Si Kulkas Itu Suamiku

Si Kulkas Itu Suamiku
(46) Surat untuk kak Alex


__ADS_3

*Hi.. Kak Alex.


Ketika kak Alex membaca surat ini, mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Aku memutuskan untuk pergi dan tidak akan kembali lagi. Maafkan aku kak, aku selalu menyusahkan mu. Aku tahu, aku hanya seorang wanita lemah yang tidak bisa menjadi istri yang baik untuk mu. Yah, walaupun hanya sebentar.


Kak Alex, eh... Kak Diano. Aku bolehkan memanggil mu dengan panggilan itu. Hihihi... mungkin kak Alex bertanya tanya sekarang. Mengapa aku bisa tahu dengan nama itu? iya kan?. Hemm... Aku Ina, gadis culun yang mencintaimu dalam diam. Gadis yang selalu membawakan mu bekal makan siang. Aku cukup kaget, karena kak Diano tidak mengenaliku. Tapi aku juga senang, karena kakak adalah suami yang ibu jodohkan kepadaku.


Kak... Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membohongi kakak. Aku melakukan semua ini demi kakak. Jika aku membiarkan Dave dan Ayah Cia merampas proyek ini dari kakak, maka lenyap sudah reputasi kakak. Karena apa? karena mereka merencanakan pembuktian palsu bahwa kakak yang mencuri rancangan itu dari mereka. Sekali lagi aku minta maaf pada mu.


Aku harap kak Alex bisa merawat diri dengan baik, jangan seperti waktu aku menjalankan tugas dari boss besar. Aku memantau mu kak, kaka tidak makan teratur. Aku juga tahu kakak sudah memiliki penyakit magh sekarang. Tapi kakak tenang aja, aku sudah meletakkan obat untuk menyembuhkan magh kakak, tolong di minum yah. Obatnya ada di dalam kulkas.


Jangan cari aku, karena kakak tidak akan menemukan aku di mana pun. Namun aku, bisa menemukan kakak di mana pun. Karena kakak selalu ada di hatiku. Yah, aku mencintaimu mu kak.


*Di atas nakas itu, aku juga meninggalkan pengajuan surat perceraian. Aku sudah menandatangani surat itu kak. Jadi kak Alex tidak perlu repot untuk melakukan semua ini.


Salam maaf,


Raina😘*


Alex terduduk membaca surat yang Raina tinggalkan di atas nakas. Dadanya semakin sesak, rasa tidak rela muncul di hatinya. Apa ini yang di namakan penyesalan?. Kenangan di masa lalu mulai berputar kembali di ingatan Alex.


"Tidak, aku tidak akan membiarkan mu pergi! " gumam Alex sembari menggeleng kuat. Pria itu bangkit, lalu berlari keluar dari kamar menuju ke kamar Raina.


"Raina!! Raina!! " langkah kaki pria itu terhenti, kamar ini sudah kosong. Tiada lagi barang barang Raina tertinggal di sana. Semuanya benar-benar kosong tanpa secuil pun tertinggal.


Sekarang, Alex benar-benar merasakan kekosongan. Raina benar-benar sudah pergi dari hidupnya. Kaki Alex mendadak lemas, ia terduduk lemas menatap kamar kosong.


****

__ADS_1


"Nyonya!!! nyonya!!!! " asisten rumah tangga Cia berlari berhamburan mendekati Cia yang sudah tergeletak di lantai. Ia menggoyang goyangkan tubuh majikannya agar sadar. Asisten rumah tangga Cia prihatin melihat kondisi majikannya tragis. Wajah Cia penuh dengan luka lebam, ada bekas luka di bagian lengan dan betisnya. Seperti nya Cia baru saja di aniaya suaminya.


Asisten rumah tangga Cia segera membawa Cia ke rumah sakit, ia sangat khawatir terjadi apa apa dengan majikannya ini. ART itu meminta tolong pada supir pribadi Cia untuk membawa Cia ke rumah sakit.


"Dokter Dokter!!! " panggil Art Cia histeris ketika mereka masuk ke dalam rumah sakit. Beberapa suster yang berada di lobi langsung menghampiri dan membawa Cia ke brankar yang memang di sediakan di sana.


"Suster, tolong selamatkan majikan saya" ucap Art Cia dengan nada mohon, mereka ikut berlari mendorong brankar Cia menuju UGD.


"Maaf yah bu, tolong tunggu di luar. Dokter akan melakukan penangan kepada pasien" ucap suster yang menahan art Cia dan menutup pintu ruang UGD. Art Cia hanya bisa mengangguk pelan, lalu ia duduk di kursi tunggu bersama supir pribadi Cia.


"Lin, kok bisa sih bu Cia babak belur seperti itu? " tanya anggo supir pribadi Cia.


"Aku gak tahu go, ketika aku masuk ke kamar bu Cia. Aku sudah mendapati bu Cia tergeletak di sana. " Jelas Linju, wanita paru baru baya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Linju sudah bekerja pada Cia selama 10 tahun.


"Huhh... aku Berpirasat ini ulah pak Dave"


Anggo berdiri dari duduknya, berjalan mendekati pintu ruang UGD yang terdapat kaca bening, sehingga ia bisa menguntip sedikit ke dalam. Tatapan Anggo terlihat iba pada Cia, sejak pernikahan nya dengan Dave. Majikannya itu tidak pernah merasakan kebahagian.


"Kasihan bu Cia" Gumam Linju berdiri di samping Anggo.


"Hmm.. Mau gimana lagi, kita tidak bisa berbuat apa apa" sahut Anggi menghela nafas berat, mereka benar-benar merasa kasihan pada Cia.


"Kau sudah dengar?? tuan besar pun sudah tertangkap"


"Apa??? kenapa? " tanya Linju kaget. "Ya ampun nyonya!!! mengapa semua ibu terjadi kepada mu"


"Aku juga tidak mengerti, tapi semua nya ada kaitannya dengan pak Dave" jawab Anggo.

__ADS_1


Di dalam sana Cia di tangani dengan sigap oleh dokter, kondisinya sangat lemah. Luka lebam yang Cia dapatkan terlalu banyak. Bahkan luka di seluruh tubuhnya masih terbuka dan basah.


*****


Alex termenung di meja makan, menatap semua masakan yang telah Raina siapkan untuk nya. Mungkin ini masakan terakhir Raina untuk dirinya. Bahkan Alex mengambil obat magh yang Raina siapkan di dalam kulkas. Tanpa Alex sadari air matanya mengalir pelan, walaupun Alex cepat cepat menghapusnya. Pria itu menghela nafas berat.


"Aku pasti akan menemukan mu!!! " Gumam Alex penuh keyakinan, lalu perlahan Alex mengambil sendok dan mulai memakan semuanya.


Tak jauh berbeda dengan Alex, Raina tengah duduk di balkon hotel yang sedang ia sewa. Raina menatap langit malam, bintang bintang bertaburan seakan malam ini adalah malam terindah.


"Apa kak Alex sudah makan malam? " Gumam Raina. Ia sangat merindukan Alex sekarang. Raina merasa ragu menjalani hidup tanpa Alex nantinya.


Raina menghela nafas berat, berkali kali ia mencoba menenangkan hatinya yang terus saja memberontak meminta ingin bertemu dengan pemilik nya.


"Huhh.... Aku mulai merindukan nya" Gumam Raina frustasi.


"Kak Alex!!!!! " erang Raina. Ia berlari masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya asal ke atas ranjang.


...----------------...


Jika sudah terjadi, barulah ada, penyesalan. Jika sudah menyesal, apa yang akan di kata? tidak semua bisa kembali ke tempatnya semula.


Apakah Alex akan bertemu dengan Raina?? jika bertemu bagaimana interaktif kedua?


Saksikan terus kisah Alex dan Raina, jangan lupa like, Comment, vote dan jadikan favorit jika baru berkunjung.


Pastikan kalian menulis komentar yang membangun author menjadi lebih baik lagi.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2