
Jam istirahat pun tiba, Alex memenuhi ucapannya. Ia membawa Raina keluar dari kantor. Sebenarnya Alex keberatan terlalu jauh dari kantor, namun berkat bujuk rayu Raina akhir nya Alex menyetujuinya.
"Kak, kita makan di sana aja" tunjuk Raina pada restauran sederhana namun terlihat santai untuk di nikmati.
Suasana restauran terlihat sangat alami, Raina memilih meja di luar ruangan, yaitu di dekat taman yang di rancang khusus untuk pelanggan yang menginginkan suasana alami.
"Wahhh adem" gumam Raina tersenyum senang, tidak ada kesedihan di air mukanya. Alex merasa sedikit aneh, ia sulit menerka jalan pikiran Raina. Apakah gadis ini sedang bahagia, atau sedang menyembunyikan sebuah kesedihan.
"Silakan tuan dan nyonya. Tentukan pesanan anda. Kami menyediakan berbagai macam jenis makanan rumahan dan juga makanan ringan jika nyonya sedang Diet" jelas pelayanan restoran ramah. Raina mengangguk membalas ucapan pelayanan sembari mengambil menu makanan dan minuman. Raina berpikir sejenak, menatap menu menu apa yang harus ia pesan.
"Aku mau ini dan ini, minumannya jus alpukat aja yah" pesan Raina pada pelayan yang siap mencatat pesanan Raina.
"Bagaimana dengan tuan? " pelayan beralih menatap Alex.
"Aku tidak pesan apa apa" balas Alex, pelayan itu pun mengangguk dan menunduk hormat.
"Tunggu beberapa menit untuk kami menyiapkan pesanannya"
Raina menatap Alex mengerucutkan bibirnya, Alex tampak acuh dan asik memainkan ponselnya.
"Kak! " panggil Raina ketus.
"hmm" sahut Alex mengangkat pandangannya sebentar pada Raina.
"Kenapa kak Alex tidak pesan apapun, katanya mau makan bareng" gerutunya.
"Aku hanya menemani mu makan, tidak mengatakan makan bersama mu" balas Alwi acuh.
"huh... dasar licik" Raina memalingkan wajahnya ke sembarangan arah. Melawan Alex sama saja melawan dinding, dan seperti kulkas yang selalu memberikan uang dingin.
Beberapa menit kemudian, pelayan itu kembali menghampiri meja Raina dan Alex. Pelayan itu mendorong meja kecil yang berisi pesanan Raina.
"Silakan di nikmati nyonya, dan Tuan" ucap Pelayan itu, lalu berlalu dari sana.
"Terimakasih" balas Raina sopan.
Raina menatap makanannya, ia melirik Alex sebentar. Pria itu masih saja terlihat acuh, huh.. Perpisahan macam apa ini. Pikir Raina.
"Makanlah cepat, sebentar lagi jam istirahat siang selesai" desak Alex, ia merasa raina sengaja mempermainkan makanannya agar lebih lama di sini.
Raina tak menggubris nya, ia tetap melanjutkan makan siang dalam diam.
"Kak... " lirih Raina membuka suara, makanannya tinggal setengah.
"Makan saja yang cepat, gak usah banyak ngomong" tegas Alex.
__ADS_1
"Huh... aku cuma mau nanya " kesal Raina.
"Katakan saja" sahut Alex. Raina tersenyum lebar, lalu memperbaiki posisi duduknya. Menatap Alex dengan tatapan tak biasa, pria itu pun sempat bergidik di buatnya.
"Apa hal yang paling kakak tidak sukai? " tanya Raina. Alex mengangkat alis sebelah kanannya.
"Kenapa kamu menanyakan itu? "
"Tidak ada, aku mau tahu saja" balas Raina.
"Aku paling tidak suka kebohongan, apapun alasannya aku tidak suka" jawab Alex, Raina diam seketika. Ia sudah tahu pasti apa yang akan terjadi selanjutnya. Alex pasti akan membencinya jika pria itu tahu Raina akan menipunya.
"Hei... " Raina tersentak, ia tercengir menatap Alex yang mengerut kesal padanya. "Ayo kita kembali"
"Makanan mu belum habis"
"Tidak masalah, aku sudah kenyang" Raina menarik tangan Alex beranjak dari restauran itu. Bukannya kembali ke kantor, Raina malah membawa Alex pergi ke pantai.
"Huwaaaa!!!!!!! " Teriak Raina ketika mereka tiba di pantai, ia berlari kecil menghampiri bibir pantai dan bermain di pinggir nya.
"Huh.. Dasar bocah" decak Alex menggeleng melihat tingkah kekanak kanakan Raina.
"Kak Alex!!!! "
"Mari sini!!! " Raina melambai lambai memanggil Alex agar mendekat padanya. Namun Alex menggeleng pelan, ia sedang tidak ingin bermain air. Namun, Raina tidak menyerah ia menarik paksa Alex ikut bersama nya untuk bermain air.
"Kau saja, aku tidak mau" tolak Alex, Raina tetap menariknya hingga mereka berada di tepi pantai.
Pantai saat itu dalam keadaan ramai, banyak wisatawan sedang berjemur dan bermain air.
"Ehh ehhh!!! " Raina berlari menghindari kejaran ombak yang sedikit tinggi.
"Huh, mau main air, tapi takut basah!! " cemooh Alex, ia tahu jika Raina ada fobia jika masuk ke dalam air,jadi Alex tidak terlalu jauh dari Raina.
Segerombolan anak anak datang menghampiri, mereka, salah satu dari mereka menarik Raina agar masuk ke dalam air dan bermain bersama mereka.
"Ayo kak main, ayo!! " rengek anak kecil itu. Namun Raina menggeleng kuat, ia menolak tarikan tangan anak kecil itu. Wajah Raina mulai pucat.
"Maaf yah adek, kakak gak mau basah" tolak Raina lembut.
"Ayo kak!!"
"Iya kak!! ayo kita main. "
"Ayo!!! "
__ADS_1
Para anak anak terus menarik Raina ke dalam air, Alex pun ikut tertawa ketika melihat salah satu dari mereka menyiram Raina. Ia merasa itu tidak terlalu bahaya karena mereka masih di tempat yang dangkal.
"Tolong kak Alex!!! " teriak Raina ketika tubuhnya jatuh ke dalam air, padahal airnya sangat dangkal. Ciprakan air terlihat seperti ciprakan benda besar telah jatuh kedalam Air. Raina mulai panik, tangannya menggapai gapai kesana kemari seperti orang akan tenggelam. Alex bergerak cepat mendekati Raina, namun anak anak sedikit menghalangi nya sehingga Alex tidak bisa Langsung menolong Raina.
"Kak!! "
"Kak!! " Teriak Raina histeris.
"Awas! " ucap Alex menggeser anak anak yang menghalanginya, lalu Alex langsung menarik Raina dan membawanya ke dalam pelukan nya.
Anak anak itu bingung, mereka terlihat takut melihat Raina menggigil ketakutan. Karena merasa bersalah, mereka membantu Alex membawa Raina naik ke daratan.
Raina gemetar, tatapannya tidak fokus. Air matanya mengalir sejak tadi membasahi pipinya, bercampur aduk dengan air laut.
"Hei.. tenanglah, kamu aman sekarang" bujuk Alex memeluk erat tubuh Raina.
Setelah merasa sedikit lebih tenang, Raina mulai merenggangkan pelukannya pada Alex
"Maaf " lirih Raina.
"Tidak masalah, aku paham " balas Alex.
"Kak.... " Salah satu anak kecil yang ikut menarik Raina mendekati gadis itu. Tatapan bersalah terlihat dari sorot matanya.
"Hei... " Raina merengkuh nya.
"Maafkan kami, kami tidak tahu kakak takut air"
"Iya kak, kami bersalah"sahut yang lain. Raina tersenyum pelan, mereka tidak bersalah, karena mereka tidak tahu.
" Kakak tidak apa apa kok, kalian gak usah sedih"
"Sekali lagi kami minta maaf kak" ucap mereka menunduk sopan, lalu mereka pamit pergi.
Kini tinggal Alex dan Raina yang masih duduk di atas pasir. Deru nafas Raina masih terdengar tidak beraturan.
"Seburuk itu kah? " balas Alex lagi. Raina menghela nafas berat, lalu menoleh pada Alex.
"Ada hal yang lebih buruk lagi dari itu dalam hidup ku" lirih Raina.
"Apa?? " tanya Alex spontan. Namum Raina menggeleng pelan dengan tatapan meledek.
"Laki-laki tidak boleh terlalu kepo" kekeh Raina.
"Tapi ketiga teman ku suka kepo"
__ADS_1
"Ahhh sudah lah kita kembali sekarang" Raina bangkit dari duduknya, lalu pergi lebih dulu meninggalkan Alex yang segera menyusulnya.
...----------------...