
Sudah hampir 2 minggu sikap Raina cuek dan acuh. Gadis itu menjadi lebih pendiam dari biasanya. Alex yang merasa resah dengan sikap Raina kini memikirkan cara bagaimana ia harus mengembalikan sikap itu.
Alex mendatangi ruangan Dion, Erjo yang memang mejanya berada di luar ruangan Dion menyambut Alex.
"Ada apa? " tanya Erjo santai.
"Apa boss besar ada di dalam? " tanya Alex to the point.
"Ada, masuk saja" ujar Erjo kembali duduk ke kursinya. Alex pun mengangguk, ia masuk dengan sopan ke dalam ruangan Dion.
"Bos... " panggil Alex pada Dion yang fokus memeriksa dokumen yang Alex sendiri tidak tahu dokumen apa.
"Ada apa Alex, tumben sekali kamu mendatangi ku tanpa di minta" sindir Dion. Alex memang OT yang paling malas menemui Dion, ia hanya akan melakukan semua tugasnya lalu menyuruh salah satu temannya untuk melaporkan pada Dion.
"Aku butuh Asisten" ujar Alex.
"Asisten?? " ulang Dion, Alex mengangguk. Dion merasa aneh, dulu Dion menawarkan Asisten untuk Alex pria itu malah menolaknya. Kini Alex malah meminta asisten padanya. Tentu saja Dion mencurigai sesuatu.
"Katakan saja siapa yang menjadi asisten mu" ucap Dion. Alex tersenyum lebar.
"Jadikan Raina dari anggota gabungan anak cabang menjadi Asisten ku.
" Raina?? "gumam Dion. Setelahnya Dion tersenyum, tidak terlalu buruk. Gadis dengan pemikiran sederhana dan jiwa seni yang bagus menjadi Asisten Alex.
" Baiklah, katakan saja pada Erjo untuk melakukan pengangkatan jabatan gadis itu" balas Dion.
"Terimakasih" ucap Alex menunduk hormat, lalu pria itu melenggang pergi begitu saja.
"Hei.. Apa kau akan pergi sekarang? " Tanya Dion.
"Tentu, urusan ku sudah selesai"
"Apa tidak mau basa basi minum teh dengan ku? " decak Dion.
"Aku tidak selera minum sekarang" jawab Alex singkat, ia kembali melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan Dion. Alex menghampiri Erjo di mejanya, lalu menjelaskan perintah yang Dion katakan padanya tadi. Setelah itu Alex kembali ke ruangannya.
"Kau akan merasakan akibat setelah mengacuhkan ku Raina" Gumam Alex tersenyum menyeringai, ia tidak bisa membayangkan bagaimana terkejutnya Raina ketika Erjo mengumumkan kenaikan jabatannya.
"Bos!! " panggil Gio pada Kian.
"Ada apa Gio? " tanya Kian santai.
"Aku dengar wanita yang bos perhatikan di cafe itu naik jabatan" ucap Gio. Seketika tangan Kian yang Sedang menandatangani laporan laporan yang ada terhenti.
"Dari mana kamu tahu? "
"Tadi aku mendengar langsung dari mulut Erjo"Jawab Gio lagi.
" Sekarang dia menjadi Asisten Alex" lanjut Gio. Kian semakin menggeram, pria itu selalu saja mendahului nya.
__ADS_1
"Tak akan ku biarkan!! " Gumam Kian.
"Apanya bos?? " tanya Gio bingung.
"Bukan apa apa, dasar tukang nguping!! " cibir Kian melirik tajam kearah Asisten nya.
"Maaf boss" cicit Gio bergidik ngeri. Bosnya mendadak aneh setelah pulang dari perjalanan bisnisnya.
"Jangan menggunjing ku di dalam otak mu" ketus Kian, Gio melirik nya jengah.
"Siapa yang menggunjing mu, gak sudih.. " Balas Gio menirukan ala ala bencong. Lalu keluar dari ruangan Kian sebelum pria itu mengamuk padanya.
"Dasar, Asisten durhaka" balas Kian. Ia kembali memikirkan tentang Raina. Mengapa Alex menginginkan gadis itu menjadi asisten nya?? mengapa tidak pegawai lain. Kian yakin ada sesuatu yang Alex sembunyikan darinya.
Sementara di ruangan Raina, Erjo tengah mengumumkan sesuatu dan meminta perhatian mereka semua.
"Baiklah semuanya, saya akan mengumumkan beberapa hal, termasuk tentang salah satu dari kalian mendapatkan promosi kenaikan jabatan" ucap Erjo, membuat semua pegawai merasa deg deg kan kecuali Raina. Gadis itu masih saja murung dan tidak bersemangat.
"Pertama yang akan saya sampaikan adalah soal kenaikan gaji kalian, semua pegawai di sini mendapat kenaikan gaji atas berhasilnya perusahaan kita mendapatkan proyek pembangunan gedung pencakar langit. "
Prok!!! Prok!!
Semua orang bertepuk tangan, mereka semakin bersemangat bekerja.
"Dan yang kedua adalah, posisi kalian akan berubah karena kenaikan seseorang dari sini menjadi Asisten tuan Alex admudiano"
"Aku pengen!! "
"Semoga aku"
Semua pegawai perempuan berbisik bisik mendoakan diri mereka masing-masing.
"Huh, tidak berguna" Gumam Raina mendengar bisikan bisikan itu.
"Selamat untuk Raina, kamu terpilih menjadi Asisten tuan Alex"
Prok!! Prok!!!
Raina masih santai, ia belum ngeh dengan apa yang Erjo barusan sampaikan.
"Selamat Raina kamu menjadi Asisten boss kita" sorak teman teman Raina.
"Apa?? siapa?? " kaget Raina. Ia baru sadar, semua mata menatap ke arahnya.
"Kau Raina!! " teriak mereka bersemangat.
"Aku????? " tunjuk Raina pada dirii. Ia tidak percaya ini, Raina berusaha menghindari Alex tapi malah kini gadis itu harus selalu berada di dekat pria itu.
"Oke, terimakasih atas perhatiannya. Semangat, bekerja" ucap Erjo menutup pengumuman nya. Lalu Erjo keluar dari ruangan Raina.
__ADS_1
Raina tidak terima, ia mengejar Erjo keluar dari ruangannya.
"Tuan Erjo!! " panggil Raina, membuat Erjo menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Ada apa Raina? " tanya Erjo.
"Kenapa aku yang menjadi Asisten bos Alex?? kenapa tidak karyawan lain? " tanya Raina sopan.
Erjo tersenyum, Raina gadis yang baik. "Mungkin, kualifikasi kamu lebih bagus dari yang lain. "
"Tapi apa aku boleh menolaknya? "tanya Raina lagi. Erjo mengerut, mengapa Raina keberatan dengan jabatan ini, padahal semua pegawai wanita sangat, menginginkan jabatan ini.
" Maaf nona, tapi ini adalah keputusan muka. Bekerja keraslah" bisik Erjo di akhir kalimat nya. Erjo menepuk bahu Raina pelanggan lalu kembali melanjutkan langkah nya yang sempat tertunda.
"Huh... aku tidak menginginkannya Erjo!! " lirih Raina menghentak hentakan kakinya.
Darrrtttt.... Drrrttttttt.....
Raina meraih ponselnya, lalu menempelkan pada telinganya tanpa melihat siapa yang menguhubuinya.
"Berbalik ke kanan!! " perintah di dalam sana. Raina seketika menatap layar ponselnya, melihat nama Alex tertera di sana. Secepat mungkin gadis itu berbalik sesuai arahan dari Alex.
Dari dalam ruangannya Alex menggerakkan tangannya seperti gerakan memanggil dengan hanya jari telunjuknya saja yang bergerak.
Klik. Sambungan telfon terputus. Raina melangkah dengan kesal memasuki ruangan Alex. Ia menatap kesal pria yang Raina yakin jika Alex sengaja membuatnya naik jabatan.
"Apa kami sudah tahu jabatan mu sekarang? " tanya Alex basa basi.
"Huh, kakak sengaja kan! " sinis Raina.
"Kenapa?? bagus dong. Gaji mu jadi lebih tinggi" balas Alex acuh
"Gaji ku tinggi, tapi hati ku sakit!! " teriak Raina, tentu saja hanya di dalam hatinya saja.
"Lalu apa mau mu! " ucap Raina dengan nada datar.
"Hei... Kau Asisten ku sekarang, lebih sopan lah padaku" tegur Alex.
"Huh" cengoh Raina menahan emosi.
"Kemasi barang barang mu, dan bergabung di ruang luar" titah Alex.
"Hanya itu? "
"Untuk sekarang hanya itu" balas Alex.
Raina keluar dari ruangan Alex, dan diluar Raina di kejutkan oleh kehadiran ketiga teman Alex.
...----------------...
__ADS_1