
Alex baru saja tiba di rumah, ketika masuk ke dalam rumah pria itu sudah di sambut oleh aroma lezat yang membuat perutnya terasa sangat lapar. Pria itu langsung berjalan cepat ke dapur.
"Oh kak Alex sudah pulang? " sambut Raina ketika melihat Alex berjalan cepat memasuki ruang makan, lalu Alex duduk di meja makan.
"Kamu masak apa?? harum banget? " ucap Alex, matanya bergerilya melihat semua masakan Raina.
"Aku hanya bisa memasak makanan sederhana ini" jawab Raina.
"Yasudah, ambilkan aku apapun itu. Aku sudah sangat lapar"titah Alex tidak sabaran, ia terlihat seperti gelandangan yang belum makan berhari hari. Raina sangat suka melihat nya, Alex sangat lahap memakan masakan Raina.
" Kenapa masakan kamu selalu saja enak, aku sudah lama tidak memakan masakan seperti ini" Gumam Alex sembari melahap makanannya.
"Makanlah yang pelan, semua ini milik mu" ujar Raina tersenyum mencibir, Alex makan seperti kerasukan. Kemarahan yang Raina lihat di kantor tadi sudah menguap pergi entah kemana.
"Kak Alex... " Lirih Raina.
"Hemm... " sahut Alex dengan dehemannya saja, ia menyuap sendok terakhir makanan nya. Alex merasa perutnya sudah penuh sekarang.
"Aku minta maaf untuk yang tadi siang" Gumam Raina dengan nada penuh penyesalan.
"Aku sudah maafkan kamu kok" sahut Alex acuh. Raina yang menundukkan kepalanya langsung mengangkatnya kembali dan menatap Alex dengan tatapan berbinar.
"benarkah?? kak Alex gak marah lagi? " tanya Raina memastikan.
"Apa aku pernah berbohong? " cibir Alex, Raina menggeleng cepat.
Raina merasa sangat lega sekarang, usahanya tidak sia sia. Alex sudah tidak marah lagi padanya.
"Oh iya" ujar Alex sebelum beranjak dari meja makan. Raina yang hendak mengantar piring kotor ke dapur menghentikan kegiatannya, ia menatap Alex menunggu kalimat Alex selanjutnya.
"Aku mau kamu berhenti dari pekerjaan mu" Lanjut Alex.
__ADS_1
"Apa?? " tubuh Raina mendadak kaki, matanya nya melebar besar.
"Aku tidak mau kamu melakukan sesuatu yang berbahaya" putus Alex.
"Kak, jangan bercanda. Kakak tahukan aku sangat mencintai pekerjaan ku? " ujar Raina menganggap Alex sedang bercanda.
"Tidak Raina, aku tidak bercanda. Aku akan mengirim mu pekerjaan yang bagus jika kami mau. Tapi kamu harus berhenti dari perusahaan AMD"
"Tidak!!! aku tidak mau kak. "
"Keputusan ku sudah bulat! " tegas Alex.
"Kak Alex tidak bisa memutuskan sesuatu sendiri!! aku berhak menentukan jalan hidup ku!! " teriak Raina tidak terima.
"Aku akan mengirim mu ke luar negeri, setelah perceraian kamu akan hidup tentram di sana" jelas Alex.
Raina menggeleng pelan, ia tidak menyangka jika Alex se egois ini.
"Kak Alex egois!!! kak Alex gak pernah memikirkan perasaan aku. Kak Alex hanya memikirkan sesuatu yang kak Alex sukai saja!! Aku tidak pernah ada di mata kak Alex. "
"Aku benci kamu!!! "
"Aku melakukan semua ini demi kamu! " sahut Alex.
"Enggak!!! ini semua hanya keinginan kak Alex saja, Aku benci kak Alex!!! aku benci!!! " teriak Raina, ia berlari menuju kamarnya. Raina sempat menyambar tas kerja nya yang tergeletak di sofa, lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya dengan hempasan pintu kuat.
Bruk..
"Apa ini? " Gumam Alex, ia mengambil buku kecil yang tak sengaja ia tendang tadi.
"Raina Story" baca Alex pada sampul buku berwarna kuning.
__ADS_1
Buku Diary Raina, Alex membawa buku itu masuk ke dalam kamarnya. Pria itu mengambil posisi duduk di pinggir ranjang, lalu mulai membuka lembaran demi lembaran buku diary Raina.
"Kak Dian? " Gumam Alex membaca sebuah amplop kecil yang menempel pada awal kembaran buku itu. Perlahan Alex mulai membuka amplop itu, ia penasaran ingin melihat isinya.
"Kak Diano, I love you" lagi lagi Alex membaca tulisan yang ada di depan Amplop. Di dalam Amplop terdapat beberapa foto, yang mana isinya hanya foto Alex semua.
"Kenapa ada foto foto aku masih smA, bahkan SMP juga ada" batin Alex bingung. Ia meneliti setiap hasil gambarnya.
"Ini bukan hasil jepretan ku, atau teman teman ku. Sudut pandangnya sangat berbeda. Sudah pasti ini di ambil secara diam diam" Gumam Alex.
"Ina?? " Gumam Alex, ia mendapatkan sebuah foto Raina ketika masih SMP dan SmA yang terlihat sedikit berbeda. Ada sebuah foto yang terselip di antara foto Raina tadi.
"Eh, kenapa foto Raina ada di dalam foto gadis itu?? " ujar Alex bingung.
"Ehh, ada foto Ina juga" Alex menyandingkan kedua foto itu, terlihat tidak berbeda, hanya saja Ina terlihat sangat cupu, dan Raina terlihat seperti wanita anggun dan sangat cantik.
"Mereka terlihat sama, tapi berbeda" Gumam Alex menatap kedua foto itu secara bergantian.
"Ehh... apa mereka kembar??? atau mereka adalah orang yang sama?? " Gumam Alex semakin bingung.
Malam itu Alex habiskan membaca setiap curhatan curhatan Raina di dalam buku diarynya. Isinya tak jauh jauh dari dirinya sendiri. Alex bahkan tertawa geli membaca ungkapan Raina tentang dirinya. Ada rasa bahagia ketika membaca dan mengetahui apa yang gadis itu tulis.
Sementara di dalam kamar Raina menangis terseduh seduh, ia merasa Alex tidak pernah mau mengerti bagaimana perasaannya. Raina Sudah bekerja sejak lama, ia sangat menyukai pekerjaanya karena Raina memang menyukai dunia desain.
Namun, dengan seenaknya Alex merampas semua keinginan nya, menyuruhnya berhenti dari pekerjaan nya.
Tidak!, Raina tidak akan berhenti dari sana. Jika Alex tetap kekuh, maka tidak masalah bagi Raina Alex mengusirnya dari rumah. Toh mereka akan bercerai juga nantinya.
Raina menghapus air matanya yang sudah mengalir deras ke pipi dan seluruh wajahnya.
"Alex jahat!!! " teriak Raina.
__ADS_1
"Pria menyebalkan, pria yang tidak berguna!! " maki Raina, ia benar-benar merasa sangat kesal dll ada pria itu sekarang. Bahkan pring berkas mereka makan tadi tidak Raina rapikan dan bawa ke dapur. Ia hanya berharap jika Alex membersihkan itu dulu sebelum pergi.
...----------------...