
Di sebuah ruang kerja, Ayah Cia menatap Dave dengan tatapan memohon. Ia berharap Dave bisa membantunya.
"Saya harap kamu bisa membuat proyek itu jatuh ke tangan saya! "
"Tenang saja Ayah, pemegang saham pemilik proyek ini adalah teman Ayah ku. Aku yakin proyek ini sangat mudah untuk di dapatkan. " ucap Dave yakin, ia menatap Ayah mertuanya tersenyum miring.
"Bagus, Ayah sangat berharap pada mu" balas Ayah Alex.
****
Raina dan semua karyawan pilihan sudah berkumpul di perusahaan AMD, tepatnya di lantai 26.Perusahaan AMD sudah mempersiapkan lantai 25 sebagai tempat mereka bekerja.
"Apa ini?? " ucap Linda, cewe tomboy teman kantor Raina. Ia merasa tidak Terima bergabung dengan perusahaan AMD.
"Sudah lah kak, kita terima saja" ucap Dewi menenangkan Linda.
"Oke.... sekarang, mari kita bersihkan tempat ini" ucap Dian.
Sekitar 15 orang pegawai terpilih dari perusahaan lama Raina yang pindah ke perusahaan AMD, selebihnya di berhentikan.
Setelah menyusun dan membersihkan seluruh ruangan itu, Dian kembali bersorak. Pria itu tadinya keluar ketika pegawai nya sedang bekerja. Kini ia malah bersorak masuk ke dalam ruangan baru Raina dan seluruh teman temannya.
"Hei.. hei... mari perhatikan kemari. Aku ingin, memperkenalkan pada kalian semua siapa bos baru kalian" ucap Dian.
"Huh?? bos baru? " seru mereka.
"Iya, bos yang akan membimbing kalian selama di perusahaan ini. "
Mereka semua terdiam, seorang pria tampan memasuki ruangan kerja mereka. Dengan mantap, Alex melangkah dan berdiri di depan seluruh anggota barunya.
"Astaga, Kak Alex" teriak Raina dalam hati, bagaimana jadinya jika alex adalah atasannya.
Raina menunduk menyembunyikan wajahnya, ia mencoba mencari kesibukan dan bersembunyi di belakang teman temannya.
"Raina... " Bisik dewi menoleh ke belakang, ia mengerut bingung Raina tidak ada di belakang nya.
"Kemana gadis itu? " gumam Dewi mencari cari keberadaan sahabatnya.
"Salam.Aku Alex Admudiano. Kalian bisa memanggilku Alex. " ucap Alex memperkenalkan diri.
"Mulai hari ini aku adalah atasan kalian, apapun kelu kesah dan kebutuhan yang kalian butuhkan adalah tanggung jawab ku. "
"Semoga kita bisa berkerja sama dengan baik" ucap Alex menutup pidato nya. Untuk, mengenali setiap karyawan nya, Alex mengedarkan pandangan nya menatap satu persatu wajah karyawan nya.
"****.. siapa itu? " gumam Alex menatap dingin pada seorang pegawai perempuan berjongkok di belakang pura-pura membersihkan lantai.
"Raina... " desis Dian memanggil Raina agar tidak bekerja ketika bos mereka datang.
"Hei kau!!!! kemarilah!! " panggil Alex tegas. Raina memejamkan matanya, tamat lah riwayatnya sekarang. Perlahan Raina bangkit, berdiri dengan posisi membelakangi Alex. Ia tidak berani untuk membalikkan tubuhnya.
__ADS_1
Semua karyawan menggigit bibir takut, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada Raina. Alex terlihat pemarah, mereka pasti akan merasa tertekan bekerja di sini.
"Apa sopan membelakangi atasan mu? " tegur Alex masih dengan nada dingin. Dewi gugup, ia tidak mau Raina kena marah oleh Alex.
"Maaf Bos, mungkin Raina malu bertemu bos karena wajahnya di penuhi debu" ujar Dewi beralasan. Raina mengangguk cepat, tapi tidak bersuara.
Alis Alex terangkat, ia semakin penasaran dengan pegawainya yang satu itu.
"Aku tidak peduli, sekarang berbalik dan menghadap padaku dari sana!!! " titah Alex.
Tubuh Raina menegang, belum pernah sebelum nya Alex berbicara setegas itu di depannya.
Karena takut Alex lebih marah lagi, Raina perlahan membalikkan tubuhnya dengan kepala menunduk.
'Raina? '
"Maaf bos" lirih Raina pelan.
Alex tak bersuara, ia hanya mendengus kasar. Alex mengalihkan tatapannya pada karyawan lain.
"Untuk hari ini kalian boleh bersantai, karena besok tugas yang lebih berat dan serius akan kalian tangani" ucap Alex dingin.
"Tidak masalah, semuanya akan baik baik saja" bisik Dewi menenangkan Raina.
"Kamu!!! pegawai baju ijo!! ikut aku ke ruangan!! " titah Alex, kemudian keluar dari ruangan mereka begitu saja.
"Baik bos" sahut Raina menunduk hormat. Semua pegawai cewe menghampiri Raina, mereka memberikan Raina semangat agar, tidak terlalu khawatir.
"Yah, dan aku akan memperkosanya!! " sahut Rio, pria tampan namun lekong, di antara mereka Ria adalah biang gosip.
Raina dan yang lain bergidik ngeri, Rio sudah seperti Homo saja.
"Jangan bilang kamu Homo!! " cemooh Dewi.
"Tidak lah, aku hanya gemulai saja. Tapi... " ucap Rio sengaja menjeda ucapannya.
"Tapi apa?? " tanya Linda penasaran, di angguki oleh karyawan lain yang juga merasa penasaran.
"Tapi.... aku mampu menghamili kalian semua!!!! " teriak Rio tertawa lepas.
"Hmm.. " para cewe menatap tajam pada Rio.
"Gurau je... " kekeh Rio.
"Ya sudah, aku ke ruangan bos dulu" ujar Raina, jantung nya berdegup kencang. Raina merasa sangat gugup sekarang. Langkah kakinya terlihat sangat pelan dan kecil, berharap ia tidak akan sampai sampai ke ruangan Alex.
Tuk!!! Tuk!!!
Raina menelan salivanya susah payah, Raina kembali mengetuk pintu ruangan Alex yang seperti tidak ada orang.
__ADS_1
"Apa dia tidak ada? " gumam Raina berbinar.
"Masuk!! " sahut Alex dari dalam. Pupus sudah harapan Raina, ternyata pria itu ada di dalam.
Ceklek. Raina membuka pintu ruangan Alex perlahan, menjulurkan kepalanya melihat apakah Alex benar ada di dalam atau tidak.
"Kenapa seperti maling? cepat masuk ke sini!! " titah Alex. Pria itu duduk di kursi kebesaran nya menatap kearah Raina.
"Kak... " cicit Raina.
"Kenapa kamu bisa ada di sini? " tanya Alex dingin, Raina yang sedang menunduk mengangkat kepala nya cepat.
"Aku bekerjalah, perusahaan ku tiba-tiba memindahkan kami ke perusahaan ini. " Jelas Raina membela diri.
"Hm.. " Alex berdiri dari duduknya, berjalan mendekat pada Raina dengan tatapan datar.
"Masih ingat apa pesan ku? " tanya Alex.
"Tentu saja, orang lain tidak boleh mengetahui pernikahan kita" jawab Raina.
"Bagus, apa teman teman mu tahu soal pernikahan kita?? "
"Ti..... tidak. Mereka tidak tahu" jawab Raina sedikit berbohong. Teman temannya memang tidak tahu, tapi Dewi?? ummm.. Raina rasa Dewi tidak akan membocorkan nya.
"Apa kamu yakin? " selidik Alex.
"Aku sangat yakin" jawab Raina cepat.
"Bagus, kamu memang gadis yang pintar" ucap Alex mengacak acak rambut Raina pelan.
Perlakuan Alex pada Raina berubah ubah. Kadang seperti adik, kadang sangat garang. Raina merasa sengat bingung di buatnya.
"Kalau begitu, kau boleh pergi" ujar Alex pelan. Pria itu kembali hendak duduk ke kursinya, tidak sengaja tangan Alex menyentuh jari Raina.
"Akh.. " pekik Alex merasa perih di punggung tanganya, seperti ada yang menggores nya.
"Kak Alex kenapa? " tanya Raina khawatir. Ia mengangkat tangan nya untuk memeriksa tangan Alex.
"Raina!! " Gumam Alex menahan geram.
"Kenapa kak? " tanya Raina takut takut, ia menyadari cincin pernikahan di jarinya lupa ia lepaskan. Raina menyembunyikan tangannya.
"Aku mau lihat jari mu" ucap Alex.
"Tidak, kakak tidak boleh melihatnya" ucap Raina menggeleng pelan, ia melangkah mundur karena Alex terus melangkah maju.
"Kau belum melepas cincin itu?? " Seru Alex mencoba meraih tangan Raina.
"Ehmm... maaf kak Aku lupa!! " teriak Raina mengelak dan cepat cepat, keluar dari ruangan Alex dan menutup pintu nya.
__ADS_1
"Dasar gadis itu! " dengus Alex.
...----------------...