
Setelah merayakan kepulangan Raina dari rumah sakit. Kini gadis itu di antar oleh Alex ke kamarnya. Karena tubuhnya sangat lelah, Raina langsung naik ke atas ranjang dan bersiap untuk tidur. Dahinya mengerut, Alex tak kunjung keluar. Pria itu malah hendak naik ke atas ranjang.
"Loh, kak Alex ngapain?? "
"Ya mau tiduran lah sayang. Mau ngapain lagi" jawab Alex. Mata Raina melebar, Alex akan tidur bareng diri nya?. Gak, ini gak bisa terjadi.
"Trus kenapa tidur di sini? Sana ke kamar kak Alex" ujar Raina lagi.
Bukannya keluar, Alex malah berbaring dan menarik tubuh Raina agar berbaring di sebelahnya.
"Udah tidur aja, kita kan suami istri gak papa kali seranjang" jawab Alex.
Jawaban Alex itu membuat Raina melongo, bagaimana mungkin Alex bisa berkata seperti itu?.
"Udahh, tidur aja. Kamu pasti capek kan? " potong Alex ketika melihat Raina mengerut, ia yakin istri nya tengah memikirkan sesuatu. Sebelum pemikiran dan pembicaraan mereka lebih luas, Alex memeluk erat tubuh Raina lalu memejamkan matanya.
.
Aduhh kak Alex.. . jangan gini, aku gak bisa tidur jika kak Alex meluk gini.
Raina terus memejamkan matanya, namun pikirannya masih terjaga. Raina takut jika Alex mendengar detak jantung nya yang kini sedang Maraton.
Sudah 30 menit lamanya mereka terdiam dalam posisi Alex memeluk tubuh Raina. Selama itu pula mereka di sibukkan oleh pemikiran pemikiran masing-masing.
Raina dengar gak yah? jantung please, jangan buat malu Dong. Batin Alex.
Merasa sudah cukup lama, namun matanya tak kunjung mau terlelap. Akhirnya Alex membuka matanya, menatang wajah Raina yang ternyata juga membuka mata.
Raina terkesiap kaget bersirobok mata dengan Alex. Kecepatan jantung Raina semakin meningkat, namun tidak ada sedikit pun niat untuk mengalihkan tatapan matanya. Mata Alex seolah olah sudah mengunci pandangan Raina agar tidak berpaling.
"Raina... " lirih Alex. Mereka masih sama-sama saling menatap.
"Hmm... " jawab Raina.
"Aku mau ngomong sesuatu"
"Ngomong aja" balas Raina cepat.
"Aku... Aku.. hmm... " Alex merasalidahnya mendadak kelu.
__ADS_1
"Aku apa? " desak Raina.
"Aku mau.... Mau minta maaf"
"Untuk apa? kak Alex gak pernah buat salah kok sama aku" jawab Raina menggeleng pelanggan, ia merasa Alex tidak pernah melakukan kesalahan apapun padangan. Jika ada pun Raina pasti langsung memaafkannya.
"Selama ini Aku sudah menyia nyiakan mu" ucap Alex tulus.
Kak Alex pasti mau bahas soal pernikahan itu.
"Sudah kak tidur, aku merasa sangat mengantuk" potong Raina mendorong dada Alex agar s menjauh sedikit dari tubuhnya, lalu membaikkan tubuhnya.
"Huh? " Alex melongo sendiri melihat punggung Raina. Ia hanya bisa menghela nafas berat, mungkin lain waktu mereka akan membicarakan nya. Alex tidur dengan posisi menghadap ke punggung Raina.
...----------------...
"Huaaaa..... Senangnya!! " teriak Dewi menatap langit malam. Setelah pulang dari rumah mertua Raina, Dewi di antar oleh Gio. Karena sudah larut malam, dan Dewi tidak membawa mobil. Jadi Raina meminta Gio untuk mengantar sahabatnya, selain itu hanya Gio yang searah dengan rumah Dewi.
"Kamu senang kenapa? " tanya Gio iseng.
"Kamu tahu gak, Raina itu sudah mencintai Kak Alex sejak sekolah menengah pertama. "
"Dulu itu, Raina tidak seperti sekarang. Penampilan nya sangat biasa, dan yah! sedikit culun. Raina mengagumi Alex dalam diam, memberikan Alex bekal makanan. " ucapan Dewi menceritakan kisah Raina. Matanya Dewi tampak berbinar ketika menceritakan nya.
"Diam diam? tapi memberikan makanan? " tanya Gio bingung.
"Raina memberikan bekal bukan ke Alex langsung, ke teman Alex. Hingga akhirnya Alex penasaran dan mencari tahu tentang siapa yang selalu memberikan nya bekal makanan itu. "
"Lalu, bagaimana mungkin mereka bisa nikah? "potong Gio lagi, ia tidak sabar mendengar cerita Dewi yang banyak jedanya.
" ihh sabar atuh Gio!! " sungut Dewi merasa terganggu untuk menceritakan nya.
"Setelah ketahuan, mereka hanya berbalas kan surat. Lalu kak Alex lulus SMA, hingga sudah kerja pun Raina tak lagi bertemu dengan Alex. Namun Raina masih menyimpan rasa cintanya pada Alex. "
"Sosweet banget sih Raina, kapan yah aku dapat Wanita seperti dia" gumam Gio iri pada Alex.
"Trus trus... " Gio masih penasaran, sembari mendengarkan Gio tetap fokus ke jalanan.
"Mereka di jodohkan, entah sengaja atau tidak sengaja. Namun Alex tidak mengenali Raina, sampai akhirnya Raina menghilang. Dan Alex pun sadar jika Raina adalah wanita yang selama ini mencintainya. Di saat Raina sudah menyerah. "
__ADS_1
"Bodoh banget sih Alex" gerutunya.
"Lah kok kamu yang marah sih!! "
"Yah abisnya Alex sangat bodoh sudah menyia nyiakan wanita seperti Raina. " balas Gio.
"Huhh... Kamu benar, sudah banyak yang di korbankan Raina untuk Alex. Raina pantas bahagia" sahut Dewi lagi.
"Ngomong ngomong, rumah kamu masuk gak mana? " tanya Gio memelankan kecepatan mobilnya karena terdapat 4 gang yang berjejer.
"Oh iya, itu yang paling tengah" jawab Dewi menunjuk gang no 3.
"Oke" Gio kembali melajukan mobilnya masuk ke dalam gang yang lumayan luas, muat untuk 1 mobil dan sepeda motor berselisih.
"Nah, itu tu. Rumah aku pager coklat" tunjuk Dewi pada rumah nya. Gio pun menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Dewi. Mereka pun keluar dadi mobil.
Gio meneliti rumah Dewi, cukup luas untuk di tinggali oleh gadis seperti Dewi.
"Kamu tinggal di sini? sendiri? " tanya Gio.
Dewi menggaruk tengkuknya, lalu mengangguk pelan.
"Yah, begitu lah. " jawab Dewi menarik nafas berat.
"Yaudah, aku masuk dulu yah. Maaf aku tidak bisa mengajak mu mampir" ucapan Dewi tak enak hati.
"Tidak masalah, aku mengerti kok" jawab Gio tersenyum simpul, membuat Dewi yang melihatnya terpanah.
Ampun banget,, kok pria ini dadakan manis yah kalo lagi senyum.
Gio melambai-lambai kan tangannya, Dewi mendadak bengong.
"Dewi... Hei, Dewi.... " panggil Gio.
"Ehh iya, kenapa? " tanya Dewi gelagapan.
"Aku mau pamit pulang" ujar Gio.
"Eh ia, silakan. Makasih yah udah nganter" Dewi mendadak gugup, entah mengapa jantung nya berdetak kencang sekarang.
__ADS_1
...----------------...