
Seluruh penjuru kantor sedang membicarakan Raina, mereka masih belum bisa mempercayai fakta tentang Raina yang berkhianat. Sulit rasanya bagi mereka untuk mempercayainya, namun melihat Raina yang terlihat dekat dan sering bersama dengan Dava dan Ayah Cia membuat mereka harus percaya.
Kabar tentang berkhianat nya Raina masuk ke indra pendengaran Cia, gadis yang selalu menyusun rencana untuk mendapatkan Alex merasa gembira dengan kabar ini. Cia kembali mendatangi kantor Alex, ia berniat akan memanas manasi Alex.
Cia menatap potongan gambar yang ada di tangannya, senyum menyeringai tercetak di bibir sexy nya.
"Kali ini aku pasti akan mendapatkan mu" gumam Cia. Lalu gadis itu beranjak pergi.
Cia tiba di kantor Alex, ia keluar dari lift dan langsung menuju ke ruangan Alex.
"Hei.... Cia" cegat Jiandi dan kedua temannya. Mereka langsung berdiri di depan Cia ketika melihat wanita itu hendak menuju ruangan Alex.
"Kalian apa apaan sih. Minggir!!! " bentak Cia.
"Maaf nyonya, tapi Alex sedang tidak bisa di ganggu" balas Ega.
"Aku tidak peduli!! Minggir!!! jika tidak!! "ancam Cia.
" Jika tidak apa? " tantang seseorang dari Arah belakang Cia. Ketiga pria itu bernafas lega, Raina datang tepat waktu. Cia berbalik menghadap ke sumber suara.
"Huh, kau ternyata" decak Cia.
"Kau bukan siapa siapa di sini, dan kau tidak berhak melakukan apa apa di perusahaan ini!! "
"Kau lupa?? " cibir Cia, ia merasa gadis di depannya ini seperti tidak malu.
"Soal apa? ayah mu pemilik saham terbesar? " tanya Raina dengan nadaengejek. Raina maju 2 langkah lebih dekat dengan Cia.
"Mampus... bisa gulat lagi ni" bisik Justin pada kedua temannya.
__ADS_1
"Udahh liat aja dulu" sahut Ega.
"Aku bisa dengan seenaknya memecat mu dari sini!! " ancam Cia.
"Silahkan, jika kau mampu" balas Raina acuh, lalu melenggang pergi masuk ke dalam ruangan Alex, ketika berpapasan dan Cia. Raina sengaja menyenggol kuat bahu Cia.
"Sial" umpat Cia kesal. Merasa terhina, Cia pergi menemui Ayahnya. Ia akan membuktikan ucapannya untuk menyingkirkan Raina dari perusahaan ini.
"Ayah!! " panggil Cia ketika memasuki ruangan Ayahnya.
"Heh, wanita tak berguna. Apa kau tidak memiliki sopan santun!! " serga Dave menatap Cia tajam. Meskipun Ayah Cia ada di sana, Dave tidak segan segan untuk mencaci maki Cia.
"Aku tidak ada urusan dengan mu" ketus Cia.
"Ayah!! aku ingin Ayah menyingkirkan gadis itu dari perusahaan ini!!! " titah Cia pada Ayahnya.
Ayah Cia menghela nafas, ia menatap putrinya dengan tatapan malas. "Wanita mana yang kau maksud Cia? "
"Huh, apa kau sadar atas permintaan mu itu? " cibir Dave.
"Aku tidak berbicara dengan mu!!! " bentak Cia lagi menatap Dave tajam. Tentu saja hal itu membuat Dave naik pitam, ia sangat tidak suka di bentak oleh Cia.
"Kau berani membentak ku!!! " geram Dave menahan emosinya. Cia mulai merasa takut, namun ia mengalihkan tatapannya pada Ayahnya.
"Ayah!! pecat dia!! " pinta Cia lagi.
"Tidak bisa!! kamu pikir Ayah yang menjadi CEO di sini?? Semuanya punya prosedur Cia!! Lagi pula gadis itu sangat berguna. " tolak Ayah Cia.
"Huh, kau pikir gadis itu sebodoh dan tidak berguna diri mu? " cemooh Dave.
__ADS_1
"Tapi kan, Ayah pemegang saham terbesar di sini!! "
"Tidak!! Ayah sudah menukar saham itu dengan dokumen yang gadis itu tawarkan. Data data proyek itu jauh lebih penting di bandingkan dengan saham perusahaan Ini" jelas Ayah Cia, hal itu sukses membuat Cia melebarkan matanya.
"Ayah!!!! kenapa kau tidak membicarakan terlebih dulu pada ku!! "
"Huh, untuk apa? kau hanya akan mengacaukan nya" balas Dave tersenyum miring, ia menahan emosinya agar tidak menyiksa istri cantik nya ini. Moodnya sedang baik, karena Dave memiliki keinginan yang lain.
"Ayo Ayah, kita harus pergi sekarang" ujar Dave, Ayah Cia mengangguk. Mereka sudah membereskan semua barang barang nya, Mereka sudah tidak ada bagian lagi di perusahaan ini.
"Sial!! " umpat Cia lagi, ia menatap kepergian Ayah dan suaminya. Lagi lagi Cia kalah telak oleh Raina.
"Awas saja kau nanti Raina!!! " geram Cia.
Sementara di ruangan Alex Raina tengah menatap suaminya sibuk mengotak atik komputernya. Semenjak data itu di curi, Alex menjadi sibuk dan kembali merancang ulang semuanya.
"Apa lagi yang ingin kau lakukan!! " ucap Alex dingin tanpa mengalihkan tatapannya dari layar monitor.
"Huhh... aku hanya ingin meminta maaf pada mu" lirih Raina pelan.
"Aku tidak butuh permintaan maaf mu"
"Sekarang keluar lah!! aku tidak ingin melihat wajah mu lagi, bahkan mencium aroma parfum mu di sekitarku" usir Alex, kali ini ia menatap Raina. Tatapan kebencian, tatapan kecewa, semuanya bercampur aduk di dalam sana.
"Kak... "
"Sudah cukup!!!! keluar!!!!! " bentak Alex. Mau tidak mau Raina akhir mengalah, ia melangkah keluar dari ruangan Alex. Sebenarnya Raina ingin memberitahu Alex, namun langkahnya tinggal sedikit lagi. Semua ini sudah Raina putuskan, kebencian Alex dan melihat Alex tidak jadi kehilangan reputasinya.
'Maaf kan aku' lirih Raina dalam hati.
__ADS_1
...----------------...