Si Kulkas Itu Suamiku

Si Kulkas Itu Suamiku
(8) Di percepat


__ADS_3

Raina pulang ke rumah nya, hati nya sedang berbunga bunga sekarang. Tante Siren baru saja memberitahu nya tentang pernikahannya dan Alex akan di percepat.


"Apa ini mimpi? " tanya Raina mengusap wajahnya. Ia masuk ke dalam kamar, lalu menguncipnya.


"Akk!!!! aku akan menikah dengan Diano!!!! " teriak Raina kegirangan, takut di dengar oleh orang di luar, Raina menutup mulutnya dengan bantal, lalu berteriak sekuat kuatnya. Raina menari nari mengekspresikan kegembiraan nya.


"Huhhh... jika aku bermimpi tolong jangan bangunkan aku... " Raina terlentang di atas ranjangnya. Memeluk bantal guling membayangkan seolah olah itu adalah Diano.


"Aku mencintaimu" bisik Raina pada bantal guling yang bergambarkan wajah Diano.


"Semoga kamu bahagia" lirih Susi pelan, wanita paru baya itu tersenyum mendengar teriakan Raina dari luar. Lalu Susi pergi dari sana dengan hati harap harap cemas, ia sangat bahagia melihat putrinya bahagia, dia juga sangat khawatir jika nanti Raina sedih karena perjodohan ini.


Di tempat lain, Alex tengah bersiap ingin keluar dari rumah sakit. Semua urusan administrasi sudah di urus oleh asisten mamanya.


"Semuanya sudah siap tuan muda, kita bisa keluar sekarang" lapor asisten itu pada Alex.


"Ayo! " Alex dengan stelan casual nya sudah siap keluar dari rumah sakit.


Asisten membukakan pintu untuk Alex, pria itu masuk ke dalam mobil dengan angkuh.


"Langsung ke Rumah kak Arya" titah Alex, lalu memejamkan matanya memikirkan apa yang akan ia lakukan. Pernikahannya tinggal 2 hari, Alex harus bisa membujuk kakaknya untuk membantunya membatalkan pernikahan konyol ini.


Asisten Siren melajukan mobilnya menuju rumah besar Arya, memarkirkan mobil tepat dulu depan pintu utama.


"Bapak boleh pergi" ucap Alex, lalu keluar dari mobil. Asisten itu hanya mengangguk dan melaksanakan apa yang tuan muda nya perintahkan, meskipun semua itu atas ijin Siren.


Tuk!!! Tuk!!!!


Alex mengetuk pintu rumah Arya tidak sabaran. Ia terus mengedor pintu hingga pintu terbuka dan muncullah Arya dengan mimik wajah kesal.


"Ada apa kamu kesini? " tanya Arya. Bukannya menjawab Alex malah menyelonong masuk ke dalam rumah Arya. Tidak bisa marah, Arya hanya menghela nafas gusar menutup pintu rumah, lalu mengikuti Alex yang sudah duduk di sofa.


"Aku membutuhkan bantuan kakak" lirih Alex datar.


"Bantuan apa? " tanya Arya.


"Minta mama membatalkan perjodohan ini!! "


"Tidak bisa Alex, semua ini mama lakukan demi kamu" tolak Arya, Alex melotot pada kakaknya. Bagaimana mungkin kakaknya tidak bisa membantunya.

__ADS_1


"Kak, semua ini akan selesai tanpa aku harus menikah dengan gadis itu! " ucap Alex membuang nafas kesal.


"Kamu tidak tahu apa apa, sekarang kamu harus turuti apa yang mama perintah kan! " balas Arya.


Alex kembali menatap kakaknya kesal, lalu menatap kakak iparnya yang baru saja bergabung bersama mereka.


Sandra hanya nyengir di tatap oleh adik iparnya, lalu menggeleng pelan. Alex kembali lesuh, tidak ada yang mau membantunya.


"Kalian benar-benar tidak mau membantu ku? " tanya Alex menatap keduanya dengan tatapan memelas.


"Maaf Alex, tapi menurut kakak jalan yang mama pilihkan itu adalah yang terbaik" ujar Sandra.


"Huh, terserah lah! " Alex bangkit dari duduknya, ia pergi dari rumah Arya. Apa yang harus ia lakukan lagi untuk membatalkan pernikahan ini.


"Gadis itu?? " gumam Alex, ia teringat, pada Raina. Kemungkinan besar Raina bisa membantunya untuk membatalkan pernikahan ini. Jika Raina menolak perjodohan ini maka semuanya tak akan terjadi.


Alex bergegas mencari Raina, menjemput gadis itu kerumah nya lalu membawa Raina ke tepi pantai. Mereka berdiskusi di sana, Alex berusaha membujuk Raina agar ia menolak perjodohan ini.


"Maaf kak, tapi aku tidak bisa menolaknya" tolak Raina.


"Kenapa?? apa kamu tidak memiliki seorang pria yang kamu cintai?? " tanya Alex, ia pikir ini adalah novel perjodohan, dimana seorang wanita memiliki kekasih yang di cintai selain pria yang di jodohkan dengan nya.


"Benarkah? kamu tidak memiliki seseorang yt kamu suka? " tanya Alex tak percaya dengan jawaban Raina.


"Aku punya, tapi aku tidak bisa menolak perjodohan ini karena aku tidak mau mengecewakan ibu" jawab Raina tersenyum.


'Bagaimana mungkin dia tersenyum? apa dia tidak merasa tertindas? ' batin Alex.


"Huh... tapi aku tidak bisa menikahi mu!! tidak ada cinta di antara kita" ucap Alex, tanpa pria itu tahu ucapannya telah menggoreskan sembilu ke dalam hati Raina. Namun gadis itu tetap memaksakan bibirnya untuk tersenyum meskipun itu sulit. Raina sudah siap dengan resiko ini.


"Hem.. itu tidak masalah kak. Aku tidak akan mengganggu kakak. Lagi pula pernikahan ini untuk menyelamatkan kakak dari mafia itu. " ucap Raina.


Deg.


'Gadis ini sudah tahu? '


"Aku juga ingin membantu kakak, selama kakak baik baik saja aku tidak masalah" ucap Raina lagi. Alex tertegun mendengarnya, bagaimana mungkin gadis itu melakukan semua ini.


Alex mencoba memikirkan sesuatu untuk mereka berdua tanpa menyakiti satu sama lain.

__ADS_1


"Baiklah Raina, kita akan menikah. " putus Alex, membuat Raina semakin tersenyum lebar.


"Tapi.. "


Raina menatap Alex, menunggu kelanjutan kalian Alex yang terjeda.


"Setelah kita menikah dan semuanya sudah baik baik saja. Kita akan bercerai" lanjut Alex.


Raina kecewa, ia merasa sangat kecewa dengan keputusan Alex kali ini. Namun, lagi lagi gadis itu tersenyum dan mengangguk menjawab ucap Alex. Apapun yang laki-laki itu putuskan Raina akan mengikutinya.


"Hem.. aku punya satu permintaan" ujar Raina.


"Apa itu? " tanya Alex.


"Selama kita menikah, Ijinkan aku untuk mengukir kenangan bersama kak Alex" pinta Raina. Alex mengerut bingung, untuk apa Raina meminta hal konyol seperti ini. Namun, karena demi semuanya baik-baik saja Alex menyetujui permintaan Raina. Lagi pula permintaan Raina tidak terlalu sulit.


"Itu tidak masalah" jawab Alex mengulurkan tangan yang langsung di sambut tanpa ragu oleh Raina.


"Deal! "


"Deal!! "


Setelah membicarakan tentang perjodohan itu, Alex kembali mengantar Raina pulang ke rumah nya. Ekspresi wajahnya kembali dingin menatap Raina, sangat berbeda ketika mereka berbicara berdua di tepi pantai tadi.


'Kamu selalu membuatku penasaran dan memuja mu' Raina mengulum senyum.


Ketika tiba di rumah Raina, Alex mendapati mamanya ada di rumah Raina. Siren juga terlihat kaget melihat putranya datang bersama Raina. Wajah terkejut itu segera berganti dengan wajah senang.


"Kemarin, Nolak, sekarang malah udah ajak jalan anak orang" sindir Siren.


"Apaan sih ma" sahut Alex kesal.


"Tante," sapa Raina, ia menunduk malu. Raina tidak berani menatap wajah calon mertuanya yang tengah menggoda Alex.


"Aku pulang dulu Raina, tante Susi" pamit Alex mengecup tangan Susi dan mamanya.


"Dasar anak nakal" cibir Siren menatap kepergian putranya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2