Si Kulkas Itu Suamiku

Si Kulkas Itu Suamiku
(55) Raina


__ADS_3

Raina tergolek di atas ranjang dengan kedua tangan terikat ke belakang. Sudah hampir 6 jam gadis itu tidak sadarkan diri.


"Engg... " terdengar lenguhan dari bibirnya. Perlahan mata yang dihiasi bulu lentik itu berkedip menyesuaikan cahaya lampu. Kebas di bagian leher pun mulai terasa.


"Dimana aku? " bagian Raina, kini kesadarannya sudah pulih. Raina melirik ke segala arah, ia bisa menebak jika dirinya berada di sebuah kamar sekarang. Raina menggerakkan tubuhnya agar bisa bangkit atau sekedar berbalik.


"Hahahahahaa.... "


Raina mendongakkan kepalanya melihat suara tawa siapa itu. Seketika jantung nya seakan meledak melihat Dave berbaring di samping nya, Raina memang tidak menyadarinya karena pria itu ada di belakangnya.


"Mau melarikan diri? " cibir Dave tersenyum mengejek melihat Raina kesusahan untuk bangkit.


"Lepaskan aku keparat!!! " bentak Raina menatap benci pada pria itu.


"Hahahaha..... "


"Lepas? apa kau pikir aku akan melepaskan mu? "


"Kau pria gila!!!! kau bajingan!! brengsek!! " maki Raina berteriak. Rahang Dave mengeras, ia sangat tidak suka mendengar cacian dari wanita yang ada di depannya ini.


"Mulut mu sungguh tajam, tapi... " senyum menyeringai terukir di bibir Dave. Pria itu mendekatkan tubuhnya pada Raina, membuat gadis itu berusaha untuk menjauh. Namun Raina tidak bisa berbuat apa apa.


"Aku semakin menginginkan mu" bisik Dave tepat di depan daun telinga Raina. Lidah Dave dengan nakal menjilati daun telinga Raina, membuat gadis itu bergerak menjauh.


"Cuihh.... Sampai kapan pun kau tak akan bisa mendapatkan ku!! "


"Hahahaha..... Apa kau yakin? sekarang saja kau sudah ada di tangan ku" balas Dave. Raina tak berkutik, apa yang di ucapkan pria itu benar.


"Kenapa diam? mengaku salah? "


"Kau pria bodoh dan kejam yang pernah aku temui!!! " ujar Raina.


"Huh, kau pikir aku melakukan semua ini sejak awal? " Dave mulai terpancing emosi, ia bangkit dan menarik rambut Raina sehingga gadis itu bangkit dari ranjang dengan kedua tangan masih terikat ke belakang.


"Kau memang yang memulai sejak awal!! "


Plak!!!!


Seketika tubuh Raina terhuyung ke samping, bekas merah membekas di pipi Raina.


"Huh, kau pikir dengan menganiaya ku kau bisa menghilangkan kebodohan mu?? " cibir Raina, Dave semakin terpancing, emosi. Pria itu kembali menarik rambut Raina dan menampar nya kembali.


"Kau akan mati di tangan ku!! " gumam Dave. Raina tak melawan, ia pasrah dengan perlakuan pria itu. Setidaknya dirinya tidak di lecehkan.


"Mati dalam penganiayaan seperti ini jauh lebih indah dari pada di lecehkan" batin Raina terkekeh pelan.


Bruk!


Dave melempar tubuh Raina ke sudut ruangan.


"Aww.. " ringis Raina ketika pelipisnya tidak sengaja membentur sudut nakas yang ada di sudut kamar itu. Lalu setelahnya Raina tidak tahu lagi apa yang Dave lakukan padanya.


...****...

__ADS_1


"Alex!!!! "


Cia berlari mengejar Alex yang hendak masuk ke dalam mobil. Cia ngos-ngosan hingga bisa menggapai lengan Alex. Dengan malas Alex menatap Cia dan menepis tangan Dia.


"Ada apa lagi sih!! apa kamu gak puas puasnya ganggu hidup aku? " bengak Alex.


"Alex aku mau ngomong sama kamu"


"Ngomong apa lagi?? aku tidak punya waktu melayani kamu! " balas Alex ketus, lalu berbalik hendak masuk ke dalam mobilnya.


"Aku tahu dimana Raina sekarang! " teriak Cia. Spontan Alex langsung berbalik dan kembali mendekat pada Cia.


"Dimana?? Dimana Raina sekarang??? "


"Cepat katakan!! dimana Istri ku?? " desak Alex.


"Ayo ikut dengan ku" ajak Cia. Tanpa berpikir panjang Alex langsung mengikuti Cia, tak lupa Alex juga memberitahu Kian dan juga yang lainnya.


Secara bersamaan mereka mengikuti kemana Cia membawa mereka.


"Duh Cia!! ini beneran gak sih tempatnya Dave membawa Raina? " dengus Dewi seakan tak percaya.


Cia tak menjawab, ia hanya melirik Dewi tajam.


"Udahh Diem aja dulu" bisik Justin pada Dewi.


Mereka tiba di sebuah villa Dave, letaknya cukup jauh dari kota. Terbilang lokasi villa Dave terpencil.


"Oke.. " Balas Kian.


Mereka turun dari dalam mobil, menatap villa kuno yang di jaga ketat oleh orang orang Dave.


"Banyak sekali penjaganya" Gumam Dewi ketakutan.


"Udah kamu tenang aja, kamu gak sendiri" ujar Jiandi menenangkan Dewi.


Ketika mereka menelusup masuk ke dalam villa, tiba-tiba semua penjaga menghilang. Seakan mereka di persilakan masuk tanpa ada penjaga satu pun.


"Kemana para penjaganya?? " tanya Ega celingak celinguk.


"Apa mungkin mereka menyadari kehadiran kita? " ujar Kian.


"Aku tidak tahu, kita harus tetap berjaga jaga" balas Alex.


Mereka pun masuk ke dalam villa, masuk ke ruang tengah.


"Raina!! " Gumam Alex ketika melihat Raina terkulai lemas di lantai. Emosi Alex seketika memuncak melihat keadaan Raina yang sangat menggenaskan.


Prok!!! Prok!!!


"Dave.. " Gumam Cia.


"Bagus istri ku yang cantik, kamu berhasil membawa mereka semua ke hadapan ku" Gumam Dave. Mereka semua melirik kearah Cia.

__ADS_1


"Jadi kamu sengaja menjebak kami!! " Bengak Dewi.


"Tidak, aku tidak bersekongkol dengan nya!! " sangkal Cia, karena dia benar-benar tidak berkerjasama dengan Dave.


"Sial, mereka banyak banget" ucap Jiandi melihat semua penjaga yang menghilang tadi tiba-tiba muncul dan mengelilingi mereka dengan senjata menodong pada merek.


"Apa ini akhir hidup? " batin Ega.


"Lepaskan istri ku! " teriak Alex menatap Dave tajam.


"Huh... lepas?? " ulang Dave dengan nada mengejek.


Raina mulai sadar, dengan tubuh lemahnya ia hanya bisa membuka kelopak matanya. Raina tersenyum melihat teman temannya datang menyelamatkan nya.


"Jika kau mau bawalah gadis ini" ucap Dave menyuruh anak buahnya membangunkan Raina dan menarik Raina agar berdiri.


"Jangan Perlakukan dia seperti itu!!! " bengak Alex, membuat Dave semakin menendang Raina.


"Bajingan!!! " umpat Alex berjalan mendekat pada Raina. Namun gadis itu menggeleng kuat. Raina melihat salah satu anak buah Dave menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan ke Alex.


"Kak!!! jangan mendekat!!!! " teriak Raina melebarkan matanya melihat Alex malah semakin cepat mendekat ke arahnya.


"Alex!!!!!! " teriak Kian tak kalah kuat dari Raina, mereka yang berdiri di sana juga melihat anak buah Dave yang tengah membidik Alex.


Alex menoleh pada Kian, namun sudah terlambat. Anak buah Dave sudah melepas peluru nya.


"Kak!!!!! "


Dor!!! Dor!!


Tubuh Alex tersungkur ke samping, Raina dengan sisa tenaganya mendorong anak buah Dave yang memeganginya dan berlari kearah Alex dan mendorong pria itu hingga dirii yang menggantika posisi Alex.


"Raina!!!!!!! " Pekik mereka bersamaan. Tubuh Raina ambruk di lantai.


Dor!!!! Dor!!!!


Tiba-tiba letupan senjata api bertaburan di ruangan itu. Satu persatu anak buah Dave jatuh.


"Sial" umpat Dave melihat anak buahnya berjatuhan. Ia kalah banyak anggota dengan anggota Arya.


"Kak Arya? " Gumam Alex.


"Selamat kan Raina cepat!! " titah Arya. Lalu ia berlari mengejar Dave yang sudah melarikan diri.


Alex mendekati Raina, gadis itu sudah tidak sadarkan diri lagi.


"Alex ayo bawa Raina ke rumah sakit" ucap Kian.


"Sebelum darah semakin banyak" sahut Ega. Mereka seperti tak berguna hanya berdiri tanpa melakukan apapun. Mereka tidak boleh gegabah, namun Raina malah celaka.


Alex pun secepatnya mengangkat tubuh Raina dan melarikan Raina ke rumah sakit terdekat.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2