
"Erjo" panggil Dion, pria tua yang sudah berumur hampir mencapai 50 tahun. Dion menatap sekertaris nya dengan raut yang sulit di artikan.
"Ada apa tuan? apa ada yang mengganggu pikiran mu? " tanya Erjo, ia sudah paham dengan sikap bos nya ini.
"Aku penasaran, apa tujuan mereka datang ke perusahaan ini. Mengapa mereka tiba-tiba, membeli saham itu" gumam Dion pada Erjo. Sekretaris nya itu ikut berpikir, ia mencoba menganalisa apa yang menjadi tujuan Cia dan ayahnya.
"Bos, ini hanya sebuah, pemikiran saya. Mungkin mereka mengincar proyek yang baru saja jatuh ke tangan kita" ujar Erjo mengungkap pemikiran nya. Dion mengangguk, ia sepemikiran dengan sekertaris nya.
"Kamu benar, tetapi aku masih ragu. Sebaiknya kita was was" ujar Dion. Erjo mengangguk paham.
****
Alex baru saja selesai meeting dengan rekan rekannya, ia tidak sengaja melihat Raina tengah berbincang bincang dengan teman temannya. Alex menghentikan langkah nya sebentar, ia memperhatikan Raina dari atas.
"Ada apa? " tanya Ega dan jiandi yang ikut berhenti di samping Alex.
"Tidak ada apa apa" jawab Alex langsung pergi dari sana, ia tidak mau teman temannya mengetahui apa yang sedang ia lihat.
"Ehh, itu kan si mungil Raina" ucap Justin.
"Mana?? "
"Wahh kita satu kantor sama Raina" sorak Ega. Mereka bertiga berlari menuruni tangga dan langsung menghampiri Raina. Alex hanya mengikuti mereka dari belakang, ia menggeleng melihat tingkah teman temannya yang terlalu berlebihan pada Raina.
"Raina!! " sapa mereka serempak. Seluruh pegawai yang ada di sana menghentikan kegiatan mereka melihat Raina di hampiri oleh pegawai senior dan tampan tampan tentunya.
Raina melirik semua teman temannya, ia merasa tidak enak di lihatin seperti ini.
"Ada apa? " tanya Raina kikuk pada mereka.
"Tidak ada, kami hanya ingin menyapa mu" jawab Ega, di angguki oleh keduanya.
"Hm.. baiklah" sahut Raina tersenyum kikuk.
"Aku tidak menyangka jika kita satu kantor" ujar Jiandi.
"Hemm.. aku juga tidak tahu jika teman temannya kak Alex juga bekerja di sini" lirih Raina.
"Ekhem... "
Ketiga pria itu melirik ke arah Alex, mereka mengerti arti dari deheman itu.
"Ya sudah, kalau begitu kami ke ruangan dulu" ucap Justin memberanikan diri mencubit pipi Raina gemes. Mata Alex seketika melebar melihat keberanian Justin menyentuh istri nya.
__ADS_1
"Eh, maaf Raina. Aku sangat gemas pada mu. " sesal Justin. Raina menggeleng pelan.
"Tidak masalah kak" balas Raina.
"Ihh aku juga mau" rengek Ega.
"Ekhem... " lagi lagi deheman Alex menghentikan gerakan mereka.
"Bye bye" Ega mendorong kedua teman nya pergi dari sana. Raina membalas lambaian tangan mereka, matanya melirik Alex sebentar. Pria itu sangat berbeda dengan ketiga temannya. Mereka selalu bersikap hangat pada nya.
"Dasar kulkas! " dengus Raina berbalik kembali ke mejanya, Alex yang mendengarnya hanya mendengus kesal lalu menyusul ketiga temannya yang sudah kembali menaiki anak tangga. Ruangan Raina berjarak 1 lantai dengan Alex, saking dekatnya Alex bisa melihat Raina dari atas, begitu juga sebaliknya.
Raina kembali duduk ke kursinya, baru saja bokongnya menempel ke kursi, seluruh teman teman wanitanya merapat ke meja Raina dengan tatapan penasaran.
"Wahhh Raina kamu terlihat sangat dekat dengan para atasan itu"
"Kenalin kita dong,,, sama mereka"
"Raina, bos Alex udah ada pacar belom? "
"Raina.. "
"Raina.. "
"Diam!!!!!!!! " teriak Raina tak tahan lagi. Ucapan ucapan teman temannya yang membuatnya frustasi.
"Tapi kami lihat mereka sangat akrab dengan mu, mereka bahkan mencubit pipi mu gamas" tutur salah satu dari mereka yang langsung bersorak ketika membayangkan pipi mereka yang di cubit Justin.
'Astaga, benar benar mala petaka jika dekat, pada pria pria itu'batin Raina menarik rambutnya frustasi.
"Guys...... tolong, ini kantor!! bukan ajang perjodohan! " teriak Dewi. Raina mengangguk cepat, ia setuju dengan ucapan Dewi.
"Yahh sekalian lah wi, kita juga ada impian" celetuk mereka.
"Nanti yah, ini masih jam kerja loh. "
"ahh... Dewi gak seru" dengus mereka mulai bubar. Raina bernafas lega, ia sangat berterimakasih pada sahabat nya Dewi.
"Kamu benar-benar sahabat terbaik aku" puji Raina mengacungkan jempol pada Dewi.
Di lantai atas, seorang wanita cantik baru saja keluar dari lift. Tanpa babibu, Cia berjalan menuju ruangan Alex.
"Eh itu bukannya pacar Alex? " gumam Ega bertanya pada teman temannya yang langsung berjalan mendekati Ega.
__ADS_1
"Eh iya, dia kan pacarnya Alex" sahut Jiandi. Mereka langsung berjalan keluar ruangan yang hanya di batasi oleh kaca.
"Hai" sapa Cia tersenyum pada ketiga pria itu.
"Mencari siapa yah? " tanya Ega sopan, memang di antara mereka bertiga Ega lah yang menjadi juru bicara mereka.
Pletak~
"Tentu saja, dia mencari Alex" dengus Justin.
"Ehm.. maaf nona, Alex tidak ada di ruangan nya" jawab Justin.
"Oh benarkah? " tanya Cia sedikit kaget.
"I-" ucap Jiandi terhenti, karena Alex muncul dari belakang Cia.
"Ada apa kau mencari ku? " tanya Alex dingin. Pria itu berjalan melewati Cia, lalu berdiri di depan teman temannya. Alex menatap Cia dengan tatapan dingin, bahkan ia menampakkan seperti membenci Cia.
"Huh, akhirnya kamu datang juga" gumam Cia tak gentar, mendengar ucapan tajam Alex.
"Aku sudah katakan pada mu, jangan mencari ku lagi! " tegas Alex. Ketiga temannya menutup mulut dengan mata melebar.
"Seperti nya mereka sedang bertengkar" bisik mereka.
"Asal kamu gak lupa, ayah ku pemegang saham terbesar di perusahaan ini. Kau harus bersikap baik pada ku" cibir Cia bangga.
"Aku tidak peduli" balas Alex dingin. Cia terkekeh pelan, inilah yang Cia sukai dari Alex. Teguh dan tidak melakukan sesuatu yang tidak ia ingin kan.
"Aku semakin ingin memiliki mu" ujar Cia tersenyum menyeringai.
"Sebaiknya kau segera pergi!! " Usir Alex, lalu masuk ke dalam ruangan nya.
"Kau akan menyesalinya" lirih Cia menatap punggung Alex yang sudah masuk ke dalam ruangan nya.
"Hmm.... maaf nona" lirih Ega dan kedua teman temannya pada Cia yang juga menatap sinis pada mereka.
"Cantik cantik tapi licik yah" ujar Justin bergidik ngeri.
"Huh, cantik percuma kalau sikapnya begitu. mending seperti Raina, cantik, pintar, masakan, ramah.. " puji jiandi melirik ke luar kaca.
"Husss... nanti Alex bisa denger" bisik Ega memberikan isyarat pada kedua temannya agar tidak terlalu keras keras memuji Raina.
"Tapi kalian memang benar" kekeh Ega.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, Erjo mendengar semua pembicaraan mereka tadi. Pria itu mengamati semuanya dari balik tembok tak jauh dari ruangan Alex. Erjo beranjak dari persembunyian nya, ia kembali ke ruangan Dion.
...----------------...