
Suasana kembali riuh, seluruh pegawai di sibukkan oleh beberapa masalah yang terus terlihat semakin memburuk. Alex pun ikut ambil andil, ia berusaha menyelesaikan rancangan dan beberapa data untuk melengkapi semua usahanya selama ini. Alex juga bernafas lega, setidaknya Raina tidak menerima tawaran dari Dion.
"Boss.. Ini semua data yang kau minta" ucap Jiandi formal. Alex mengangguk dan mengambil map yang Jiandi berikan. Lalu Jian kelaut dari ruangan Alex. Trio kepo sedang taubat sekarang, ia tahu Alex sedang keadaan tidak baik baik saja, karirnya terancam. Apalagi Raina sudah pergi dinas luar, jiwa ke kepoan mereka sangat bergejolak.
Sementara di sebuah hotel yang berada, masih sama di kota dia tinggal. Raina duduk santai menatap ke luar jendela kamar hotel. Tatapannya terlihat tajam, seakan akan apapun yang melintasi tatapannya saat ini bisa hancur dan musna. Raina bukanlah gadis polos lagi, tiba-tiba dirinya berubah menjadi gadis yang ganas dan terlihat menakutkan.
Sesekali Raina melirik ponselnya, jam menunjukkan pukul 9 siang. Barulah gadis itu bangkit dan keluar dari kamar hotel itu. Hari ini Raina akan mengintai Dave yang seperti info ia dapat pria itu akan datang ke hotel ini untuk bertemu dengan colega nya.
Tiba di restauran yang ada di hotel ini, Raina melihat Dave dan ayah Cia masuk bersama. Raina langsung menunduk dan bersembunyi.
"Aku senang bertemu dengan mu"
"Aku juga senang bertemu dengan mu ayah"
Raina menatap kedua pria yang saling menyapa, ia sedikit beringsut agar lebih dekat, lagi. Raina juga menggunakan buku menu untuk menutupi wajahnya.
"Bagaimana Dave, apa semuanya berjalan lancar? "
"Tentu ayah, sesuai informasi yang kau berikan. Aku dengan muda bisa mempengaruhi Tuan holsen. Mereka pasti akan memberikan proyek ini pada mu ayah" jelas Dave. Ayah Cia tersenyum senang, kabar ini lah yang ingin dengarkan.
"Namun kita butuh beberapa data Ayah" ujar Dave, Raina mencoba menajamkan pendengaran nya.
"Apa itu Dave? apa lagi yang kamu butuhkan. Ayah pasti akan memberikan nya pada mu" sahut ayah Cia cepat.
"Data rancangan, aku butuh data rancangan Alex. Kita harus merebut rancangan itu dan lebih dulu memperlihatkan pada direksi dan Tuan Wilson ayah"
Deg.
Jantung Raina berpacu cepat, emosinya seketika memuncak. Raina berusaha menahan diri agar tidak menyerang mereka, meskipun hatinya terasa panas ketika mendengar mereka ingin bermain licik.
"Ayah akan memikirkan bagaimana cara untuk merebutnya Dave" balas ayah Cia.
"Aku tunggu ayah" sahut Dave, lalu mereka saling melempar senyuman.
"Aku bisa membantu kalian"
__ADS_1
Dave dan ayah Cia melirik Raina yang masih terlihat duduk santai di belakang meja mereka. Perlahan gadis itu menurunkan buku menu yang menutupi wajahnya, lalu tersenyum pada kedua pria laknat itu. Raina berusaha mengontrol dirinya, ia tidak akan gegabah.
"Siapa kau? " tanya ayah Cia dingin. Sementara Dave hanya memperhatikan nya saja tanpa mengajukan komentar.
Raina tersenyum miring, ia bangkit dari tempat duduknya lalu berdiri di hadapan kedua pria itu.
"Perkenalkan Tuan, aku Raina. Aku yakin kalian sudah mengenal ku" ucap Raina tersenyum miring, menatap ayah Dia kemudian beralih pada Dave yang masih tak berkedip menatap ke arahnya.
"Kau istri Alex ukan? " tanya Dave.
"Kau pintar sekali tuan" kekeh Raina. dave dan ayah Cia saling melirik. Mereka menatap Raina penuh selidik, apa yang sedang gadis ini rencanakan.
"Apa yang sedang coba kau tunjukkan" ujar Dave to the poin.
"Hai... Aku sangat takjub pada mu tuan" Raina mengambil posisi duduk di samping Dave. Gerakannya di pantau oleh 2 pasang mata yang sejak tadi menerka ada apa dengan wanita itu.
"Aku akan membantu kalian untuk merebut semuanya dari AMD group" lanjut Raina meyakinkan.
"Bagaimana kami bisa mempercayai mu?" ucap ayah Cia, ia terlihat tergiur dengan tawaran Raina.
"Apa yang membuat mu ingin melakukan ini? " selidik Dave, Raina tersenyum dalam hati. Akhirnya Dave mulai tertarik.
"Huhh.. Kau tahu, aku sudah lelah di hina dan di caci oleh pria sombong itu. Aku selalu dikatakan tidak berguna bahkan pernikahan ku tidak berarti apa apa" ucap Raina dengan nada bicara menahan emosi, ia terlihat seperti seseorang yang memiliki dendam yang besar, pada seseorang yang menjadi topik pembicaraan mereka.
Dave ingin menyela lagi, namun ayah Cia menahannya. "Kalau begitu senang berkerja sama dengan mobil nona"
"Huh? " Raina sedikit kaget, ayah Cia begitu mudah mengulurkan tangannya. Namun Raina menghalau pemikirannya, lalu menyambut uluran tangan ayah Cia. Setidaknya ia bisa memasuki mereka dan lebih dekat dengan mereka.
"Aku yakin kalian tidak akan percaya begitu saja, tapi aku akan meyakinkan kalian dengan mengambil data data proyek itu, dan memberikan pada kalian"
"Baiklah nona Raina, kami akan mencoba menjadi mempercayai mi. Semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar" balas ayah Cia. Raina mengangguk sembari tersenyum pada mereka bergantian.
Jika boleh jujur, kaki Raina gemetar sekarang. Melihat wajah Dave membuatnya sedikit kering. Tragedi Alex masih jelas di ingatannya. Raina mencoba tersenyum alami pada Dave yang tampak masih mencurigainya.
"Ya sudah kalau begitu, saya permisi dulu" ucap ayah Cia pamit dan langsung beranjak dari sana.
__ADS_1
"Baiklah ayah" balas Dave.
"Sampai jumpa Tuan" sahut Raina. Ayah Cia mengangguk, menatap Raina dan Dave dengan senyuman liciknya.
Kini tinggallah Dave dan Raina di meja itu, restauran lumayan sepi. Sehingga Dave bisa sedikit leluasa mengeluarkan intimidasi Raina.
"Aku yakin, kau memiliki tujuan lain! "
Raina tersenyum polos, "Apa anda pikir saya berani bermain main dengan anda tuan? . Saya tahu siapa anda. Saya masih sangat menyayangi nyawa saya"
"Bagus jika kau tahu. " balas Dave datar
"Tapi... Dekat dengan anda seperti nya menyenangkan" ungkap Raina menatap Dave dengan satu mata berkedip sexy. Ini adalah hal yang sangat menjijikan yang pernah ia lakukan, Raina sangat menyesalinya sekarang.
"Kau ternyata lumayan sexy" Spontan Dave menarik tangan Raina, sehingga gadis itu terlonjak dan berpindah ke kursi yang tadinya ayah Cia duduki.
Raina sangat terkejut, namun ia berusaha untuk mengontrol dirinya agar semuanya terlihat alami.
"Kau sangat kasar tuan, aku yakin istri mu pasti merasa tidak nyaman dengan ini" ucap Raina dengan suara di buat buat sexy, bahkan gadis itu menghembuskan nafasnya pada wajah Dave yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya. Raina telihat seperti wanita penggoda sekarang.
"Aku harus pergi sekarang tuan, sebelum ada yang mengetahui kedekatan mu dengan ku" ucap Raina lagi, ia melepaskan tangan Dave yang masih menggenggam erat pergelangan tangannya. Sebenarnya ia tidak tahan lagi berlama lama berada di dekat pria itu.
"Baiklah, kali ini aku akan membiarkan mu pergi. Tapi tidak lain waktu. " balas Dave penuh penekanan.
"Aku menantikan nya tuan" balas Raina dengan mata kembali berkedip manja.
Raina cepat cepat pergi dari sana, ia kembali ke dalam kamar hotelnya. Setibanya di kamar hotel, Raina langsung membuka seluruh pakaiannya, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Raina sudah tidak tahan dengan aroma pria itu, ia merasa sangat jijik membayangkan apa yang ia lakukan tadi.
"Dasar pria brengsek!!! " maki Raina sembari terus menggosok gosok tangannya yang sempat Dave sentuh. Berkali kalo sudah Raina menggosoknya dengan sabun, ia merasa tangan kotor pria itu seakan tak bisa hilang.
Setelah selesai mandi dan merasa tubuhnya sudah bersih dan suci kembali. Raina keluar dari kamar mandi, mengambil pakaian yang ia kenakan tadi dengan jijik, lalu membuangnya ke tong sampah.
"Huhh.. Baju baju ku akan banyak terbuang" dengus Raina menatap bajunya yang tergeletak di dalam tong sampah yang ada di sudut kamar mandi.
...----------------...
__ADS_1