Si Kulkas Itu Suamiku

Si Kulkas Itu Suamiku
(59) Posesif


__ADS_3

Hari ini adalah hari Raina di perbolehkan untuk keluar dari rumah sakit. Setelah sekian lama akhir nya Raina bisa keluar dari sana.


"Huhh... Segar banget udaranya" gumam Raina menghirup udara dalam dalam merasuk memenuhi paru parunya, lalu menghembuskannya secara perlahan menikmati setiap hembusan nafas yang masuk dan keluar.


"Ehh tunggu sayang" Raina menghentikan pergerakannya yang hendak turun dari kursi roda. Sebenarnya Raina bisa berjalan dengan kakinya, karena Raina sudah merasa benar-benar sehat. Namun Alex memaksanya untuk menggunakan kursi roda, alasannya simple. Raina baru sadar dari koma, tidak boleh terlalu capek. Lihat lah sekarang, Alex malah menggendong Raina dari kursi roda dan masuk ke dalam mobil.


"Kak.... " ujar Raina ingin protes.


"Diam!! tidak ada penolakan, kamu harus nurut! " sanggah Alex membuat Raina menutup mulutnya rapat, ia hanya bisa mendengus pasrah. Raina duduk di kursi penumpang samping kemudian yang di duduki Alex.


Mereka mulai melaju meninggalkan rumah sakit. Tidak ada di antara mereka membuka percakapan, hingga Raina teringat pada Siren yang tidak terlihat sejak semalam.


"Kok mama gak ikut yah jemput aku? "


"Mama nyiapin sambutan untuk kamu di rumah" jawab Alex sembari menoleh sebentar pada Raina, membelai pipi Raina penuh kasih sayang.


"Sejujurnya, aku sedikit risih dengan perlakuan kakak" cicit Raina menunduk takut.


"Loh kenapa? aku hanya mengungkapkan rasa saya ku pada istri tercinta ku" jawab Alex.


"Tetap saja, semua ini membuat ku gak nyaman "


"Tapi kenapa sayang? aku hanya memberikan sesuatu yang tidak aku berikan pada mu selama ini. " balas Alex menatap Raina dengan alis mengerut.


"Kakak tidak perlu melakukannya, karena jika kakak melakukan semua ini. Akan semakin sulit untuk ku cerai dari kakak" lirih Raina menunduk.


Deg. Jantung Alex seakan berhenti berdetak, Raina kembali mengungkit apa yang ia katakan dulu. Alex memperbaiki posisi duduknya yang menghadap ke Raina, berubah menjadi lurus ke depan.


Brumm...


"Ehhh... " Raina kaget karena Alex tiba tiba menambah kecepatan mobilnya. Setelah percakapan itu, mereka tak ada lagi membuka suara Hingga tiba di rumah besar Siren.


"Tante.... itu Raina udah sampe" teriak Dewi yang sejak tadi berdiri di luar, menunggu, kedatangan sahabat nya.


Di sana sudah ada 3 sahabat Alex, Kian, Gio Dan Erjo. Mereka seperti berbaris menunggu kedatangan Raina.


"Tantee buruan!! " teriak Dewi lagi karena Siren tak kunjung keluar.

__ADS_1


"Mana mana, menantuku mana? " tanya Siren keluar terbesar gesah.


Mobil Alex berhenti tepat di depan pintu rumah, mereka yang tidak sabar bertemu dengan Raina, langsung membukakan pintu untuk Raina. Melihat hal itu Alex tidak membuka pintunya, ia malah mengunci pintu mobilnya dari dalam.


"Eh kok gak bisa di buka? "


"Alex!! bukain kunci nya!! " teriak Kian kesal, Alex.


"Alex!!!!!! " pekik Dewi.


"Kak.. " tegur Raina.


"Hehehehe, " kekeh Alex, lalu membukakan kuncinya.


Raina keluar dari mobil di bantu oleh Kian dan Dewi. Melihat istri nya di sentuh Kian, Alex langsung cepat cepat turun dari mobil dan mengambil alih Raina.


"Eitss jangan sentuh sentuh istri aku. " ucap Alex posesif, lalu membawa kabur Raina masuk ke dalam rumah.


Siren dan Dewi hanya bisa tertawa melihat tingkah Alex, sementara Kian merengut kesal. Mereka masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga.


"Selamat kembali sayang" ucap Sandra memeluk Raina.


"Terimakasih kak" balas Raina. Ia bersyukur memiliki keluarga dan teman teman seperti mereka.


"Terimakasih semua, kalian selalu ada untuk aku" ucap Raina tersenyum tulus.


"Hei... Kami sudah bilang padamu. Kami ini kakak mu, apapun akan kami lakukan" rekan Ega dan di angguk setuju oleh Justin dan Jiandi.


"Heh.. Sejak kapan kalian mendekati istri ku? " gerutu Alex menatap tajam ketiga temannya, satu tangan Alex menggenggam tangan Raina seolah takut Raina berpaling.


"Huh.. Istri atau Adik? " sendiri Justin.


"Bodo amat, awas saja kalau kalian berani mendekati istri ku!! " ancam Alex.


"Kenapa tidak boleh? bukannya kau akan menceraikan nya?? " tantang Kian.


"Dah mulai dah ni" Dewi menepuk jidatnya. Alex dan Kian kembali mode bersaing seperti dulu.

__ADS_1


Sandra dan Arya hanya bisa menggeleng melihat tingkah mereka.


"Kak... apa jadinya dengan Dave dan Cia? " tanya Raina pada Arya.


"Pria itu sudah mati di terkam serigala" jawab Dewi.


Dahi Raina mengerut, bagaimana bisa Dave di terkam binatang buas. Sandra melirik suaminya yang juga melirik ke arahnya.


"Karena mereka melarikan diri dari kejaran kami ke dalam hutan. Besok nya ada berita keluar seperti itu" jawab Arya santai.


"Ohh begitukah, lalu.... Bagaimana dengan Cia? "


"Gadis itu sudah pergi keluar negeri, oh iya. " Dewi mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu memberikan pada Raina sebuah kota hadiah dari Cia.


"Apa ini Dewi? "tanya Raina menatap kotak hadiah itu. Mereka juga menatap penasaran pada kita itu.


" Buka saja Raina " ujar Kian.


"Jangan menyuruh istri ku!! " bentak Alex.


"Kenapa? aku adalah boss nya! " balas Kian.


"Tidak" tolak Alex lagi.


"Stop!!!!!! " teriak Ero lantang.


"Kalian bisa gak sih, semenit saja tidak berantem? "


"tau ih, capek tahu kuping kami dengernya"sahut Dewi.


Sementara Gio dan Ketiga sahabat Alex menatap kagum pada Erjo.


" Wahhhh Erjo kita sudah marah" ujar Gio bertepuk tangan dengan tatapan lurus ke Erjo.


"Ah kalian sama saja! " kali ini Arya yang berucap, seketika mereka semua langsung terdiam. Mereka tidak mau membuat permasalahan dengan pria ini. Masih jelas di ingatan bagaiamana kondisi Dave di buat oleh para serigala, dan tentunya mereka tahu siapa dalang dari semua ini.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2