sementara Alex hanya diam sembari memejamkan mata, bersandar pada dinding rumah sakit.


Lagi lagi kamu mengorbankan hidup mu demi nyawa ku. Kenapa kamu sangat bodoh Raina!!


Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang berarti untuk mu. Tapi... Tapi mengapa kamu selalu melakukan ini untuk ku!!!


"Raina!!!!!!! " Teriak Alex bertepatan dengan terbukanya pintu ruang UGD. Seorang dokter keluar dari sana. Alex dan yang lain lamgsung menghampirinya.


"Bagaimana keadaan istri saya dok? " Desak Alex penuh harap.


"Kondisi istri anda sangat lemah,peluru yang menembak ke tubuh istri anda sudah kami keluar kan.Namun karena pendarahan yang sangat besar mengakibatkan istri anda banyak kekurangan darah."


"Lakukan yang terbaik dok" ucap Siren.


"Masih untung golongan darah yang cocok dengan istri anda ada stoknya di rumah sakit ini. Jadi kami akan memindahkan beliau ke ruangan rawat. Silakan urus administrasi nya. "


"Baik dok" jawab Kian.


Kian dan Dewi langsung menuju ke meja administrasi, agar Raina segera di pindahkan ke ruangan rawatnya.


Sementara di Vila Dave, Arya dan parah anak buahnya berhasil menangkap Dave. Mereka menyeret Dave keluar dari Villa, dan membawanya ke dalam hutan.


"Boss, para serigala lapar sudah siap" lapor salah satu anak buah Arya.


"Bagus. Sekarang hajar bajingan itu, buat kakinya sedikit luka dan tangannya patah. " Titah Arya dengan tatapan dingin menatap Dave yang sudah di pegang oleh kedua anak buah Arya.


"Lepaskan aku keparat!!! kau akan menyesal melakukan ini pada ku!! " teriak Dave meronta ketika di bawa oleh anak buah Arya. Sesuai perintah mereka sudah melumpuhkan Dave membuat Dave terluka namun masih bisa berlari, dan mematahkan sebelah tangan Dave.


"Lepaskan dia! " perintah Arya menggemah. Seketika anak buah Arya langsung melepaskan Dave.

__ADS_1


"Huh, kau menyesalinya sekarang? " cibir Dave tertawa, terlihat darah di hidung nya mengalir masuk ke dalam mulutnya.


"Lepaskan serigala itu!! " titah Arya lagi, membuat Dave melebarkan matanya mendengar perintah terakhir.


"Sialan kau!!!! " teriak Dave berusaha berlari kuat dan menghindari kejaran 3 serigala lapar yang siap memangsanya. Arya menepuk nepuk kedua telapak tangan nya seolah olah menepuk debu di sana.


"Bersihkan jejak kita, buat seolah pria itu mati karena di terkam serigalaku" ucap Arya sebelum pergi meninggalkan lokasi. Entah apa yang akan terjadi pada Dave, mereka tidak perduli. Setelah menyelesaikan tugasnya, Serigala patuh itu akan kembali dengan sendirinya ke kandang.


...----------------...


Seorang gadis dengan mata bulat tersenyum manis menatap ayahnya yang baru saja ia kunjungi. Cia senang, tanpa ada beban ia merasakan kebahagiaan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.


Memiki banyak harta bukanlah sesuatu yang membuat hidup bahagia. Harta lah yang membuat manusia serakah dan buta. Kebahagiaan yang indah dan penuh makna, adalah kebahagiaan yang tercipta dari kesederhanaan dan rasa syukur. Sebelum mencari cinta, mencari kebahagiaan di luar sana. Maka Carilah kebahagiaan di dalam dirimu. Cintai dirimu, barulah cintai sesuatu yang membuat mu bahagia. Bersyukurlah, jangan memaksakan sesuatu yang tidak bisa kau miliki untuk tetap bersama mu. Karena apa? karena semua itu hanya akan membuat mu sengsara.


"Ayah, bagaimana keadaan ayah? " tanya Cia sembari mengusap punggung tangan Ayahnya. Ayah cia menatap putrinya dalam, di dalam hatinya ia merasa sangat menyesal telah menyia nyiakan kebahagiaan putrinya hanya karena sebuah harta.


"Maafkan Ayah Cia" lirih nya.


"Tidak Ayah, Ayah tidak salah. Sekarang mari kita perbaiki semuanya. Tetap semangat di dalam sana, aku akan berusaha untuk mencari cara agar Ayah bisa di bebaskan dan hanya mendapatkan hukuman ringan" jelas Cia menyemangati ayahnya.


"Terimakasih sudah mau menjadi Putri ku"


"Ayah, jangan bicara seperti itu. Cia belajar banyak setelah mengalami semua ini. " balas Cia.


"Baiklah, kamu berhati hatilah di kuar sana. Ayah tidak bisa menjaga mu" ucap Ayah cia, waktu kunjungan telah habis. Mereka harus berpisah sekarang.


"Jaga kesehatan Ayah, aku akan kembali menjenguk Ayah seminggu lagi" ucap Cia memeluk ayahnya sebelum ayahnya di bawa ke sel tahanan.


"Aku sayang padamu" ucap Ayah Cia melambaikan tangannya pada putri tunggalnya.


"Aku juga" balas Cia menahan tangis menatap ayahnya yang sudah dibawa pergi. Cia harus bersabar dan menerima semua ini. Karena semua ini adalah hukuman untuk mereka yang berbuat jahat.

__ADS_1


Hukum alam itu ada, cepat atau lambat. Siapa yang berbuat salah akan menerima akibat dari perbuatannya. Cia mulai sadar ketika ia melihat pengorbanan Raina yang sudah tidak berdaya untuk menyelamatkan Alex. Ketulusan hati Raina untuk Alex sangat jelas di sana. Kehilangan ibu, hingga kehilangan nyawanya sendiri. Cia menyadari bahwa dirinya tidak bisa mengalahkan ketulusan hati gadis itu. Cia hanya berharap Raina bisa mendapatkan kebahagiaan nya sendiri.


...----------------...


__ADS_2