
Setelah keluar dari ruangan Alex, Raina langsung menuju ke sebuah restauran. Sesuai janjinya dengan Dave dan Ayah Cia. Mereka akan mengadakan pertemuan sebelum menyerahkan pertimbangan kepada direksi proyek.
Raina tiba di restauran, ia cukup kaget mendapati hanya ada Dave di sana. Gadis itu memperlambat langkahnya mendekati meja Dave, ia berusaha menenangkan dirinya. Selama berada di dekat Alex Raina selalu menahan gejolak ketakutan. Bayangan mengerikan itu masih melekat di benaknya, namun tekat Raina sangat kuat. Ketakutan nya bisa di kendalikan dengan mudah.
'Sedikit lagi Raina'batin Raina menyemangati dirinya sendiri.
"Tuan" sapa Raina saat ia telah berdiri di depan Dave. Pria itu tersenyum lebar menyambut kehadiran Raina.
"Silakan duduk" ujar Dave.
"Dimana Ayah Cia? "
"Ayah tidak datang, dia menitipkan semua ini pada ku" jawab Dave beralasan. Sebenarnya ini semua rencana Dave, ia hanya ingin berdua dengan Raina.
"Kamu mau pesan apa? " tanya Dave memberikan buku tamu pada Raina, namun gadis itu menolaknya.
"Langsung ke intinya tuan, saya tidak memiliki banyak waktu" ucap Raina. Ia mulai merasakan ketidak nyamanan dengan sikap Dave.
"Tidak usah buru buru Raina, kita bisa makan dulu" ujar Dave membujuk.
"Saya masih ada pekerjaan lain tuan, jika tidak ada yang penting. Lebih baik saya pergi" balas Raina hendak bangkit dari duduknya, namun Dave menahan tangan Raina.
"Kau benar-benar gadis yang cerdas, aku sangat tertarik pada mu" Dave menarik tangan Raina, lalu meletakkannya di atas pahanya. Kaget atas perlakuan Dave, Raina langsung menarik tangannya kembali.
"Tolong jaga sikap anda tuan!! " serga Raina dengan sorot mata yang tajam.
"Ini yang aku suka dari mu! mendapatkan mu dengan lebih banyak usaha seperti nya menyenangkan" bisik Dave pada telinga Raina.
Raina menjauh dari Dave, ia bangkit dari duduknya lalu beranjak pergi.
"Jangan salah mengartikan sikap saya pada anda! " ucap Raina sebelum pergi.
"Kau lupa? kita masih melakukan kerja sama" sahut Dave, Raina menghentikan langkahnya. Lalu berbalik menatap Dave.
"Kerja sama kita seimbang, kalian mendapat keuntungan dari ku dan aku mendapatkan keuntungan dari kalian. Jadi tidak ada yang berbalas budi. Jika semua ini selesai, maka urusan kita selesai! " Raina tersenyum menyeringai, lalu kembali berbalik dan melangkah pergi.
__ADS_1
"Kau benar-benar mencuri perhatian ku Raina" gumam Dave. Ia mulai memiliki ambisi ingin memiliki gadis itu. Persetan dengan Cia, wanita itu benar-benar tidak berguna baginya.
Sementara di ruangan Dion sudah ada Alex dan Kian, ia sengaja mengumpulkan mereka semua di ruangannya untuk mengatur strategi. Sesuai permintaan Raina, hari ini ia akan menyerahkan bukti bukti kecurangan Dave dan Ayah Cia ke pihak yang berwajib dengan membuat siaran langsung.
"Boss, mengapa kita mengadakan pertemuan mendadak begini? Aku harus menyelesaikan rancangan baru ku! " ucap Alex.
"Tenang lah Alex, nanti kamu juga akan tahu" jawab Dion.
Huhhh.... Alex mendengus pelan, ia merasa waktunya terbuang buang jika berlama lama di sini.
"Memangnya kita menunggu siapa? " Kian buka suara. Belum sempat Dion menjawab, orang yang mereka tunggu akhir nya datang.
"Boss... "
"Raina" sahut Dion. Alex dan Kian terkejut, ternyata Raina yang sejak tadi mereka tunggu. Wajak Alex langsung berubah masam.
"Bagaimana Raina, apa semuanya sudah siap? " tanya Ero.
"Hm.. Kita bisa melakukan semuanya sekarang " jawab Raina.
"Baiklah, sekarang mari bersiap" titah Dion. Alex mengerut bingung, ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.
"Hari ini kita akan membongkar kebusukannya dan politik kotor Ayah Cia. " Jawab Dion.
"Raina.. " ucap Erjo agar Raina memperlihatkan bukti bukti kejahatan Dave. Raina pun mengangguk mengerti, ia mengeluarkan semua badang bukti, surel, dokumen duplikat, bahkan hasil rancangan Alex yang sempat Raina curi. Namun sebenar yang Raina berikan bukanlah rancangan Alex, namun rancangan yang ia buat sendiri.
"Ini semuanya adalah bukti bukti kejahatan mereka, pihak polisi juga sudah menerima nha. Kini kita hanya mempublikasi kan.
" Kau memang Genius " puji Erjo.
Alex terdiam, ia berusaha mencerna apa yang sedang mereka jelaskan.
"Kau memata matai Dave dan Ayah Cia? " tanya Alex tak percaya, ternyata Raina selama ini membohongi nya. Alex menggeleng pelan, ia benar-benar kecewa dengan Raina.
"Kau pembohong!! " ucap Alex dengan nada kecewa.
__ADS_1
"Kak... " lirih Raina.
"Sudah!! jangan katakan apapun lagi, aku sudah muak!!! " potong Alex, Raina terdiam ia tahu hal ini akan terjadi.
"Kak... Kak Alex!!! " panggil Raina ketika Alex memutuskan untuk keluar dari ruangan Dion. Ingin sekali Raina mengejar Alex dan meminta maaf pada pria itu. Namun ada yang harus Raina kerjakan, sehingga ia menunda niatnya.
"Apa kau baik baik saja? " tanya Dion.
"Aku baik baik saja boss" jawab Raina berusaha memperlihatkan senyum indahnya, meskipun terpaksa.
'Wanita apa ini?? dia sudah berusaha sangat keras. Namun pria bodoh itu malah marah tidak jelas pada nya. Dan lebih anehnya, wanita ini masih bisa tersenyum??? 'Kian di buat takjub pada Raina. Ia benar-benar wanita paling tangguh hatinya yang pernah Kian temui.
"Kita harus segera melakukan nya" gumam Raina mengalihkan pembicaraan mereka, ia tidak mau mereka malah memikirkan tentang rumah tangganya dan Alex.
***
"Ayah!! " panggil Dave saat ia memasuki ruang kan kerna di perusahaan milik ayah Cia.
"Ada apa Dave, apa ada yang mengganggu pikiran mu? " tanya ayah Cia menatap menantu kesayangannya yang berdiri di hadapannya.
"Bagai besok? apa semuanya sudah siap. " tanya Dave. Ayah Cia tersenyum menyeringai, ia sudah tidak sabar menunggu hari esok
"Aku sudah menyiapkan semuanya Dave, kau tenang saja" ujar Ayah Cia sombong.
*Berita terkini.
AmD group telah memberikan clarifikasi tentang kehilangan datanya. Mereka telah membuktikan semua kesalahan tidak ada pada salah satu pegawai nya. Menurut bukti yang sudah beredar salah satu pemegang saham terbesar AMD group telah merencanakan sesuatu yang curang untuk mendapatkan proyek besar ini dan menjatuhkan ke proyek perusahaan nya*.
"Ayah! " geram Dave
*Berikut adalah orang orang yang telah terlibat dalam politik kotor ini. (memaparkan foto Dave dan Ayah Cia)
Kedua orang tersebut sedang dalam pencarian, bagi kalian yang melihatnya silakan lapor kepada kami*.
"Sial!!! beraninya kau bermain-main dengan ku!!!!! geram Ayah Cia. Ia tidak menyangka jika Raina telah menipu mereka.
__ADS_1
" Huh, dasar wanita licik!! " umpat Dave. Lalu pria itu pergi dari ruangan Ayah Cia, ia tahu polisi pasti menuju ke kantor mertuanya.
Raina benar-benar cerdik, gadis itu sengaja melakukan semua ini sehari sebelum Ayah Cia dan Dave melakukan banding dengan Alex agar proyek ini jaguh ke tangan mereka. Namun Raina jauh lebih cepat.